<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574</id><updated>2012-02-11T18:00:10.325+07:00</updated><category term='Hikmah'/><category term='Dakwah'/><category term='Khazanah Ekonomi'/><category term='Suara Perjuangan'/><title type='text'>Jihad Al-Akbar</title><subtitle type='html'>Membangun rumah peradaban..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-6226929471360540691</id><published>2011-11-07T22:38:00.001+07:00</published><updated>2011-11-26T11:39:23.753+07:00</updated><title type='text'>Nikmatnya Bersahabat dengan Kesendirian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-UcqGPgam-ks/Trf6xtHCo3I/AAAAAAAAAG8/_Jk7GSleSpQ/s1600/niat-puasa-idul-adha.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/-UcqGPgam-ks/Trf6xtHCo3I/AAAAAAAAAG8/_Jk7GSleSpQ/s200/niat-puasa-idul-adha.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hingar bingar dunia seringkali melenakan manusia.   Keindahannya dibalut dalam keramaian yang penuh dengan kepentingan. Bagi   yang tiada terbiasa, begitu kesendirian itu tiba, sejenak mereka akan   merasa terpojok pada keadaan yang sangat menjemukan. Tapi justru   sebenarnya disanalah nikmat itu berada. Kasih sayang Allah menanti kita   untuk mendekat. Semua tergantung kepada keputusan diri kita untuk   menyambutnya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan batinpun butuh istirahat, butuh   nutrisi lebih untuk menahkodai langkah kita selalu menuju jalan yang   benar. Mereka butuh sejenak, untuk mereview laporan kebaikan dan   kebandelan kita sebagai "anak buahnya", kepada Allah SWT. Ternyata   kesendirian membawa nikmat bagi hati hati yang merasa tiada pernah   sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kesedirian tak selamanya mematikan. Tanyalah   kepada para pecinta malam yang terhanyut dalam sholat dan keintiman   dengan Robb mereka. Betapa nikmatnya karunia sebuah air mata itu. Air   mata penyesalan dan permohonan keampunan atas dosa dan kekhilafan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ternyata   kesendirian tak selamanya menyakitkan. Tanyakan saja kepada para   "penyalur" rezeki. Mereka memilih untuk hanya memberi tahu diri mereka   sendiri, atas apa yang mereka berikan kepada orang lain. Tak perlu   beramai ramai apalagi dengan pengumuman, mereka melakukan sesuatu untuk   hanya diketahui oleh Yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kesendirian   adalah menyelamatkan. Tanyakan saja pada para manusia penyimpan aib   sodara mereka, tiada waktu lebih untuk mencela kesalahan manusia lain,   yang ada adalah belajar dari kesalahan mereka dan terus memperbaiki diri   sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kasih sayang Allah SWT itu unik untuk disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   kesendirian Allah SWT memberi jeda waktu untuk penyegaran nurani dan   "benafas" kembali diri kita dalam pertemuan hangat dengannya, sebelum   kita memulai langkah baru menghadapi tantangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Kasih sayang Allah SWT itu unik untuk direnungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam   kesendirian kita diajarkan menjadi sahabat bagi diri sendiri. Dan hal   itu adalah memang yang paling masuk akal. Bukan tak boleh meminta   bantuan kepada sesama, tapi akan lebih baik jika kita mengharuskan   berdiri dengan kaki sendiri. dan dikala terjatuhpun, kita harus mampu   membangkitkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba ramah pada kesendirian, mungkin akan   lebih baik dan berarti. Ya, akan lebih berarti disaat keadaan dan dunia   tak bersahabat dengan kita. Berusaha menjadi sahabat terbaik bagi diri   sendiri entah dalam keramaian ataupun kesendirian adalah sebuah  anugrah.  Karena kita sendirilah pemeran utamanya, pemimpin dari diri  sendiri dan  yang paling mengerti isi hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ternyata kesendirian  membawa nikmat bagi hati hati yang merasa tiada  pernah sendiri. Karena  mereka percaya bahwa Allah selalu menemani.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kesendirian atau menyendiri yang lekat dengan sebuah tindakan perenungan merupakan langkah terbaik guna mengisi kalbu yang tengah mencari jati diri menuju Allah Ta'ala, sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Ibnu 'Athaillah di dalam kitab Al-Hikamnya bahwa,"Tidak ada yang lebih bermanfaat bagi kalbu sebagaimana uzlah, karena dengan memasuki uzlah (perenungan) pikiran kita jadi luas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wallahua'lam bis shawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-Jihad- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-6226929471360540691?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/6226929471360540691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/nikmatnya-bersahabat-dengan-kesendirian.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/6226929471360540691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/6226929471360540691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/nikmatnya-bersahabat-dengan-kesendirian.html' title='Nikmatnya Bersahabat dengan Kesendirian'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-UcqGPgam-ks/Trf6xtHCo3I/AAAAAAAAAG8/_Jk7GSleSpQ/s72-c/niat-puasa-idul-adha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-321756978295688656</id><published>2011-11-07T22:27:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T22:27:33.374+07:00</updated><title type='text'>Renungan Idul Adha</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;Oleh : Alm. Ust. Rahmat Abdullah rahimahullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://iphoneall.org/wp-content/uploads/2008/12/iduladha.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="177" src="http://iphoneall.org/wp-content/uploads/2008/12/iduladha.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beberapa kali Ied kita, beberapa kali takbir dimalam dan siang hari raya-hari raya kita dalam beberapa tahun terakhir masih terus diliputi keprihatinan yang sangat dalam. Hari raya ditengah asap dan api ; rumah ibadah, rumah tinggal, pasar dan sekolah yang hangus serta darah yang tertumpah, nyawa yang melayang dan tubuh-tubuh kaku yang terbunuh. Lebih-lebih lagi pahitnya sebagian petinggi dan orang-orang yang diberi amanah oleh ma-syarakat mengesankan sikap mendukung, memaklumi atau me-wajarkan kezaliman. Inna lillahi wainna ilahi raji’un ! Tak ada yang lebih patut bagi para hamba ALLAH yang beriman kecuali semakin menundukkan kepala, merendahkan hati dan mengakui segala dosa, seraya memohon taubat dan ampunan ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan. Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kisah haji adalah kisah pengorbanan, sama sebagai-mana sejarah qurban itu sendiri. Tidak ada yang dapat menyuburkan iman seorang mukmin sebaik pengor-banan, seperti pupuk menyuburkan tetumbuhan. Seseo-rang yang berjiwa besar sangat sadar bahwa kemuliaan, kepemimpinan dan kebahagiaan tak mungkin diraih tanpa pengorbanan. Ujian merupakan syarat naik jenjang dan ke-pangkatan di hadapan ALLAH dan di tengah ummat manusia. ALLAH berfirman ( 2;124) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon ju-ga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zalim". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seberapa besar ujian yang dihadapi para rasul, ulama amilin dan mujahidin ? Cobalah bayangkan satu episode perjalanan nabi Ibrahim AS. Imam Bukhari meriwayatkan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“…… kemudian Ibrahim membawa isterinya beserta anaknya (Isail AS) yang sedang disusukannya, sampai ia meletakkannya di Baitullah di Dauhah, diatas Zamzam (yang belum lagi muncul kala itu) di bagian masjid yang paling tinggi. Di Makkah waktu itu belum ada manusia dan belum ada air. Ia letakkan mereka disana. Ia bekali mereka dengan sekantung kurma dan sekan-tung air dan segera bergegas pergi. Ummu Ismail mengikutinya sambil bertanya “Wahai Ibrahim, akan kemana kau pergi me-ninggalkan kami di lembah ini tanpa siapa-siapa tanpa apa-apa ?”. Diucapkannya kalimat itu berulang-ulang, namun ia tak juga menoleh. Akhirnya Ummu Ismail bertanya : ALLAH kah yang menyuruhmu melakukan ini ?” Ia menja-wab : “Ya”. Ummu Ismail berkata : “jika begitu, tentulah Ia takkan sia-siakan kami”, kemudian ia kembali dan Ibrahim berangkat. Sesampainya di tsaniyah (jalan tinggi di bukit) tem-pat mereka tak lagi melihatnya, ia hadapkan wajahnya ke Bait Allah, berdoa dengan beberapa kalimat dan mengangkat kedua tangannya : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebaha-gian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-ta-naman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada me-reka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mu-dahan mereka bersyukur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lihatlah, betapa lurusnya keluarga ini memandang perintah ALLAH. Betapa ringannya mereka melaksanakan titah agung i-ni. Mereka utamakan ketaatan daripada kesenangan pribadi. Dari ketiga permintaan, ternyata yang pertama dimintanya agar ketu-runannya menjadi penegak shalat, kemudian untuk menopang da’wah ia minta mereka dicintai ummat manusia, barulah per-mintaan ketiga agar ALLAH memberikan mereka rezki. Padahal keadaan sangat sulit ; tak ada sanak, kerabat bahkan manusia, tak ada air dan sumber makanan. Hanya mereka berdua ; seorang perempuan yang baru melahirkan dan bayi kecil yang baru bebe-rapa belas atau beberapa puluh tahun kedepan diangkat menjadi rasul. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dimana keluarga modern hari ini dengan keturunan yang sangat terjaga dan tercukupi, bahkan dimanjakan makan minum mereka dibandingkan mereka yang serba kekurangan dan jauh dari kese-nangan ? Lihatlah bedanya keluarga dunia, benda dan nafsu di-bandingkan keluarga akhirat, iman dan akhlaq. Apa yang mam-pu dihasilkan keluarga modern dengan kecukupannya diban-dingkan keluarga para rasul dan orang-orang saleh dalam keku-rangan mereka. Soalnya bukan soal kaya atau miskin, tetapi keterikatan dan kesetiaan mereka kepada ALLAH, seperti sifat para pemakmur masjid dan jamaah kebajikan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada suatu hari saat hati dan penglihatan menjadi guncang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagaimana para nabi tahan diejek dan dikucilkan, difitnah dan diintimidasi, dibunuh dan diusir dari tanah air, suatu hal yang tak pantas dilakukan terhadap manusia-manusia jujur di tengah bangsanya, yang hewanpun tak pernah mendapat perlakuan zalim dari mereka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari Urwah, dari Aisyah RA, beliau pernah berkata : “Demi ALLAH wahai ananda, pernah kami memperhatikan hilal (bulan sabit), kemudian satu hilal, sampai tiga hilal dalam dua bulan, tak ada api yang menyala di rumah Rasulullah SAW”. Kuberta-nya : ‘Apa yang menghidupimu selama itu ?’ Beliau menjawab : “Air dan kurma. Hanya saja Rasulullah SAW punya tetangga yang memiliki kambing susu, mereka mengirimkan sebagian susunya untuk minuman kami” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Berkata Utbah bin Ghazwan dalam satu khutbahnya : “Sungguh kulihat diriku satu dari tujuh orang sahabat bersama Rasulullah SAW, tak ada lagi makanan pada kami kecuali dedaunan pohon, sehingga bengkaklah kerongkongan kami. Kutemukan sehelai mantel, kubelah dua dengan Sa’d bin Malik, setengahnya kupakai dan setengahnya lagi dipakai Sa’d. Hari ini setiap kami - tanpa kecuali - telah menjadi amir (gubernur) di kota-kota besar. Aku berlindung kepada ALLAH agar tidak menjadi besar dalam pandangan sendiri dan kecil dalam pandangan ALLAH” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apa yang dipanen sebuah bangsa muslim yang besar ini, saat ba-nyak orang tua hanya berfikir ketika mendaftarkan anaknya ke sekolah, semoga ia kelak punya kedudukan yang basah bila jadi pejabat, menjadi orang pintar yang dapat kaya dalam waktu singkat atau menjadi santeri yang pandai berceramah sehingga laris dan mudah menghimpun pengikut serta segala kekayaan yang menyusulnya. Betapa rentannya semua ini menghadapi konflik horizontal, saling bunuh, penghancuran dan pembakaran harta sesama, pemanjangan derita rakyat dengan KKN baru, ke-dakpedulian terhadap munculnya berbagai kemunkaran, marak-nya perjudian gelap dan terang, 2 juta mangsa narkoba yang me-lumpuhkan bangsa ini, pelacuran dengan alasan klasik kesulitan hidup. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebuah masyarakat adalah cermin keluarga didalamnya. Ke-pemimpinan yang sehat selalu berfikir bagaimana melayani, mengayomi dan mendidik bangsa ke arah kemuliaan. Bukan mencengkeram mereka dengan kejam dengan alasan pendewasa-an, pengamanan atau perlindungan, tidak pula membiarkan me-reka bebas tanpa kendali dengan alasan apapun, baik HAM, de-mokratisasi atau pemberdayaan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya dari berbagai pensikapan bangsa terhadap para rasul mereka, kita dapatkan pelajaran dan rambu-rambu sangat berharga. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila sikap ikhlas, ketundukan diri dan pengorbanan, menjadi jiwa bangsa, maka generasi yang ada akan mendapatkan begitu banyak keberkahan. Lihatlah cermin perempuan terdidik seperti Ummu Ismail AS yang dengan yakin mengatakan : “Idzan la Yudlayyi’ana (Kalau begitu Ia tak akan sis-siakan kami)”. Dari rahim dan asuhan mereka akan lahir generasi Ismail AS yang dengan yakinnya menjawab : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Qs. (37:102) : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesung-guhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapak-ku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bila kebodohan dan nafsu telah menguasai kehidupan suatu ma-syarakat, maka mereka lebih suka memilih pola hidup material-listik dan hedonik ; semua demi benda dan kesenangan. Tujuan-tujuan luhur menjadi kabur, nilai dan akhlak mulia menjadi lun-tur, persaudaraan, kasih sayang dan kesetiaan menjadi hancur. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Peran ibu dirumah tangga sangat strategis dalam membentuk bangsa.Bentukan baik atau buruk, amanat atau khianat, iman atau kufur, sangat terkait dengan sikap dan kiprah mereka. Ibu kandung atau ibu nasab, sama-sama mempunyai pengaruh besar dalam da’wah dan pendidikan ; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth perumpamaan bagi o-rang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu ke-dua isteri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (sik-sa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke ne-raka bersama orang-orang yang masuk (neraka)". Dan Allah membuat isteri Fir`aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir`aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari ka-um yang zalim", &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibunda nabi Ismail, ibunda kandung nabi Musa yang melahirkan, menyusukan dan merawatnya dan ibunda asuh nabi Musa, yang merawatnya dan aktif membelanya dari berkali-kali rencana pembunuhan oleh Firaun, sejak bayi sampai jadi nabi, semua menunjukkan adanya ta’tsir (pengaruh) berkesinambungan pada anak nasab ataupun anak asuh. Demikian halnya peran pendidik di tubuh bangsa sebagai tanggungjawab para pemimpin dan pe-mimpin tertinggi, bila telah menyimpang dari jalan yang lurus, bersikap seperti isteri nabi Nuh AS yang mengkhianati ajaran suaminya, maka anak-anak bangsa akan menjadi seperti anak nabi Nuh yang menolak bergabung dalam bahtera penyelamat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau hukum, undang-undang dan para penegak hukum begitu keras kepada pelanggar lalu lintas….. Kalau para polisi menang-kap pengendara sepeda motor yang tak menggunakan helm, de-ngan dalih perlindungan batok kepala rakyat, lebih beralasan lagi bila mereka bertindak tegas melindungi isi yang ada dibalik ba-tok kepala itu dari segala yang merusaknya, baik dengan meme-rangi sekeras-keras-nya tayangan, siaran atau penerbitan porno, permissive, atheis, syirik serta takhayul, khurafat dan bid’ah, yang telah menyebab-kan lebih dari dua juta rakyat terutama generasi mudanya berge-limang dalam narkoba perjudian, zina dan berbagai sikap arogan dihadapan ALLAH Rabbul Jalal. Juga memerangi para koruptor yang telah menyengsarakan rakyat di negeri yang kaya raya ini. Kalau kekuasaan, kekayaan dan ber-bagai ni’mat yang dilimpah-kan kepada suatu bangsa, pemerin-tah dan rakyatnya, maka ke-sombongan akan menjadi perhiasan dan kebanggan mereka. Da’wah keabjikan dianggap gangguan, amar ma’ruf nahi mun-kar dianggap makar, karena semua tak suka dihalangi dari aksi bunuh diri massal dalam maksiat yang terlaknat itu. Simaklah komentar bangsa-bangsa dimasa lalu ke-pada para rasul mereka : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaum Nabi Luth (7;82/27;56) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaum nabi Shalih (11;62) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaum Tsamud berkata: "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebe-lum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, a-pakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disem-bah oleh bapak-bapak kami? dan sesungguhnya kami betul-be-tul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kaum Musyrikin Quraisy kerabat Rasulu’LLAH Muhammad, Saw. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakan-mu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (Alanfal 30) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Taqwa telah menjadi kalimat yang begitu gampang diucapkan sembarang mulut, padahal ia adalah sebuah hakekat, bukan kla-im atau akuan, bukan pula pameran dan kepura-puraan. Ketika melihat melimpahruahnya jamaah haji, bertuturlah seorang kha-lifah : “Oh, alangkah sedikitnya orang haji dan alangkah ba-nyaknya wisatawan”. ALLAH mengingatkan tentang hakekat qurban : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Daging-daging dan darah qurban itu sekali-kali tidak dapat mencapai Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyatakan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari Abi Hurairah RA, ia berkata : ‘Rasulullah SAW bersabda : “Seorang muslim adalah saudara muslim, ia tak boleh mengkhianatinya, mendustai-nya, menghinakannya. Setiap muslim haram bagi sesama muslim ; kehor-matannya, hartanya, darahnya. Taqwa disini (beliau memberi isyarat ke dadanya). Cukuplah se-seorang (menjadi) jahat karena menghina saudara muslimnya” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dari Sa’d bin Abi Waqqash RA, beliau berkata : “Akulah orang Arab pertama yang melemparkan tombak di Jalan ALLAH. Sungguh kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW, tanpa punya makanan selain daun hublah dan samur ini. Sungguh kami buang air seperti kotoran domba, tanpa cam-puran” (Muttafaq Alaih, Bukhari Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-321756978295688656?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/321756978295688656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/renungan-idul-adha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/321756978295688656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/321756978295688656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/renungan-idul-adha.html' title='Renungan Idul Adha'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-5497781428907018749</id><published>2011-11-03T20:12:00.002+07:00</published><updated>2011-11-03T20:18:38.847+07:00</updated><title type='text'>Ironi UU Zakat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://mh.web.id/wp-content/uploads/2011/02/zakat-300x246.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://mh.web.id/wp-content/uploads/2011/02/zakat-300x246.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;DPR secara resmi mensahkan RUU Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS)  menjadi  UU pada sidang paripurna, 27 Oktober 2011 lalu. Dalam UU baru  ini  terlihat pokok-pokok reformasi pengelolaan zakat nasional masa  depan.  Seperti poin (i) Sentralisasi pengelolaan zakat nasional oleh   pemerintah, yaitu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang   didirikan dari tingkat pusat hingga kabupaten atau kota, di mana Baznas   di setiap tingkatan dapat membentuk UPZ (Unit Pengumpul Zakat) hingga  ke  tingkat kelurahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian, (ii) Peran serta  masyarakat dalam  pengelolaan zakat nasional melalui Lembaga Amil Zakat  (LAZ)  dimarginalkan di mana eksistensi LAZ hanya sekadar membantu  Baznas;  (iii) Sumber pembiayaan Baznas berasal dari APBN, APBD, dan hak  amil,  sedangkan LAZ hanya dari hak amil; dan (iv) Menteri Agama  melaksanakan  fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Baznas dan LAZ,  dan dapat  memberikan sanksi administratif atas pelanggaran berupa  peringatan  tertulis, pembekuan operasi, hingga pencabutan izin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disahkannya   UU ini justru akan menjadi langkah mundur bagi dunia zakat nasional.  UU  yang merupakan amendemen terhadap UU Nomor 38 Tahun 1999 ini gagal   menjalankan misi utamanya dalam mengoptimalkan potensi dana filantropi   Islam yang besar dan perannya yang strategis dalam penanggulangan   kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam   konteks masyarakat Indonesia, UU ZIS semestinya mengokohkan peran  negara  dalam memberi perlindungan bagi warga negara yang membayar zakat   (muzaki), menjaga ketertiban umum dengan mencegah penyalahgunaan dana   zakat, memfasilitasi sektor filantropi Islam untuk perubahan sosial,  dan  memberi insentif bagi perkembangan dunia zakat nasional. Namun, UU  ini  justru mematahkan praktik pengelolaan zakat yang baik sekaligus   memarginalkan partisipasi masyarakat sipil dalam penanggulangan   kemiskinan dan pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marginalisasi LAZ dalam UU ini  sangat  jelas dan eksplisit. UU mengamanatkan bahwa yang memiliki  kewenangan  atas pengelolaan zakat nasional hanya Baznas, sedangkan  pendirian LAZ  oleh masyarakat hanya sekadar membantu Baznas. Lebih jauh  lagi,  pendirian LAZ direstriksi secara ketat, di mana restriksi yang  sangat  krusial adalah keharusan LAZ didirikan atau merupakan bagian  dari ormas  Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;LAZ yang sekarang sudah dikukuhkan  memang tetap diakui  dalam UU ini, namun maksimal setahun mereka  diharuskan menyesuaikan diri  dengan UU baru. Artinya, harus mengikuti  persyaratan pendirian LAZ baru  jika ingin pengukuhannya tidak dicabut  oleh Menag. Pasal ini sangat  potensial digunakan untuk melemahkan  bahkan 'membunuh'LAZ, karena  LAZ-LAZ besar saat ini tidak berafiliasi  dengan ormas Islam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal  ini kontraproduktif dengan upaya  peningkatan kinerja zakat nasional.  Kinerja penghimpunan dan  pendayagunaan dana zakat lebih banyak  ditentukan oleh legitimasi dan  reputasi lembaga pengumpul, bukan oleh  sentralisasi kelembagaan oleh  pemerintah. Kinerja zakat nasional  terbukti justru meningkat setelah  dikelola oleh masyarakat sipil yang  kredibel.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;UU ZIS baru  juga tidak memberi kejelasan tentang tata  kelola yang baik untuk dunia  zakat nasional. UU menempatkan Kemenag  sebagai regulator dan pengawas,  sedangkan Baznas sebagai operator.  Namun, Baznas melakukan fungsi  perencanaan pengelolaan zakat nasional  dan menerima laporan dari Baznas  provinsi, Baznas kabupaten atau kota,  dan LAZ. Dalam UU ini, Baznas  secara jelas mengalami conflict of  interest: berstatus sebagai operator  namun memiliki kewenangan  regulator.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kewenangan  otoritatif yang dimiliki Baznas tidak akan  efektif karena ketiadaan  kredibilitas, sebab Baznas merangkap sebagai  operator. Fungsi regulasi  yang dijalankan Kemenag pun akhirnya terlihat  menjadi setengah hati dan  karenanya diyakini tidak akan optimal. Kemenag  akan sulit melakukan  fungsi pembinaan dan pengawasan secara optimal  karena Baznas provinsi,  Baznas kabupaten atau kota, dan LAZ melakukan  pelaporan ke Baznas,  bukan ke Kemenag.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;UU Zakat baru ini juga  memberi  privilege secara luar biasa kepada Baznas sehingga menciptakan  level of  playing field yang tidak sama antara Baznas dan LAZ. Ketika LAZ   mendapat persyaratan pendirian yang ketat, hal yang sama tidak   diterapkan kepada Baznas hanya karena ia adalah lembaga pemerintah.   Bahkan, pendirian Baznas menjadi amanat UU. Ketika LAZ dihadapkan pada   disiplin pasar yang tinggi karena kelangsungan operasionalnya sepenuhnya   bergantung pada zakat yang dihimpun, Baznas mendapat pembiayaan dari   APBN dan APBD dan tetap berhak menggunakan zakat untuk operasionalnya,   yaitu hak amil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Meskipun UU menyatakan bahwa Baznas adalah   lembaga pemerintah nonstruktural, pendirian Baznas secara jelas   mengikuti struktur pemerintah dari tingkat pusat hingga kelurahan. Jika   mengikuti amanat UU, ke depan selain Baznas di tingkat pusat akan   terdapat 33 Baznas provinsi dan 502 Baznas kabupaten atau kota. Jika   Baznas di setiap tingkatan membentuk UPZ dengan mengikuti struktur   pemerintahan, akan terdapat 6.636 UPZ tingkat kecamatan dan 76.155 UPZ   kelurahan atau desa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan konsep sentralisasi  pengelolaan  zakat versi Kemenag dengan Baznas yang didirikan mengikuti  struktur  administrasi pemerintahan, jumlah operator zakat menjadi  sangat besar  dan secara jelas mengindikasikan inefisiensi dunia zakat  nasional.  Pengelolaan zakat nasional menjadi tidak efisien karena  mayoritas  operator beroperasi pada skala usaha yang terlalu kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada   2010, penghimpunan dana zakat Baznas hingga di kabupaten hanya  mencapai  Rp 865 miliar, atau secara rata-rata masing-masing BAZ hanya  mengelola  dana kurang dari Rp 2 miliar per tahun. Sangat jauh dari  ideal untuk  mencapai economies of scale. Terlebih jika kita  memperhitungkan beban  penghimpunan oleh puluhan ribu UPZ kecamatan dan  UPZ desa atau  kelurahan, inefisiensi dunia zakat nasional menjadi  sangat  mengkhawatirkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Di saat yang sama, kondisi LAZ  jauh lebih baik.  Pada 2010, 18 LAZ nasional dan 22 LAZ daerah mampu  menghimpun Rp 635  miliar, atau secara rata-rata masing-masing LAZ  mengelola dana lebih  dari Rp 15 miliar per tahun. Dengan UU ini, LAZ  yang memiliki kinerja  jauh lebih baik justru dimarginalkan, bahkan  dilemahkan secara sistemis.  Inilah ironi dari UU Zakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yusuf Wibisono,Wakil Kepala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah FEUI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-5497781428907018749?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/5497781428907018749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/ironi-uu-zakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5497781428907018749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5497781428907018749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/ironi-uu-zakat.html' title='Ironi UU Zakat'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4403651112418083905</id><published>2011-11-02T13:11:00.005+07:00</published><updated>2011-11-03T20:20:59.692+07:00</updated><title type='text'>Komodo dan Nasionalisme Buta Kita</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FWPx5nDBKek/TDe6fhUQStI/AAAAAAAAAFQ/U2ggi1TZDy4/s1600/komodo1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://4.bp.blogspot.com/_FWPx5nDBKek/TDe6fhUQStI/AAAAAAAAAFQ/U2ggi1TZDy4/s200/komodo1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature&lt;/span&gt; tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendukung kampanye ini tidak main-main. &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo&lt;/span&gt;. Dari &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;DPRD Manggarai Barat&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;MPR&lt;/span&gt;, berbagai &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;pimpinan media massa dan pengusaha nasional&lt;/span&gt;, selebritas semacam &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Fadli 'Padi' dan RAN&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Slank&lt;/span&gt;, bahkan sampai &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Presiden SBY&lt;/span&gt; pun menyerukan dukungan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;empat provider telekomunikasi&lt;/span&gt; pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya&lt;/span&gt;. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, "Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga," Jelas Emmy Hafild kepada wartawan.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? &lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa&lt;/span&gt;, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat 'ajaib'. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders (Pernyataan resmi dari UNESCO bisa dibaca di &lt;a href="http://us.lrd.yahoo.com/SIG=11lm5hk5h/EXP=1321423354/**http%3A/whc.unesco.org/en/news/352" target="_blank"&gt;&lt;span style="color: black; text-decoration: none;"&gt;sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika UNESCO mengatakan, "tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia," itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4403651112418083905?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4403651112418083905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4403651112418083905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4403651112418083905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/11/komodo-dan-nasionalisme-buta-kita.html' title='Komodo dan Nasionalisme Buta Kita'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FWPx5nDBKek/TDe6fhUQStI/AAAAAAAAAFQ/U2ggi1TZDy4/s72-c/komodo1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-7061592102232119972</id><published>2011-10-28T20:47:00.002+07:00</published><updated>2011-10-28T20:55:46.115+07:00</updated><title type='text'>Ishlah (Perbaikan) Diri</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebaik-baik manusia adalah, yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Hitung-hitunglah diri kalian, sebelum kalian dihitung (Umar bin Khattab).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Siapa saja yang mengerjakan kebaikan (amal shaleh) baik lelaki maupun wanita, dan ia beriman, maka baginya kehidupan yang lebih baik. (QS:16:97).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan berjihadlah kalian dengan harta dan jiwa kalian ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_-HgPBLeeZ-Y/TIY3W1dtQ_I/AAAAAAAAA6I/8vYzfSmy7Ks/s1600/prabandari+embun+penyejukku.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="138" src="http://1.bp.blogspot.com/_-HgPBLeeZ-Y/TIY3W1dtQ_I/AAAAAAAAA6I/8vYzfSmy7Ks/s200/prabandari+embun+penyejukku.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan persiapkanlah oleh kalian segala kekuatan ... (Al Qur’an 8:60).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Siapa saja yang berbuat (to create process and product) kebajikan maka baginya pahala dan pahala orang yang mengikutinya (memanfaatkannya) ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah mencintai orang yang selalu bekerja dan berusaha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidak seorangpun yang akan memperoleh kehidupan yang lebih baik daripada orang yang memperoleh penghasilan dengan tangannya sendiri. Nabi Daud pun memperoleh nafkah penghidupan dari tangannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Barang siapa yang memudahkan urusan seorang muslimin, Allah akan memudahkan urusannya di hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Orang yang cerdas ialah yang meng&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hisab dirinya dan berbuat untuk kepentingan sesudah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah yang membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsunya. (Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setiap manusia hendaknya selalu memperhatikan apa, siapa, ke arah mana dan bagaimana dirinya dalam pentas kehidupan ini. Dengan mengetahui semua hakikat jawaban itu niscaya ia akan mendapatkan setengah dari makna kehidupan itu sendiri. Dan tatkala ia telah menemukan siapa dirinya, maka yang muncul ke permukaan kesadaran adalah kerapuhan dan kelemahan dirinya di hadapan bentangan alam kehidupan yang bermula dari dunia sampai tak berujung di negeri akhirat nanti. Dengan demikian, manusia sejati adalah manusia yang selalu menyadari kelemahan dan kerapuhan dirinya sehingga ia selalu berusaha terus menerus memperbaiki diri, sampai ia datang ke hadapan Penguasa kehidupan ini dengan penuh ketenangan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke haribaan robbmu dengan keridlaan ..."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (QS 89: 27-30).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya inti perbaikan diri adalah pembersihan jiwa (tazkiyatunnafs), yang apabila sang jiwa sudah bersih maka unsur pembentuk diri yang lainpun akan ikut terkoreksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya, dan sesungguhnya merugilah orang yang mencemarkannya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (QS AsSyams: 9-10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan proses menyucikan jiwa harus menyeluruh, dalam arti, bahwa pembersihan jiwa merupakan perbaikan seluruh dimensi kepribadian yang membentuk diri kita sebagai orang yang beriman dan bertaqwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan diri hendaknya mengarah kepada kesuksesan dan kejayaan hidup sesuai dengan perspektif Al Qur’an. Bila kita rujuk surah Al Hajj ayat 77, maka Allah memberikan gambaran bahwa kesuksesan itu dapat diraih melalui dua pilar kegiatan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meningkatkan      hubungan dengan Allah SWT melalui serangkaian ibadah yang berkualitas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Meningkatkan      kinerja ‘amal khoir, yang berorientasi pada kemaslahatan hidup dan      kehidupan ummat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya, dengan mengacu kepada kedua pilar itu arah kejayaan hidup menjadi sangat terang dan jelas, dan langkah-langkah perbaikan diri dapat dikembangkan berdasarkan kedua pilar tersebut dalam rangka mempersiapkan diri meraih kesuksesan dan kejayaan. Langkah-langkah perbaikan diri tersebut meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan Ruhiyah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan aspek ini penting dilakukan untuk meningkatkan pengendalian diri (nafsu) menghadapi segala rangsangan kehidupan dunia yang menggiurkan maupun ancaman kehidupan yang mengguncangkan. Inti perbaikan ruhiyah adalah meningkatnya hubungan dengan Allah SWT melalui serangkaian kegiatan hati, lisan dan amal perbuatan. Dengan meningkatknya hubungan dengan Allah SWT, maka akan didapatkan banyak hal positif:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan      mendapat ilmu (QS 2: 282)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan      menganalisis segala fenomena kehidupan (QS 8: 29)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan      menemukan pemecahan masalah (QS 65: 4)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan      mendapatkan jalan keluar (QS 65: 2)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kemudahan      mendapatkan fasilitas kehidupan (QS 65: 3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Keberkahan hidup      (QS 7: 172)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketenteraman      hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, kerenggangan hubungan dengan Allah SWT akan mendapatkan kehidupan yang sempit (ma’isyatan dhonka). Oleh karena itu hal yang segera harus ditegakkan dalam membina hubungan dengan Allah SWT adalah peningkatan kualitas kewajiban fardhu dan memperkayanya dengan amal nawafil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Bila hamba-Ku mendekati Aku dengan sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta, dan jika mendekat kepada-Ku sehasta Aku mendekat kepadanya sedepa, dan jika datang kepada-Ku berjalan, Aku datang kepadanya berjalan cepat.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Hadis Qudsi).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan ruhiyah dalam perspektif tazkiyatunnafs Imam Ghazali mengikuti urut-urutan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Muroqobah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;: jiwa yang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT sehingga ia selalu takut berbuat segala sesuatu yang menimbulkan kemarahanNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Muhasabah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;: jiwa yang selalu memperhitungkan dan mempertimbangkan segala amalannya dalam perspektif kehidupan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mu’aqobah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;: jiwa yang selalu menghukum dirinya apabila terlanjur khilaf berbuat maksiyat (salah).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mujahadah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;: jiwa yang selalu sungguh-sungguh dalam beramal ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan Tsaqofiyah&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Peningkatan kualitas diri seseorang sejajar dengan keluasan wawasan dan kedalaman ilmu pengetahuan yang dikuasainya. Rasulullah SAW mewajibkan kaum muslimin untuk menuntut ilmu sepanjang hayat. Belajar tiada henti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Tuntutlah ilmu, dari ayunan hingga liang lahat."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Allah SWT mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan di antara kalian."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Samakah orang-orang yang berpengetahuan dan mereka yang tidak berpengetahuan?"&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sebaiknya setiap kita meningkatkan pengetahuan dasar tentang:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Fiqhul ibadah,      dengan memperbandingkan berbagai pendapat mazhab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Manhaj ikhwan      melalui serangkaian referensi utama dan penunjang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pandangan Islam      terhadap Ekonomi, Politik, Sosial, Psikologi, Seni Budaya, Hukum dan      Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perkembangan      ilmu pengetahuan dan teknologi kontemporer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perkembangan      sosial, budaya, hukum dan politik kontemporer.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Di sisi lain, setiap al akh hendaknya menguasai secara baik satu bidang ilmu yang menjadi core competencenya, sehingga orang dapat merujuk kepadanya mengenai permasalahan yang menjadi kompetensinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan Fisikal&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Sesungguhnya Allah lebih menyukai orang mu’min yang kuat ketimbang orang mu’min yang lemah."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tentu saja perbaikan diri juga menyentuh aspek fisikal, karena tubuh yang kuat dan sehat merupakan modal utama untuk berbuat banyak hal yang bermanfaat. Tubuh yang kuat merupakan salah satu karakteristik utama dalam kepemimpinan (leadership). Allah SWT menyebutkan hal tersebut dengan istilah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;qowwiyul amien&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (kuat      dan terpercaya) (QS 28: 26)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;bashthotan minal      ‘ilmi wal jism&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (mumpuni dalam ilmu dan jasad) (Tholut).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan Imam Syahid Hasan Al Banna mewasiatkan kepada para kader ikhwan agar selalu menjaga kesehatan tubuh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan (0medical check up) paling tidak setiap 6 bulan sekali dan menganjurkan untuk tidak mengkonsumsi minuman yang cenderung melemahkan tubuh. Dengan tubuh yang sehat dan bugar maka kualitas amal ibadah dan amal khidmah kita akan semakin meningkat kualitas maupun kuantitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan Sikap dan Keterampilan Produksi&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan diri yang tidak kalah pentingnya adalah yang terkait dengan sikap dan keterampilan dalam bekerja, karena dengan bekerjalah Allah akan memberikan balasannya (jazaa’an bima kanuu ya’malun).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bekerja dalam konteks amal sholeh harus memperhatikan efisiensi dan efektifitas yang pada gilirannya akan melahirkan produktivitas. Untuk dapat bekerja secara produktif diperlukan sikap mental produktif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah suka apabila kalian bekerja, maka ia bekerja dengan rapih ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah menetapkan kepada kalian agar bekerja dengan ihsan. (Al Hadits).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seseorang tidak mendapatkan sesuatu kecuali apa yang telah diusahakannya. (QS 53: 39).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bagi seorang laki-laki ada manfaat dari apa yang ia usahakan, dan bagi wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. (QS 4: 32).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada jaminan bagian untuk orang yang berusaha dan bekerja keras. (QS 41: 10).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Allah sekali-kali tidak akan mengubah nasib suatu bangsa, sehingga bangsa itu mengubahnya sendiri. (QS 13: 11).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. (QS 94: 6).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kami telah menciptakan manusia dan menguatkan persendian mereka. (QS 76: 28).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebajikan)nya maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan. (QS 101: 6-7).&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gambaran Alqur’an tentang sikap produktif dalam bekerja diperjelas dengan kisah-kisah para nabi yang bekerja sesuai dengan kemampuannya, namun mencerminkan sikap mental dan perilaku yang sangat produktif. Lihat kisah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi Musa      bekerja kepada nabi Syu’aib (28: 27)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi Khaidir      menegakkan rumah yang roboh (18: 77)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi Daud      membuat baju besi (34: 10-11)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi Nuh membuat      bahtera (11: 37-38)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Nabi Dzulqarnain      membuat dinding besi (18: 95-96)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seorang pakar SDM menyebutkan bahwa ciri-ciri individu yang produktif adalah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Secara konstan      selalu mencari gagasan-gagasan yang lebih baik dan cara penyelesaian tugas      yang lebih baik lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selalu memberi      saran-saran untuk perbaikan secara sukarela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menggunakan      waktu secara efektif dan efisien&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selalu melakukan      perencanaan dan menyertakan jadwal waktu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bersikap positif      terhadap pekerjaannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dapat berlaku      sebagai anggota kelompok yang baik sebagaimana menjadi seorang pemimpin      yang baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dapat memotivasi      dirinya sendiri melalui dorongan dari dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Memahami      pekerjaan orang lain yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mau mendengar      ide-ide orang lain yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hubungan antar      pribadi dengan semua tingkatan dalam organisasi berlangsung dengan baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sangat menyadari      dan memperhatikan masalah pemborosan dan biaya-biaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mempunyai      tingkat kehadiran yang baik (tidak banyak absen dalam pekerjaannya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seringkali      melampau standar yang telah ditetapkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Selalu      mempelajari sesuatu yang baru dengan cepat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bukan merupakan      tipe orang yang selalu mengeluh dalam bekerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan Hubungan Sosial (Ittishol Ijtima’iyah)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perbaikan diri seorang da’i akhirnya bermuara pada hubungannya dengan komunitas masyarakat yang menjadi tanggung jawabnya. Pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar mendapat perhatian yang tinggi dalam Islam, terlihat dari bagaimana Allah SWT dan RasuluLlah SAW memandang masalah ini dalam konteks hubungan dengan tetangga sebagai komunitas masyarakat yang paling dekat jarak dan interaksinya dengan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"... Dan berbuat baiklah terhadap tetangga yang (menjadi) kerabatmu."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (QS An Nisa: 36).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ibnu Umar dan Aisyah ra berkata keduanya, "Jibril selalu menasihatiku untuk berlaku dermawan terhadap para tetangga, hingga rasanya aku ingin memasukkan tetangga-tetangga tersebut ke dalam kelompok ahli waris seorang muslim."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (HR Bukhori Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Abu Dzarr ra berkata, bersabda RasuluLLah SAW, "Hai Abu Dzarr jika engkau memasak sayur, maka perbanyaklah kuahnya, dan perhatikan tetanggamu."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (HR Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi SAW, "Demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman, demi Allah tidak beriman." Ditanya, "Siapa ya RasuluLlah?" Jawab Nabi, "Ialah orang yang tidak aman tetangganya dari gangguannya."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (HR Bukhori, Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Abu Hurairah berkata, bersabda Nabi SAW, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah tidak mengganggu tetangganya."&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (HR Bukhori, Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;"Orang yang tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya lapar bukanlah ummatku.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Verdana,sans-serif; margin-bottom: 3pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;By : Tim Kaderisasi DPP PKS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-7061592102232119972?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/7061592102232119972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/10/ishlah-perbaikan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7061592102232119972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7061592102232119972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/10/ishlah-perbaikan-diri.html' title='Ishlah (Perbaikan) Diri'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_-HgPBLeeZ-Y/TIY3W1dtQ_I/AAAAAAAAA6I/8vYzfSmy7Ks/s72-c/prabandari+embun+penyejukku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-7154693110045549834</id><published>2011-10-28T20:12:00.004+07:00</published><updated>2011-10-28T20:53:16.191+07:00</updated><title type='text'>Enam Pesan Ahli Surga</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://muhamadmarzal.files.wordpress.com/2011/02/jalan-surga.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="172" src="http://muhamadmarzal.files.wordpress.com/2011/02/jalan-surga.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Betapa indahnya ketika berbicara tentang surga. Dan  tahukan engkau apa itu surga? Surga adalah rumah tinggal yang abadi yang  menjadi tujuan setiap hamba Allah yang shalih. Surga adalah pusat  aspirasi semua hamba Allah. Surga adalah di atas apa yang kita lihat, di  atas apa yang kita dengar dan di atas apa yang muncul dalam pikiran  manusia,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allah SWT berfirman dalam surah Al-Kahfi ayat 107-108:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Artinya:&amp;nbsp;&lt;i&gt;Sesungguhnya  orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga  Firdaus menjadi tempat tinggal, (*) Mereka kekal di dalamnya, mereka  tidak ingin berpindah dari padanya. (QS Al-Kahfi: 107-108).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulallah  SAW bersabda, sebagaimana disepakati oleh Imam Bukhari dan Muslim dari  hadits riwayat Abu Hurairah, (Allah berfirman, Aku telah mempersiapkan  untuk hamba-hamba-Ku yang shalih surga yang (kenikmatannya) belum pernah  ada mata yang telah melihat, dan tidak pernah ada telinga yang telah  mendengar maupun telah terdetik di hati manusia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan kasih  Allah dan rahmat-Nya kepada kita,&amp;nbsp; Dia telah membentangkan gambaran  surga yang nikmat itu, dengan menekankan keabadian dan kesempurnaan,  tanpa kekurangan sedikitpun, tidak panas atau dingin, tidak lelah dan  tidak sibuk dengan hiruk pikuk, tak ada kerugian, tidak ada yang  dicurangi. Sekali teguk kenikmatan di surga melupakan semua penderitaan  dalam hidup ini. Timbul pertanyaan, mengapa semua ini diceritakan wahai  hamba-hamba Allah? Hal ini semata untuk mengajak orang-orang beriman ke  surga dengan penuh semangat. Agar mereka bergegas menuju berbagai  kebahagiaan, taman dan segala istananya.&amp;nbsp; Sebab surga adalah tempat  tinggal yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, dipersiapkan  sebagai rumah untuk orang-orang yang dicintai-Nya agar mengisinya dengan  rahmat, kemuliaan dan ridha-Nya. Dia menggambarkan kenikmatannya  sebagai kemenangan besar, pemiliknya sebagai raja diraja, segala  kebaikan dan kemurniannya dijaga dari setiap cacat dan kekurangan.  Celakalah jiwa-jiwa yang tidak menginginkan hal itu, tidak ingin  melihatnya, dan tidak berusaha untuk masuk ke dalamnya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pada  kesempatan ini, saya ingin mengajak pembaca sekalian untuk merenungkan  hadits-hadits Nabi SAW yang terkait langsung dengan mereka yang  dijanjikan surga, seraya berdoa kepada Allah agar kita dimasukkan surga  bersama keluarga dan kerabat kita semua. Tak ada surga kecuali dengan  berusaha menggapainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pesan&amp;nbsp;Pertama:&amp;nbsp;Kisah Abu Bakr dan amalan-amalan baiknya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan  dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, dia berkata: “Rasulullah SAW  berkata, Siapa di antara kamu yang berpuasa hari ini? Abu Bakar  menjawab: “Aku”. Dia bertanya lagi, “Siapa di antara kalian yang telah  mengikuti pemakaman hari ini?” Abu Bakar berkata: “Aku”. Dia berkata  lagi, “Siapa di antara kalian yang memberi makan orang miskin hari ini?  Abu Bakar berkata, “Aku”. Dia bertanya lagi, “Siapakah di antara kalian  yang hari ini menjenguk orang sakit?” Abu Bakar menjawab, “Aku”.  Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Jika terkumpul seluruh amalan seperti  di pria ini, niscaya ia akan masuk surga”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan dari Abd  al-Rahman bin Abi Bakr,&amp;nbsp; dia berkata, “Rasulullah SAW shalat subuh,  kemudian bertemu dengan para sahabatnya”. Dia berkata: “Apakah ada di  antara kalian yang hari ini berpuasa? Umar bin al-Khattab menjawab, “Ya  Rasulallah, aku tidak berniat puasa, maka pagi ini aku berbuka  (sarapan).” Abu Bakar berkata, “Kalau aku, sejak semalam sudah berkata  pada diriku sendiri untuk puasa, maka aku puasa.” Rasulullah SAW  kemudian bertanya lagi, “Apakah ada di antara kalian hari ini yang  menjenguk orang sakit? Umar berkata, “Ya Rasulallah, kami shalat dan  berdoa denganmu, bagaimana kami dapat menjenguk orang yang sakit?” Abu  Bakar berkata: “Aku mendengar bahwa adikku, Abdul Rahman bin Auf,  merintih maka aku mencari cara untuk bisa mengunjunginya ketika aku  datang ke masjid, Rasulullah SAW bertanya lagi, “Sudahkan ada di antara  kalian yang bersedekah hari ini? Umar berkata, “Ya Rasulallah, kami kan  shalat dan&amp;nbsp; berdoa bersamamu dan tidak sempat istirahat.” Abu Bakar  berkata: “Ketika aku masuk masjid di tengah jalan kujumpai pengemis, di  tanganku ada segenggam roti yang kudapat dari Abdurrahman, aku berikan  kepadanya”. Rasulallah SAW kemudian bersabda, “Aku beri kabar gembira  untukmu (Abu Bakar, termasuk ahli) surga.” Umar menggumam, “oh…oh… oh…  ahli surga.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Kedua: Utsman radhiallahu anhu dan Infaq.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diriwayatkan  dari Tsamama bin Hazn al-Qusyairi, radhiallahu anhu, dia berkata: Aku  menyaksikan Peristiwa Dar (yaum al-dar), ketika mereka, penduduk  Madinah, memuliakan Ustman untuk bercerita amal-amal baiknya di hari  itu. Ustman berkata: “Tahukah kalian bahwa ketika Rasulallah sampai ke  kota Madinah, dan tak ada cadangan air (di kota itu) kecuali sumur milik  Raumah. Rasulallah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membelinya dan  menjadikan embernya dan ember kaum muslimin masuk ke sumur itu, niscaya  baginya surga? Aku membelinya dari harta tabunganku. Hingga hari ini,  aku larang diriku sendiri untuk meminum air dari sumur itu hingga aku  harus minum air laut. Mereka menjawab, “Ya”. Utsman berkata lagi, “Dan  dengan memuji Allah dan mengagungkan Islam, tahukah kalian bahwa (suatu  hari) masjid itu sudah sempit dengan jamaah, Rasulullah SAW bersabda,  “Barangsiapa yang mau membebaskan tanah si fulan, niscaya diberikan  kebaikan baginya dari masjid itu hingga ke surga, aku membelinya dari  hartaku. Hingga hari ini aku cegah diriku untuk shalat dua rakaat di  masjid itu”. Mereka berkata, “Ya”. Ustman berkata lagi, “Dengan memuji  Allah dan mengagungkan Islam, Tahukan kalian bahwa Rasulullah SAW  bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang membekali tentara, niscaya  wajib baginya surga. Maka aku berikan perbekalan (pada tentara). Mereka  berkata, “Ya Allah, ya benar”. Ustman berkata lagi, “Dengan memuji  Allah, Tahukah kalian aku&amp;nbsp; dulu berada di gunung Tsabir di pinggir kota  Mekah bersama-sama dengan Rasulullah SAW, Abu Bakar dan Umar, maka  tiba-tiba gunung terguncang, sehingga batunya berjatuhan ke dasar,  Rasulullah SAW menghindar dengan kakinya, dan berkata: “Tenanglah wahai  (gunung) Tsabir. Sesungguhnya, di dekatmu ada seorang Nabi, seorang yang  jujur dan dua orang yang menjadi syahid. Mereka berkata, “Ya”. Ustman  berkata, “Allah Akbar, saksikanlah aku agar kelak masuk surga, wahai  tuhan pemilik Ka’bah. Ia berucap tiga kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Ketiga:&amp;nbsp;Terjaga dengan ibadah di waktu malam:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Salah  seorang tabiin (generasi setelah sahabat Nabi) berkata, saat itu mereka  tengah merindukan surga dan para bidadarinya, “Aku akan membeli seorang  bidadari dari sekian banyak bidadari surga dengan mengkhatamkan  Al-Qur’an dalam satu malam, aku tidak akan tidur sampai aku selesai  khatam tersebut.” Dia sudah mengkhatamkan sebanyak dua puluh Sembilan  juz, lalu rasa kantuk menyerang hingga ia tertidur. Dalam tidurnya ia  mimpi bertemu bidadari, dan sang bidadari berkata berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Apakah  engkau akan meminang bidadari sepertiku, dan engkau tertidur.&amp;nbsp;Sementara  orang yang mencintaiku, aku haramkan tertidur. Karena aku dicipta untuk  setiap orang&amp;nbsp;yang banyak melakukan shalat dan rajin bangun malam.  Mendengar itu, ia terbangun, dan langsung melanjutkan usahanya, dan ia  kemudian berkata: Dengan izin dan rahmat Allah, aku akan berusaha untuk  mendapatkan semua ini, untuk mendapatkan salah satu dari bidadari itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu  Sulaiman Aldarini – belas kasihan Tuhan – suatu kali tertidur pada  suatu malam malam, dia dikenal sebagai ahli ibadah, seorang yang zuhud,  dan tulus kepada Allah, dan ketulusan dengan Tuhan, Yaman itu sendiri,  termasuk surga yang penuh kenikmatan. Pada suatu malam dia berkata,  tidur dan diri kadang-kadang berbicara tentang apa yang Anda inginkan  dan apa yang ingin Anda dan termasuk cinta – berkata: Aku melihat –  sebagaimana yang sering dilihat oleh orang tengah tidur, suatu kali  bidadari datang kepadaku dan berkata: “Inikah perbuatan orang-orang  shalih?” “Wahai Abu Sulaiman – Apakah engkau tertidur dan aku telah  menunggumu sejak lima ratus tahun”. Tidak ada Tuhan selain Allah; Sejak  itu, ia tak lagi tidur kecuali hanya sedikit saja, hal itu dimaksudkan  agar ia sungguh-sungguh bertemu dengannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Keempat: Bilal bin Rabah, radhiallahu anhu dan wudhu:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bilal  adalah bujang yang bekerja pada Abu Bakar, semoga Allah senang dengan  dia. Ia termasuk orang-orang yang pertama masuk Islam, karena itu ia  dihukum oleh kaumnya dan mereka memaksanya untuk bersaksi “Tuhanku Latta  dan Uzza”. Namun, Bilal tetap teguh berkata, “Ahad… ahad…”&amp;nbsp; Datanglah  Abu Bakar dan membebaskannya dari perbudakan dengan membelinya seharga  tujuh (sebagian mengatakan lima) kantong emas. Rasullah SAW kemudian  menyatakannya sebagai manusia merdeka. Maka, sejak itu Bilal menjadi  muadzin Nabi, baik saat berdiam di Madinah atau saat berperjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu  Hurairah RA berkata: Suatu hari Rasulullah SAW beserta Bilal:  “Ceritakanlah padaku satu pekerjaan yang dilakukan dalam Islam  memberikan manfaat, aku mendengar Nabi SAW mengatakan ia sudah mendengar  suara sandal Bila di surga. Bilal menjawab, aku tidak mengerjakan  apa-apa, kecuali menjaga wudhuku hingga seringkali aku shalat maghrib  dengan wudhu shalat dzuhur.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Kelima:&amp;nbsp; Di mana tokoh seperti Abu Dahdah sekarang?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Abu  Dahdah, nama lengkapnya adalah Tsabit bin Dahdah al-Anshari, salah satu  pelaku sejarah perang Uhud dan menemui kematiannya pada perang  tersebut. Diriwayatkan dari Jabir bin Samrah bahwa Rasulullah SAW  bersabda, “Betapa banyak decak kekaguman untuk Abu Dahdah di surga”. Dan  diriwayatkan oleh Imam At-Tabrani dalam kitab Al-Awsat&amp;nbsp; (2/517)&amp;nbsp; dari  hadits Umar dengan lafadz, manakala ayat Allah SWT turun, “barangsiapa  yang memberikan pinjaman kepada Allah sebaik-baik pinjaman” Abu Dahdah  berkata, Ya Rasulallah, apakah kita harus meminjamkan Allah dengan harta  kita?”. Rasulallah SAW menjawab, “Ya.” Dia berkata: Sesungguhnya aku  punya dua dinding (lantai), satu di atas, satu lagi di bawah.. Aku telah  meminjamkannya untuk Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Pesan Keenam: Tidak Ghibah:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari  Abu Hurairah RA, ia berkata, “Bahwasanya ada seseorang bertanya, Ya  Rasulallah, si fulan dikenal banyak melakukan shalat dan puasa, hanya  saja dia selalu menyakiti tetangga dengan lidahnya. Rasulallah bersabda,  “Dia di neraka.” Orang tersebut bertanya lagi, “Sementara ada juga si  fulanah dikenal sedikit saja shalat dan puasanya sebab dia sibuk memberi  makan sapinya, dan dia tidak mengguncingkan tetangganya”. Rasulallah  SAW bersabda, “dia di surga”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; font-family: Verdana,sans-serif; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber: Dakwatuna&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-7154693110045549834?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/7154693110045549834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/10/enam-pesan-ahli-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7154693110045549834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7154693110045549834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/10/enam-pesan-ahli-surga.html' title='Enam Pesan Ahli Surga'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-7899990075016789294</id><published>2011-09-13T14:05:00.001+07:00</published><updated>2011-09-13T14:17:54.810+07:00</updated><title type='text'>Integrasi Politik dan Dakwah</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/totalitas-perjuangan-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/totalitas-perjuangan-250x205.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Sering ada diskursus publik yang tidak konstruktif ketika berbincang di wilayah hubungan antara politik dengan agama atau dakwah. Hal ini sudah berlangsung dalam waktu lama, sebagaimana tampak dalam ungkapan Syaikh Hasan Al Banna, “Sedikit sekali orang berbicara tentang politik dan Islam, kecuali ia memisahkan antara keduanya, diletakkan masing-masing secara independen. Menurut mereka keduanya tidak mungkin bersatu dan dipertemukan. Untuk itulah organisasi mereka disebut organisasi Islam non politik. Pertemuan mereka adalah pertemuan keagamaan yang tidak mengandung unsur politik, dan hal ini bisa dilihat dari Anggaran Dasar serta Anggaran Rumah Tangga mereka suatu ungkapan: Tidak mencampuri urusan politik”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Untuk itu, ketika memberikan batasan pemahaman Islam, Syaikh Hasan Al Banna memberikan sebuah gambaran yang utuh tentang universalitas dan integralitas Islam. Beliau mengungkapkan, “Islam adalah sebuah sistem universal yang lengkap dan mencakup seluruh aspek hidup dan kehidupan. Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan rakyat, akhlaq dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, usaha dan kekayaan, jihad dan dakwah, tentara dan pemikiran, sebagaimana Islam adalah aqidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Tampak dari penggambaran tersebut sebuah definisi Islam yang teramat luas, mencakup segala aspek kehidupan kemanusiaan, tak ada yang ditinggalkan. Politik adalah salah satu bagian utuh dari perhatian Islam, agar manusia bisa melaksanakan fungsi kekhalifahan di muka bumi dengan baik, memakmurkan alam semesta dan memimpin umat manusia menuju kebaikan hidup di dunia maupun akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Selanjutnya Syaikh Hasan Al Banna menegaskan, “Setelah batasan global dari makna Islam yang&amp;nbsp;&lt;em&gt;syamil&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan substansi makna politik yang luas dan tidak terkait dengan kepartaian ini, saya bisa mengatakan secara terus terang bahwa seorang muslim tidak akan sempurna Islamnya kecuali jika ia seorang politisi, mempunyai jangkauan pandangan yang jauh, dan mempunyai kepedulian yang besar terhadap umatnya”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Saya juga bisa katakan bahwa pembatasan dan pembuangan makna ini (yakni: pembuangan makna politik dari substansi Islam) sama sekali tidak pernah digariskan oleh Islam. Sesungguhnya setiap jam’iyah Islamiyah harus menegaskan pada garis-garis besar programnya tentang perhatian dan kepedulian jam’iyah tadi terhadap persoalan-persoalan politik umatnya. Kalau tidak seperti itu, jam’iyah tadi butuh untuk kembali memahami makna Islam yang benar”, demikian Al Banna memberikan penjelasan yang gamblang kepada kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Oleh karena itu, suatu ketika dalam sebuah forum, Al Banna mengungkapkan, “Biarkan saya untuk bersama kalian berpanjang lebar dalam menegaskan makna ini, di mana hal itu mungkin sesuatu yang mengejutkan dan asing di mata mereka yang terbiasa mendengarkan senandung pemisahan antara Islam dan politik”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Para ulama terdahulu telah memberikan penjelasan dan pembahasan yang memadai mengenai aspek politik. Ibnul Qayyim Al Jauzi dalam kitabnya&amp;nbsp;&lt;em&gt;Ath Thuruq al Hukmiyyah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;mengemukakan, “Allah Ta’ala mengutus para Rasul untuk menurunkan kitab-kitab suci-Nya, agar manusia melaksanakan keadilan yang ditegakkan sesuai dengan prinsip-prinsip langit dan bumi. Jika keadilan muncul dan terlihat dalam bentuk apapun, maka itulah syariat Allah dan agama-Nya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Bahkan Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa garis-garis yang telah ditetapkan itu dimaksudkan untuk mewujudkan keadilan di kalangan hamba-hamba-Nya dan agar manusia berbuat adil di muka bumi. Cara apa pun yang ditempuh jika sesuai dengan garis-garis yang telah dijelaskan untuk mewujudkan keadilan, adalah bagian dari agama dan tidak bertentangan dengannya. Jadi tidak dapat dikatakan bahwa politik yang berkeadilan itu bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh syariah, melainkan ia sesuai dengan apa yang dibawa oleh syariah dan bahkan bagian integral dari padanya,” demikian tulis Ibnul Qayyim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Makna Siyasah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Secara sederhana, kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;siyasah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dimaknai sebagai politik. Jika kita teliti dengan cermat, memang tidak dijumpai penggunaan kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;siyasah&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dalam Al Qur’an maupun Hadits yang maknanya politik, namun ada banyak konteks yang menunjukkan ketepatan pemaknaan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dalam terminologi Arab, secara umum dipahami bahwa kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;siyasah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berasal dari kata&amp;nbsp;&lt;em&gt;as saus&amp;nbsp;&lt;/em&gt;yang berarti&amp;nbsp;&lt;em&gt;ar riasah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(kepengurusan). Jika dikatakan&amp;nbsp;&lt;em&gt;saasa al amra&lt;/em&gt;&amp;nbsp;berarti&amp;nbsp;&lt;em&gt;qaama bihi&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(menangani urusan). Syarat bahwa seseorang berpolitik dalam konteks ini adalah ia melakukan sesuatu yang membawa maslahat, bagi jamaah atau sekumpulan orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Sedangkan secara istilah, ditemukan sangat banyak definisi tentang siyasah atau politik, dimana keseluruhannya bisa saling melengkapi. Di antara makna siyasah yang penting adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;a.&amp;nbsp;Seni mengatur pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Politik tidak identik dengan pemerintahan. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu bagian penting politik adalah pemerintahan. Rifa’ah Ath Thahthawi mendefinisikan politik sebagai seni mengatur pemerintahan dan berbagai hal yang terkait dengannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Kajian tentang ilmu ini, perbincangannya, diskusi tentangnya di berbagai forum dan tempat pertemuan, menyelami arusnya, semua itu dinamakan politik. Aktivis di bidang ini disebut politikus. Maka politik berarti segala sesuatu yang bersentuhan dengan pemerintahan, hukum-hukum serta berbagai hal yang berkaitan dengannya”, demikian penjelasan Rifa’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;b.&amp;nbsp;Seni mengelola perubahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Politik juga bisa dimaknai sebagai seni mengelola perubahan. Malik bin Nabi memberikan gambaran bahwa politik adalah “aktivitas yang terorganisir dan efektif yang dilakukan oleh umat secara keseluruhan –negara dan masyarakat- yang sejalan dengan ideologi mayoritas rakyatnya, dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan saling bantu antara pemerintah dan individu dalam aspek sosial, ekonomi dan budaya; agar politik memberikan pengaruhnya yang kongkret pada realitas sosial, yang membawa pada perubahan bingkai kultur dalam sebuah orientasi yang akan menumbuhkan kecerdasan baru secara harmonis”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dalam pandangan itu, politik pada akhirnya adalah “penciptaan kultur”;&amp;nbsp; yang oleh karena itu, dalam pandangan Malik bin Nabi, aktivitas membangun taman di kota Kairo juga berarti aktivitas politik. Zaki Najib Mahmud berpendapat bahwa politik adalah “melihat bagaimana kondisi tempat kita hidup ini mengalami perubahan” atau upaya mengubah realitas sosial. Politik berarti bahwa kita menciptakan perubahan untuk mereka dan kita menjadikan mereka bisa melakukan perubahan tersebut untuk diri mereka sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;c.&amp;nbsp;Upaya merealisasikan kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dalam perspektif Aristoteles dan para filosof Yunani pada umumnya, politik dimaknai sebagai segala sesuatu yang sifatnya dapat merealisasikan kebaikan di tengah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Imam Syafi’i memberi definisi bahwa politik adalah hal-hal yang bersesuaian dengan syara’. Pengertian ini dijelaskan oleh Ibnu Aqil bahwa politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih menjauhkan dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rasulullah saw atau dibawa oleh wahyu Allah Ta’ala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;d.&amp;nbsp;Kepedulian terhadap urusan umat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Selanjutnya politik bisa dimaknai secara lebih luas sebagai kepedulian terhadap berbagai dinamika dan persoalan umat. Hasan Al Banna menyebutkan politik adalah “hal memikirkan persoalan-persoalan internal maupun eksternal umat”. Yang dimaksud dengan internal adalah “mengurus persoalan pemerintahan, menjelaskan fungsi-fungsinya, merinci kewajiban dan hak-haknya, melakukan pengawasan terhadap para penguasa untuk kemudian dipatuhi jika mereka melakukan kebaikan dan dikritisi jika mereka melakukan kekeliruan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Sedangkan sisi eksternal politik dalam wacana Al Banna adalah “memelihara kemerdekaan dan kebebasan bangsa, menghantarkannya mencapai tujuan yang akan menempatkan kedudukannya di tengah-tengah bangsa lain serta membebaskannya dari penindasan dan intervensi pihak lain dalam urusan-urusannya”. Karena persepsi semacam inilah Al Banna dengan tegas mengatakan, “Keislaman seseorang menuntutnya untuk memberikan perhatian kepada persoalan-persoalan bangsa”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dari berbagai pengertian tersebut dipahami bahwa cakupan aktivitas politik itu luas. Sejak dari aktivitas individual yang memproses perubahan, sampai aktivitas kolektif dalam partai politik atau dalam urusan pemerintahan. Keseluruhannya masuk wilayah pengertian politik. Dengan pengertian seperti ini, tampak bahwa siyasah termasuk salah satu tugas kerasulan yang penting, sebagaimana firman Allah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata, dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan&lt;/em&gt;”&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;(Al Hadid: 25).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dakwah dan Siyasah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Kehadiran Islam dalam wujud sebuah institusi yang menata, mengelola, dan mengendalikan pemerintahan telah menjadi obsesi Hasan Al-Banna sebagaimana ungkapannya yang disampaikan kepada para pemuda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Adalah sangat mengherankan sebuah paham seperti komunisme memiliki negara yang melindunginya, yang mendakwahkan ajarannya, yang menegakkan prinsip-prinsipnya, dan menggiring masyarakat untuk menuju ke sana. Demikian juga paham fasisme dan Nazisme, keduanya memiliki bangsa yang mensucikan ajarannya, berjuang untuk menegakkannya, menanamkan kebanggaan kepada para pengikutnya, menundukkan seluruh bangsa-bangsa lain untuk mengekor kepadanya. Dan lebih mengherankan lagi, kita dapati berbagai ragam ideologi sosial politik di dunia ini bersatu untuk menjadi pendukung setianya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;”Mereka perjuangkan tegaknya dengan jiwa, pikiran, pena, harta benda, dan kesungguhan yang paripurna, hidup dan mati dipersembahkan untuknya. Namun sebaliknya, kita tidak mendapatkan tegaknya suatu pemerintahan Islam yang bekerja untuk menegakkan kewajiban dakwah Islam, yang menghimpun berbagai sisi positif yang ada di seluruh aliran ideologi dan membuang sisi negatifnya. Lalu ia persembahkan itu kepada seluruh bangsa sebagai ideologi alternatif dunia yang memberi solusi yang benar dan jelas bagi seluruh persoalan umat manusia.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Berpolitik tidak selalu identik dengan urusan partai politik. Partai hanyalah salah satu sarana dalam urusan politik. Terhadap partai politik yang berkembang di Mesir saat itu Al-Banna mempunyai kritikan yang mendasar, “Kami berkeyakinan bahwa partai-partai politik yang ada di Mesir didirikan dalam suasana yang tidak kondusif. Sebagian besar didorong oleh ambisi pribadi, bukan demi kemaslahatan umum …. Kami juga berkeyakinan bahwa partai-partai yang ada hingga kini belum dapat menentukan program dan manhajnya secara pasti … Kami berkeyakinan bahwa&amp;nbsp;&lt;em&gt;hizbiyah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;(sistem kepartaian) yang seperti itu akan merusak seluruh tatanan kehidupan, memberangus kemaslahatan, merusak akhlaq, dan memporakporandakan kesatuan umat.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Sebagai aktivis dakwah, Hasan Al Banna telah merangkaikan hubungan-hubungan yang khas antara dakwah dengan aktivitas politik. Teori ishlah (reformasi) yang dirumuskan Al Banna adalah teori yang jelas dan komprehensif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Sesungguhnya terapi bagi keterpurukan, perpecahan kata, kehancuran dan kemunduran peradaban umat Islam tidak bisa dilakukan dengan terapi tunggal, ia harus dengan terapi komprehensif. Begitu juga manhaj reformasi untuk membebaskan umat Islam dari keterpurukannya haruslah komprehensif tanpa memprioritaskan manhaj salah satu reformis, tetapi harus mencakup seluruh unsur&amp;nbsp;&lt;em&gt;ishlahi&lt;/em&gt;. Dengan itulah semua kondisi umat Islam akan membaik&lt;strong&gt;,”&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;demikian&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;pendapat Al Banna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Untuk menegaskan hakikat ini, bahwa dakwah memperjuangkan tegaknya sistem kehidupan yang utuh dan integral, beliau menjelaskan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Produk pemahaman secara umum dan utuh tentang ini menurut kami adalah, bahwa gagasan pemikiran mereka mencakup seluruh aspek perbaikan masyarakat. Termasuk dalam bagiannya adalah semua unsur lain yang merupakan gagasan perbaikan pula. Karena itu, semua reformis yang tulus dan penuh perhatian akan mendapati apa yang diinginkannya di sana. Maka bertemulah cita-cita pencinta reformasi yang memahami dan mengetahui visinya. Engkau dapat mengatakan, dan itu tidak mengapa, bahwa gerakan dakwah adalah tatanan politik, karena para kadernya menuntut perbaikan hukum di dalam negeri dan menuntut kaji ulang terhadap hubungan umat dengan bangsa lain di luar negeri, juga pendidikan masyarakatnya agar mencapai kehormatan, kemuliaan, perhatian kepada kebangsaannya, hingga batas yang paling jauh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Arkan Al-Fahmu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&amp;nbsp;dengan 20 prinsip yang dikemukakan Al Banna merupakan deklarasi bahwa Islam adalah solusi, bukan problem. Karena Islam adalah solusi maka kaidah-kaidah yang ada dalam Al-Fahmu ini akan menjadi modal pemahaman dasar dalam beramal siyasi. Sebagai contoh, kita perhatikan prinsip yang pertama yang menerangkan tentang&amp;nbsp;&lt;em&gt;Syumuliatul Islam&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Islam adalah sistem yang&amp;nbsp;syamil&amp;nbsp;(menyeluruh) mencakup seluruh aspek kehidupan. Ia adalah Negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, serta pasukan dan pemikiran. Sebagaimana ia juga aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang tidak lebih”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Indonesia sebagai salah satu negara yang mengadopsi gagasan demokrasi, sebagaimana berlaku di berbagai negara-negara di dunia, dalam konstitusi dan berbagai peraturan&amp;nbsp; perundangan-undangan serta konvensi yang ada mengakui dan menjamin hak-hak politik warga negaranya. Pengakuan akan adanya jaminan hak-hak politik rakyat merupakan syarat mutlak adanya legitimasi suatu pemerintahan demokrasi. Dengan kata lain pemerintahan negara akan kehilangan hak moral untuk memerintah apabila sudah tidak dapat menjamin hak-hak dasar rakyatnya, termasuk hak mereka untuk berpolitik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Hak-hak politik seseorang di samping&amp;nbsp;&amp;nbsp; mendapatkan jaminan dari hukum yang berlaku secara nasional juga dilindungi dalam&amp;nbsp; Piagam Hak-hak Asasi Manusia (&lt;em&gt;Universal Declaration of Human Rights&lt;/em&gt;). Jaminan yang sama juga telah ditegaskan oleh syariat Islam, untuk melindungi hak-hak asasi manusia yakni melindungi akal manusia, melindungi kehormatan manusia, melindungi kebersihan keturunan manusia, melindungi hak milik serta melindungi jiwa manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dalam perspektif gagasan demokrasi, partisipasi politik warga negara, dalam politik tidak hanya terbatas pada pelaksanaan keputusan politik&amp;nbsp;&lt;em&gt;(policy)&lt;/em&gt;&amp;nbsp;akan tetapi partisipasi politik&amp;nbsp; meliputi tiga tahap yakni&amp;nbsp; berpartisipasi pertama, pada tahap&amp;nbsp; input untuk bisa berupa dukungan (&lt;em&gt;support&lt;/em&gt;)&amp;nbsp; dan juga bisa berupa tuntutan (&lt;em&gt;demands&lt;/em&gt;), kedua pada tahap proses perumusan kebijakan, yang ketiga berpartisipasi pada pelaksanaan kebijakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Agar seseorang atau sekelompok orang atau komunitas tertentu, termasuk juga&amp;nbsp; komunitas gerakan Islam, dapat berpartisipasi dengan efektif pada ketiga level sebagaimana disebutkan di atas&amp;nbsp; serta agar output dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tidak merugikan kepentingan umat, maka umat harus menyampaikan aspirasinya melalui&amp;nbsp; wadah-wadah politik yang&amp;nbsp; ada, seperti ormas, partai politik dan kelompok penekan seperti LSM, dan bila telah memungkinkan gerakan dakwah harus terlibat dalam proses pengambilan kebijakan pada setiap level.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Bagi gerakan dakwah, pilihan yang tidak bisa dihindarkan dalam sistem pemerintahan seperti ini adalah mengambil peran partisipasi politik (&lt;em&gt;musyarakah siyasiyah&lt;/em&gt;) secara optimal. Musyarakah siyasiyah dimaksudkan untuk mengarahkan pengambilan kebijakan agar mendatangkan kemaslahatan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, serta menghindarkan munculnya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; font-family: Verdana, sans-serif; line-height: 19px;"&gt;kemudharatan dan kerusakan di berbagai bidang kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font: normal normal normal 1.2em/19px arial, verdana, tahoma, sans-serif; line-height: 1.3em; padding-bottom: 10px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dalam ungkapan yang lain, musyarakah adalah upaya untuk melakukan&amp;nbsp;&lt;em&gt;hirasatud din&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan&amp;nbsp;&lt;em&gt;ri’ayatud dunya&lt;/em&gt;, sebagaimana diistilahkan oleh Imam Al Mawardi. Keterlibatan secara langsung dalam pentas perpolitikan, bagi gerakan dakwah tidak ada makna yang lebih penting, kecuali untuk menunaikan dua misi dalam waktu yang bersamaan, yaitu menjaga nilai-nilai luhur agama (&lt;em&gt;hirasatud din&lt;/em&gt;)&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;dan memakmurkan dunia (&lt;em&gt;ri’ayatud dunya&lt;/em&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Islam telah meletakkan kewajiban kepada kaum muslimin dan muslimat untuk melakukan upaya perubahan dengan serius dan sistemis, sebagaimana sabda Nabi saw:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“&lt;em&gt;Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah mengubah dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, hendaklah mengubah dengan lisannya. Jika ia tidak mampu hendaklah ia mengubah dengan hatinya, dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman&lt;/em&gt;” (Riwayat Muslim).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Telah sama-sama diketahui bahwa cara yang efektif untuk mencegah kemungkaran adalah dengan terlibat dalam pengambilan kebijakan atau kekuasaan. Apabila kekuasaan berada di tangan orang-orang shalih, atau didukung oleh orang-orang shalih, maka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menolak kemungkaran dalam kehidupan masyarakat luas. Sebaliknya, jika kekuasaan di tangan orang zhalim, maka akan bisa digunakan untuk mengembangkan kemungkaran dan kezhaliman secara luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Tentu saja yang dimaksud dengan kemungkaran yang wajib dicegah bukan hanya terbatas pada zina, judi, mabuk dan penyakit sosial semacam itu. Dr. Yusuf Qaradhawi menampik anggapan sempit seperti itu seraya menambahkan penjelasan, ”Merendahkan harga diri bangsa adalah kemungkaran. Berlaku curang dalam Pemilihan Umum adalah kemungkaran. Enggan memberikan suara (kesaksian) dalam Pemilihan Umum adalah kemungkaran. Menyerahkan urusan kepada orang yang tidak memiliki kompetensi adalah kemungkaran”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Bahkan menurut Qaradhawi, ”Mencuri kekayaan negara adalah kemungkaran. Memonopoli barang-barang pokok untuk kepentingan pribadi&amp;nbsp; atau kelompok adalah kemungkaran. Menangkap seseorang yang tidak melakukan kesalahan adalah kemungkaran. Menyiksa orang dalam tahanan atau penjara adalah kemungkaran. Memberi dan menerima suap adalah kemungkaran. Menjilat dan memuji pejabat dengan berlebihan adalah kemungkaran.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Inilah berbagai kemungkaran yang bisa dicegah dengan sarana kekuasaan, sekaligus untuk memastikan berbagai kemaslahatan yang bisa diraih dengan kekuasaan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Salah satu sarana perubahan yang cukup efektif dalam sistem demokrasi saat ini adalah partai politik. Untuk itulah beragam gerakan dakwah di berbagai belahan dunia, mulai melibatkan diri dalam partai politik. Bahkan salah seorang tokoh gerakan Salaf di Kuwait, Syaikh Abdurrahman Abdul Khaliq mendukung pembentukan partai politik dan menentang orang-orang yang menolak pembentukan partai politik. Beliau mengungkapkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Lembaga-lembaga dan sarana-sarana (partai-partai dan jama’ah-jama’ah) ini bukan merupakan sesuatu yang haram atau dosa, tetapi ia termasuk dalam&amp;nbsp;&lt;em&gt;mashalih mursalah&lt;/em&gt;&amp;nbsp;dan tidak ada nash syar’i yang melarangnya. Pembentukan partai-partai, kelompok-kelompok, atau perkumpulan-perkumpulan dengan segala macam bentuk sistem demokrasi diperbolehkan. Dengan catatan bahwa pendapat dan visinya tidak menetapkan hal-hal yang dilarang agama dan tidak merestui mereka yang berbuat kebatilan. Mereka harus melalui jalan damai dan dakwah yang terbuka, guna mengubah dan menghilangkan politik kekerasan dan terselubung. Ini semua pada hakikatnya terpuji dalam agama, bahkan merupakan pokok dalam berdakwah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Jauh masa sebelum itu, Ibnul Qayyim telah mengungkapkan, “Ada bidang politik yang dibangun sesuai dengan maslahat yang berbeda di setiap masa yang berbeda, ada pula syariat umum yang tetap menjadi kewajiban umat hingga hari kiamat. Sedangkan politik mengikuti serta terikat dengan kemaslahatan yang disesuaikan dengan masa dan tempat. Hal ini secara keseluruhan disepakati oleh para ulama”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Dengan prinsip pemikiran tersebut, kita menyaksikan berbagai gerakan Islam telah memasuki kawasan kelembagaan politik. Sebagai contoh, Jamaah Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir&amp;nbsp; pernah berkoalisi dengan Partai Wafd pada Pemilihan Umum tahun 1951. Pernah pula berkoalisi dengan Partai Wafd Baru pada Pemilihan Umum multipartai pertama pada masa&amp;nbsp; pemerintahan Anwar Sadat, kemudian berkoalisi dengan Partai Buruh dan Partai Ahrar dalam Pemilihan Umum berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Jamaah Salafiyah di Kuwait ikut ambil bagian dalam Pemilihan Umum, juga berkoalisi dengan tokoh-tokoh dan partai politik lainnya. Jamaah ini memiliki wakil-wakil di parlemen dan juga menteri-menteri dalam kabinet. Jama’at Islami di Pakistan juga berkoalisi dengan partai-partai lainnya dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;membentuk pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Gerakan Islam di Yaman membentuk sebuah partai politik bernama Partai Pembaharuan Islam, berkoalisi dengan partai sekuler, sampai pemimpin Partai Pembaharuan Islam, Syaikh Abdullah Al Ahmar menjadi ketua umum parlemen. Jamaah Al Ikhwan Al Muslimun di Yordania berkoalisi dengan partai-partai lain dan berhasil meraih kursi mayoritas di parlemen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Gerakan-gerakan Islam di Al Jazair bersama-sama mendirikan Partai Front Penyelamatan Islam (FIS) dan ikut Pemilihan Umum yang berlangsung secara demokratis, akhirnya meraih kemenangan mutlak, meskipun akhirnya dibatalkan secara sepihak oleh junta militer. Gerakan Islam di Turki membentuk partai politik, setelah beberapa kali mengalami pasang surut dan berganti nama, Partai Refah&amp;nbsp; berkoalisi dengan partai-partai sekuler akhirnya meraih dukungan mayoritas dari rakyat, meskipun akhirnya dianulir oleh militer. Bahkan Partai Keadilan dan Pembangunan di Turki telah meraih kemenangan mayoritas dalam Pemilihan Umum tahun 2002.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Lewat kiprah partai politik tersebut, diharapkan gerakan dakwah memiliki peran dan pengaruh positif dalam mengelola pemerintahan negara, sebagaimana cita-cita Syaikh Hasan Al Banna, “memperbaiki pemerintahan sampai menjadi pemerintahan Islam yang sebenarnya; sehingga dapat memainkan perannya sebagai pelayan dan pekerja umat demi kemaslahatannya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Mengenai bentuk pemerintahan, tidak menjadi keharusan syariat untuk ditetapkan dengan sebuah bentuk tertentu. Syaikh Hasan Al Banna menjelaskan dengan, “Bentuk dan jenis pemerintahannya tidak menjadi persoalan sepanjang sesuai dengan kaidah-kaidah umum dalam pemerintahan Islam”. Artinya, syariat tidak mengharuskan adanya bentuk pemerintahan tertentu, akan tetapi lebih kepada substansi pemerintahan yang dikehendaki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Syaikh Said Hawa ketika mengambil pelajaran penting dari ungkapan Al Banna di atas, memberikan penjelasan sebagai berikut: “Jika kita berpegang kepada prinsip-prinsip ini dengan cara pandang yang luas, maka perjalanan menegakkan kedaulatan akan mengambil pola yang relatif lunak. Dengan demikian, kita bisa menjadikan pihak-pihak yang berpotensi memerangi menjadi para pendukung”. Penjelasan ini tampaknya penting dikemukakan, mengingat temperamen beberapa kalangan aktivis yang cenderung menggunakan pola-pola kekerasan dalam upaya untuk perbaikan pemerintahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Kadang-kadang,” tulis Said Hawa, “kita menjumpai suatu sistem yang tidak perlu bermusuhan dengannya. Untuk itu, kita perlu mengembangkan dan menggiringnya menuju kondisi yang lebih baik. Dengan demikian para pendukungnya akan merasa tenang berhadapan dengan kita, namun dengan syarat sistem itu bersesuaian dengan kaidah umum dalam Islam”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Prinsip ini menampakkan sisi-sisi orisinalitas ajaran Islam yang memang moderat. Praktek penyelenggaraan pemerintahan bukan merupakan wilayah pembahasan yang telah dihukumi dengan&amp;nbsp;&lt;em&gt;qath’i&amp;nbsp;&lt;/em&gt;pada aspek bentuk dan teknis, tetapi masuk dalam wilayah ijtihad yang amat elastis. Akan tetapi, bagaimanapun bentuk pemerintahan yang telah dihasilkan lewat ijtihad, esensi sebuah pemerintahan tidak boleh terhilangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Lebih lanjut Al Banna menjelaskan pemerintahan yang dimaksud, “Di antara sifat-sifatnya adalah rasa tanggung jawab, kasih sayang kepada rakyat, bersikap adil sesama manusia, menahan diri dari harta rakyat dan menghemat penggunaannya. Sedangkan kewajiban-kewajibannya antara lain memelihara keamanan, melaksanakan undang-undang, menyebarkan pengajaran, mempersiapkan kekuatan, menjaga kesehatan masyarakat, memelihara kepentingan umum, mengembangkan kekayaan negara, menjaga keselamatan harta benda, meninggikan akhlaq dan menyampaikan dakwah”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;“Adapun hak-haknya, setelah menjalankan semua kewajiban, antara lain: loyalitas, ketaatan dan dukungan jiwa raga yang diberikan oleh rakyat. Apabila pemerintah lalai melaksanakan kewajibannya, maka berilah nasihat dan bimbingan. Jika itu tidak membawa perubahan, maka dicabutlah loyalitas dan ketaatan darinya, karena tidak ada kewajiban untuk taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah”, demikian tulis Al Banna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 14.25pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: white; background-image: initial; background-origin: initial; color: #333333;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #333333; line-height: 17px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;Source : Dakwatuna.com&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-7899990075016789294?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/7899990075016789294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/integrasi-politik-dan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7899990075016789294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7899990075016789294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/integrasi-politik-dan-dakwah.html' title='Integrasi Politik dan Dakwah'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4450160355592338627</id><published>2011-09-11T20:18:00.000+07:00</published><updated>2011-09-11T20:18:30.275+07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Tragedi 9/11</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://gdgtgw.com/images/medium/wtc.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://gdgtgw.com/images/medium/wtc.jpg" width="178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hari ini, 11 September 2011.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu masih segar diingatan kita  peristiwa 9/11, luluh lantaknya gedung pencakar langit WTC (World Trade  Center), Manhattan, Markas Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) di  Washington DC New York pada selasa pagi 11 September 2011, disinilah  bermula kembali konspirasi besar anak cucu Adam dan disini pulalah  merebak &lt;i&gt;penyakit Islamophobia&lt;/i&gt; yang kemudian penyakit itu berkembang menjadi virus yang mematikan bagi umat Islam di seluruh dunia, bahwa Islam itu Teroris !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kembali  ke cerita tentang tragedi 9/11, setelah ditabrak oleh 2 buah pesawat  penumpang American Airline. Kebakaran hebat yang diakibatkan dua pesawat  itu menyebabkan dua gedung konspirasi ; WTC ini hancur dan secara  mengerikan mengakibatkan sekitar 3000 jiwa yang musnah akibatnya, konon  ada warga keturunan Indonesia yang menjadi korbannya, ada umat Islam yg  menjadi korbannya, ada umat Nasrani, dan tetapi anehnya katanya tidak  ada satupun umat Yahudi yang menjadi korban tewas dalam tragedi ini,  wallahua'lam. Duniapun terperangah, Islam pun tertuduh. Sekitar 100  Rumah Sakit diseluruh wilayah sekitar New York dipenuhi korban insiden  tersebut. Pemerintah AS telah menyatakan siaga nasional. Seluruh bandara  di 50 negara bagian ditutup. Situasi mencekam di seluruh New York,  seluruh akses lalu lintas dihentikan demi keamanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pemerintah  Presiden yang saat itu menjabat, George W. Bush telah mengklaim Usamah  bin Laden ; tokoh miliarder asal Arab Saudi yang menetap di Afganistan,  sekaligus pendiri harakah Islamiyah Al-Qaeda dan dilindungi oleh  kelompok Taliban, penguasa di negeri yang berbatasan dengan Pakistan itu  sebagai tersangka utama, dan pada saat ini pula pihak Barat yang  diwakili Amerika mengklaim bahwa Al-Qaeda ini adalah pusat jaringan  terorisme dunia, lalu dunia pun menanggapi klaim ini dengan pro dan  kontra, ada yang menuding dengan terburu-buru Usamah adalah aktor  dibalik tragedi ini, ada pula yang men-generalisirkan bahwa Islam adalah  biangnya.. Sungguh ini sebuah Ironi ! Siapapun plan makernya, entah ia  Islam atau bukan yang pasti ini mengakibatkan implikasi yang sangat  fatal bagi dunia kemanusiaan, dunia Islam pula karna Allah sendiri telah  berkalam di dalam Al-Qur'an ; &lt;i&gt;"Dan berhati-hatilah terhadap suatu  fitnah yang bencananya bukan hanya menimpa orang-orang yang berbuat  kesalahan (dzalim) saja, tetapi meliputi seluruh kaum bangsa (Al-Anfal :  25)&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lalu kemudian mulailah agresi militer oleh  Amerika dimana mereka mulai menyerang Afganistan secara membabi-buta  yang menelan banyak jiwa, rakyat sipil pun tidak luput dari target  operasi mereka. Serangan ini sebagai wujud arogansi Amerika kepada kita  (baca : Islam), mulai terbukalah topeng Amerika, terlihatlah wajah  aslinya seperti apa bagi yang menyadarinya, mereka yang berteriak  tentang HAM, mereka pulalah yang membungkamnya. Menciptakan tragedi  diatas tragedi, menuang khamr diatas air got.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menuduh  bahkan memfitnah yang belum teruji kesalahan Usamah bin Laden  menimbulkan reaksi dunia. Majelis Ulama Pakistan pun memfatwakan perang  jihad dalam arti jihad yang sesungguhnya terhadap Amerika. Ulama besar  Ikhwanul Muslimin Dr. Yusuf Al-Qordhowi menyatakan ulama sepakat membuat  fatwa isinya mengharamkan negara Islam beraliansi dengan Amerika untuk  menghancurkan Afganistan didasarkan atas Kalam Allah,"Wata'aa wanuu  'alal birri wattaqwaa, walaa ta'a wanuu 'alal itsmi wal udwaan."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh,  kejadian ini dijadikan alasan oleh Amerika untuk secara kontinyu  melancarkan agresinya kepada umat Islam, dari Afganistan merembet ke  negara-negara Timur Tengah yang lain, seperti Yaman, Sudan, Iran, Iraq,  Somalia, Palestina dll yang dituding beraliansi dengan jaringan Qaeda,  bahkan di negara-negara Asia seperti Malaysia, Filipina, bahkan  Indonesia tidak luput dari tudingan itu dan mengancam akan menyerang  pula. Sehingga kejadian ini memicu reaksi keras di tanah air kita  tercinta, mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan sebagian  masyarakat mengutuk perbuatan itu, dikabarkan banyak yang mendaftarkan  diri untuk ikut jihad ke negara-negara Tim-Teng sana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Terlepas  dari itu semua, dimanakah kita (baca : umat Islam) memposisikan diri  kita dalam memperjuangkan agama kita dalam peristiwa ini?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mari kita lihat hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari &amp;amp; Muslim yang sangat populer ini,&lt;i&gt;"Al  mu'minu lil mu'miniina kal bun-yaana yasyuddu ba'dhuhu ba'dhan ; Orang  mukmin yang satu dengan mukmin yang lain bagaikan bangunan yang bagian  satu dengan bagian yang lain saling menguatkan."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tentu dalam  upaya penguatan disini adalah dengan cara yang diridhoi oleh Allah SWT  dan Rasulullah tanpa menyakiti yang tidak bersalah yaitu dengan upaya  bantuan berupa do'a karna telah disebutkan di dalam suatu hadits bahwa  Do'a adalah senjata dan tiang umat Islam, tidak mesti dengan berjihad  langsung, pun tidak disalahkan pula apabila berjihad secara dzahir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tetapi  sungguh, perdamaian adalah sesuatu yang didambakan oleh manusia. Damai  antara hayat dan maut. Damai antara jasad dengan ruh. Damai antara akal  dengan hati. Damai antara fana dengan baka. Damai yang sesungguhnya  adalah yang didasari dengan kasih sayang. Penyerangan balas dendam bukan  upaya terbaik. Tapi terlepas dari itu semua, niat adalah kata hati,  niat adalah kata hati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap kali hendak memulai  tindak kebajikan, Islam mengajarkan bahwa lafal yang harus dibuhulkan  adalah basmalah ; dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Penyayang.  Lafal yang merangkum makna kasih tak pilih kasih dan makna sayang tak  pilih sayang. Rasulullah SAW menuturkan bahwa : &lt;i&gt;"Arraahimuun  yarhamuhumurrahmaanu irhamuu manfil ardhi yarhamukum manfis samaai ;  Orang-orang yang pengasih pasti dikasihi oleh Sang Maha Pengasih. Karena  itu kasihilah penduduk bumi, nanti penghuni langit akan mengasihimu."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Semoga  ajaran ini tidak cuma bergetar di mulut dan membeku di akal, namun  dapat kita manifestasikan dalam aktivitas keseharian kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Marilah kita simak dengan hati yang lembut dan jernih betapa Allah mengemukakan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;"Wa  'ibaadurrahmaani alladziina yamsyuuna 'alaal ardhi hawnan wa idzaa  khataabahumul jaahiluuna qaalu salaaman ; Dan adalah hamba-hamba Sang  Maha Penyayang yang apabila berjalan di muka bumi selalu menundukkan  kepala, dan jika orang bodoh menyapa merekapun menjawab dengan salam  sejahtera."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yaa muqoolibal quluub, tsabbit qulubana 'alaa diinika&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Wallahua'lam bis shawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4450160355592338627?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4450160355592338627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/menyikapi-tragedi-911.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4450160355592338627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4450160355592338627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/menyikapi-tragedi-911.html' title='Menyikapi Tragedi 9/11'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-7510718760961895459</id><published>2011-09-10T01:11:00.001+07:00</published><updated>2011-09-10T01:17:29.192+07:00</updated><title type='text'>Surat dari Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="color: black; font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s1600/write-with-us.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="135" src="http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s200/write-with-us.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Anakku….Ini  adalah surat dari ibu. Linangan air mata bertetesan deras menyertai  tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang  gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya  setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan  baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik.  Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan  susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi  kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat  didepan mataku saat aku melahirkanmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Jeritan  tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami. Berikutnya, aku layaknya  pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi  kesehatanmu.Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat  senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.  Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Aku  pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu.  Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu,  namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Seiring  perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku  telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui  telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah  ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk  melihat anakku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-V0YU82BAGaU/Tfg6Q0n9o_I/AAAAAAAAAfk/aoi_PDlgf7Y/s1600/Gambar+Ibu+cinta.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-V0YU82BAGaU/Tfg6Q0n9o_I/AAAAAAAAAfk/aoi_PDlgf7Y/s200/Gambar+Ibu+cinta.jpg" width="155" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai  penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan  gerakan. Anakku…Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu  akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat  baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah  engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa  apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Baiklah,  anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ? Anakku.. Ibu  hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh  untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus  duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada  Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini  kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan.  Musibah dan hukumanpun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Ibu  tidak akan sampai hati melakukannya, Anakku… Walaupun bagaimanapun  engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya  diriku…Anakku…Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan  balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan  menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang  Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang  yang menggugat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Anakku..Takutlah  engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mata  ibu nak, ringankanlah beban kesedihan ibu. Terserahlah kepadamu jika  engkau ingin merobek-robek surat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; line-height: 18px;"&gt;Ketahuilah,  “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang  yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.  Anakku…Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat  persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau  mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-7510718760961895459?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/7510718760961895459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/surat-dari-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7510718760961895459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7510718760961895459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/surat-dari-ibu.html' title='Surat dari Ibu'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_QUm-UjRstMo/TA5VEbeCDmI/AAAAAAAABPs/ZxTRNK1EFEo/s72-c/write-with-us.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-5552223670605574692</id><published>2011-09-08T13:54:00.002+07:00</published><updated>2011-09-08T14:18:33.980+07:00</updated><title type='text'>Belum Sempurna, Menuju Muslim Pesona #2</title><content type='html'>Belum sempurna, taburan ampunan di langitMu, kupetik satu persatu belum selesai, tebaran rahmatMu di pelataran masjid-masjid kuraup hari demi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah hampir beranjak, telah hampir bergerak gerbong itu, bersama orang-orang yang berlelah-lelah dalam senyum, berbuka mata dalam kelam malam berat, dengan tilawah panjang,&amp;nbsp; anggun dan ranum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://jejakdiri.files.wordpress.com/2009/06/negara-diri1.jpg?w=300&amp;amp;h=180" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="120" src="http://jejakdiri.files.wordpress.com/2009/06/negara-diri1.jpg?w=300&amp;amp;h=180" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Kau bersama mereka, aku tahu.&lt;br /&gt;Kau kasihi , aku mengerti.&lt;br /&gt;Kau berkahi, sungguh sesuai janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi aku masih disini, berpikir tentang dunia, tentang kesenangan fana, belum selesai menegakkan diri, mengencangkan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sempurna, aku belum seberapa.&lt;br /&gt;Mereka berpuas, aku melepas-lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang bersamaMu, berteman segala keluh dan pengharapan.&lt;br /&gt;Berjuang dijalanMu, berkawan segala sulit dan kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku belum sempurna, aku menunggu tanganMu, memelukku, memaafkanku&lt;br /&gt;menguatkan di sisa waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanku, sekian hari kedepan langkahku, kencangkan azamku, kuatkan hatiku, asramakan dalam kamar-kamar cintaMu bersama orang-orang yang mencintaiMu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum sempurna, padahal hampir usai kumohon, sisakan secuil tempat di jannahMu.&lt;br /&gt;[...]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-5552223670605574692?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/5552223670605574692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/belum-sempurna-menuju-muslim-pesona-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5552223670605574692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5552223670605574692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/belum-sempurna-menuju-muslim-pesona-2.html' title='Belum Sempurna, Menuju Muslim Pesona #2'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4561481846580436350</id><published>2011-09-07T17:40:00.000+07:00</published><updated>2011-09-07T17:40:29.278+07:00</updated><title type='text'>Episode Motivasi Kematian, Menuju Muslim Pesona #1</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cTqzuv_LMY4/TamYow_WnMI/AAAAAAAAALk/Ajo3ST1Yb3U/s1600/gerbang-kematian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="125" src="http://1.bp.blogspot.com/-cTqzuv_LMY4/TamYow_WnMI/AAAAAAAAALk/Ajo3ST1Yb3U/s200/gerbang-kematian.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sungguh, saya dan seisi  bumi yg berkehidupan ini mengangguk dan tidak ada yg menolak utk  dijemput dengan seni kematian terindah..&lt;br /&gt;Lalu, berbahagialah anda  yg sedari dulu ataupun detik ini sudah mempersiapkan dan merencanakan dg  sebaik mungkin kematian anda dg memanage nikmat, iman, amal, dan karya  ini..&lt;br /&gt;Kemudian anda tinggal siap saja kapanpun anda dijemput, dan  ruh yg berpisah dari raga anda tersenyum kpada raga anda dan dunia ini  dengan mengatakan,"Saya telah meninggalkan sejarah ini dan kini saya  telah sampai pd puncak kerinduan saya, dan sbentar lagi saya akan  dikumpulkan bersama penduduk-penduduk bumi yg saya rindukan dahulu,  dirindukan pula oleh yg terlebih dahulu dimuliakan, oleh  penduduk-penduduk langit beserta Raja mereka."&lt;br /&gt;"Allah itu lebih dekat dari urat leher manusia sendiri." (Qaaf : 16)&lt;br /&gt;[...]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4561481846580436350?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4561481846580436350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/episode-motivasi-kematian-menuju-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4561481846580436350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4561481846580436350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/episode-motivasi-kematian-menuju-muslim.html' title='Episode Motivasi Kematian, Menuju Muslim Pesona #1'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-cTqzuv_LMY4/TamYow_WnMI/AAAAAAAAALk/Ajo3ST1Yb3U/s72-c/gerbang-kematian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-8949303659798980011</id><published>2011-09-01T21:21:00.000+07:00</published><updated>2011-09-01T21:21:10.330+07:00</updated><title type='text'>Hari Raya Orang Beriman</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-JYU457B-Gvw/Tl-Un7d23UI/AAAAAAAAAGw/rm_yEKXmwa0/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-JYU457B-Gvw/Tl-Un7d23UI/AAAAAAAAAGw/rm_yEKXmwa0/s1600/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;HR. Anas bin Malik, dari Rasulullah, Rasulullah SAW. bersabda : "Ada 5 hari Raya  bagi orang-orang beriman. Pertama, Hari Raya tiap hari, dimana pada tiap hari itu  Ia tidak melakukan dosa, itulah hari rayanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Kedua, Hari Raya kematiannya,  dimana ia meninggalkan dunia dengan iman, bersyahadat, &amp;amp; selamat dari  godaan syetan, itupun tergolong hari raya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Ketiga, Hari Raya di padang  mahsyar, dimana ia melewati ash-shiroth dalam keadaan aman, terhindar dari  siksa kiamat &amp;amp; zabaniah, itupun tergolong hari raya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;Keempat, Hari  Raya di syurga, dimana ia masuk syurga terhindar dari api neraka. Itulah  hari raya yg diidamkannya. Kelima, Hari Raya pemuncaknya, dimana ia  menghadap Allah &amp;amp; langsung bertatap muka. Itulah hari raya yg tiada  bandingannya."&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt; Wahai saudaraku seiman, masih tersisa waktu sedikit untuk  memperbaiki kinerja ramadhan kita tahun ini, smoga shaum ramadhan kali  ini menjadi wasilah &amp;amp; sarana memasuki 5 pintu Hari Raya sebagaimana  disebut Rasululllah sehingga kita menjadi fitri. Selamat Hari Raya 'Idul  Fitri 1432 H Mohon Maaf Lahir Batin. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-8949303659798980011?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/8949303659798980011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/hari-raya-orang-beriman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8949303659798980011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8949303659798980011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/09/hari-raya-orang-beriman.html' title='Hari Raya Orang Beriman'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JYU457B-Gvw/Tl-Un7d23UI/AAAAAAAAAGw/rm_yEKXmwa0/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-30721234256785594</id><published>2011-08-26T11:33:00.002+07:00</published><updated>2011-09-09T16:13:18.330+07:00</updated><title type='text'>Sekeping Fiqh Muamalat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Bwm97tFAcMs/Tlchmbs1DRI/AAAAAAAAAGs/gkllc2WKeX0/s1600/ekonomi+syariah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/-Bwm97tFAcMs/Tlchmbs1DRI/AAAAAAAAAGs/gkllc2WKeX0/s1600/ekonomi+syariah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1e1e1e; font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; word-spacing: 2px;"&gt;Mengapa saya sebut sekeping? Ya karna pada artikel ini saya hanya akan sedikit membahas tentang cabang Fiqh Muamalah yaitu Ekonomi Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1e1e1e; font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1e1e1e; font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 20px; word-spacing: 2px;"&gt;Salah satu hal yang membuat saya tertarik dengan Ekonomi Islam, adalah karena sistemnya yang telah terkonsep dengan menjamin kecukupan. Dalam sebuah ensiklopedi paling lengkap sejagat raya, Al Qur’anul Karim, ayat 43 hingga 48 Surat An Najm, baru saja saya menyadari keistimewaan ayat ini, ketika diingatkan Bang Ippho dalam buku mega best sellernya Percepatan Rezeki, &amp;nbsp;bahwasanya;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #1e1e1e; font-family: verdana; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="border-left: 5px solid rgb(221, 221, 221); margin: 15px 30px 0px 10px; padding-left: 20px;"&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Dialah yang mematikan dan menghidupkan,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Dialah yang menciptakan pria dan wanita,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Jika logika saya yang menyusun ayat-ayat itu, melengkapi ritme kalimat sebelumnya yang berlawanan antara keduanya. Tawa dan tangis. Mati dan hidup. Pria dan wanita. Maka kaya, pastilah miskin. Tapi disinilah janji dari ‘Penulis’-nya, Dia akan memberikan kecukupan. Bukan kemiskinan. Jenius bukan? Allahu akbar… Karena pada dasarnya, Allah tidak pernah memberikan kemiskinan. Mengutip perkataan seorang Dhonald Trumph, bila kau terlahir&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;miskin&lt;/i&gt;, itu bukan salahmu. Tetapi apabila kamu mati&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;miskin&lt;/i&gt;, ITU SALAHMU.”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Lalu, kenapa banyak umat Islam yang miskin? Realita dan fakta di negeri kita saja. Bahkan, yang kita sebut ustadz pun banyak yang miskin dengan berdalih mencari harta itu menjerumuskan kita untuk cinta dunia dan takut mati. Wallahu’alam, jika itu bukan sebuah alasan, saya yakin sepenuhnya bahwa itu hanya tentang perbedaan pendapat kita dalam memahami makna miskin. Tapi yang jelas, dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga hanya Ali bin Abi Thalib saja yang tidak kaya. Namun, kali ini saya tidak akan membahas banyak tentang kekayaan para sahabat terdahulu ataupun keharusan menjadi muslim yang berharta di zaman ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Saudaraku, satu hal yang membuat saya benar-benar semakin tertarik jika bicara tentang Ekonomi Islam adalah Islam itu sendiri. Betapa Islam telah mewarnai peradaban terdahulu. Ketika Islam saat ini semakin meluntur, peradaban dunia -bukan hanya dunia Islam yang saya maksud tapi sungguh universal- seluruhnya menjadi semakin bobrok. Jauh dari nilai kemanusiaan dan kesejahteraan. Konspirasi yang sedang menggurita saat ini pun, tujuannya adalah menyejahterakan satu pihak. Sedangkan cita-cita Islam adalah menyejahterakan alam raya. Jika kita anggap ini sebuah perang, tentang kalah dan menang, maka ketika Islam yang menjadi pemenang, yang kalah pun akan diperlakukan sebaik-baiknya. Bukan malah diberlakukan semena-mena seperti yang tiap hari terjadi di belahan bumi Islam yang masih terjajah. Percayalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Begitu pula dengan sistem ekonomi. Sistem ekonomi yang ada saat ini telah terbukti hanya menguntungkan satu pihak. Lihatlah, dengan bangganya pemerintah mengumumkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat. Namun sayangnya, kabar gembira ini tidak mencerminkan kegembiraan yang sebenarnya bagi umat di negeri ini. Berjuta orang masih tetap miskin, masih tetap menganggur, masih tetap bodoh. Kenapa? Karena sesungguhnya, perhitungan itu diukur dari faktor konsumsi agregat penduduk. Maka, wajarlah ketika semakin banyak mobil mewah yang berseliweran di jalan ibu kota, makin banyak barang mewah yang diimpor masuk ke negeri ini, makin meningkat pula pertumbuhan ekonomi Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Dibalik itu pula saya masih percaya satu hal. Tentang harapan. Harapan itu pasti selalu ada. Negeri yang tidak punya harapan pastilah negeri yang telah mati. Sayangnya, Indonesia ternyata tidak separah itu untuk disebut negeri yang mati. Masih banyak orang yang mengurai harapan di negeri ini, bahkan orang pemerintah sekalipun, malah semakin banyak tiap harinya. Walaupun harapan mereka masih jauh untuk jadi nyata, tapi perlahan dan pasti, kekuatan untuk bersabar membawa mereka mewujudkan harapan itu, bahkan memberi harapan kepada yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Tentang sebuah harapan…&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Tahun 1991, bank pertama murni syariah lahir. Meruntuhkan semua anggapan miring ketika itu, dimana merek Islam menjadi label yang dianggap dapat mengganggu stabilitas pemerintahan, muslimah berjilbab pun didiskriminasi, Bank Muamalat Indonesia berdiri. Bahkan ketika saat itu, Menteri Perekonomian bukan dari umat Islam. Tapi, dengan konsep yang memang bagus, proposal ini didukung oleh beliau dan banyak pihak lainnya. Sehingga secara kelembagaan, ekonomi Islam telah resmi lahir melalui Bank Muamalat Indonesia di negeri ini. Ini adalah salah satu harapan yang saya maksud. Sebuah sistem solutif.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Langkah, berikutnya adalah bagaimana Bank Syariah dapat eksis dan diterima oleh masyarakat. Ditandaskan oleh A. Riawan Amin, Dirut BMI saat ini dan penulis buku&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;Satanic Finance&lt;/i&gt;, masih banyak kekurangan yang ada dalam perbankan syariah saat ini. Namun, itu jauh lebih baik dari pada tidak ada sama sekali. Perbankan syariah ibarat tanaman, masih kecil, tapi jika banyak pihak yang tidak mendukung atau malah memvonis melabelkan haram pada bagian-bagian yang ada dalam sistem bank syariah, sama saja dengan membonsaikan ekonomi Islam sendiri*. Saya setuju dengan beliau, karena sesungguhnya tujuan ekonomi Islam bukan hanya sekedar membangun sebuah bank syariah dengan&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;market share&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang mendominasi. Bukan itu sepenuhnya. Tapi, bank syariahlah yang akan menjadi lokomotif penggerak sistem ekonomi Islam dan sembari itu pastinya akan lebih mudah bagi bank syariah untuk menjadi Islami seutuhnya.&lt;i style="font-style: italic;"&gt;It’s all about process…&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Hingga kapan? Hingga umat ini siap mendukung sepenuhnya pertumbuhan bank syariah. Jadi, sekecil apapun kontribusi Anda dalam menjauhi ekonomi ribawi, semakin optimis negeri ini tanpa riba.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Sistem ekonomi seperti apakah sebenarnya ekonomi Islam itu? Pertanyaan bagus yang jawabannya tidak sesederhana pertanyaannya. Sedikit menarik sejarah, sistem ekonomi Islam adalah sistem yang menjadi batu bata pertama dari dakwah kenabian. Rasulullah sebelum dikenal sebagai Rasul, telah mendapat gelar&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;shadiq&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(jujur) dan&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;amin&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(terpercaya) dari sosok beliau sebagai seorang pedagang. Strategi penguasaan medan dakwahpun tidak terlepas dari pengalaman beliau selama menjadi pedagang. Namun pada umumnya, sejarawan kurang memperhatikan aktifitas ekonomi di pasar sebagai sentra awal perubahan besar dalam suatu masyarakat.&lt;a href="http://www.fimadani.com/fiqh-muamalat-paradigma-ekonomi-orang-berharta/#_ftn1" style="color: #336699; text-decoration: none;" title=""&gt;&lt;sup&gt;&lt;sup&gt;[1]&lt;/sup&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Cara beliau berdagang menjadi sumber rujukan para sahabat dalam menjalankan strategi perdagangannya. Begitu pula ketika Al Qur’an telah diwahyukan kepada Rasulullah, semua aturan terkait cara berinteraksi dalam aktivitas ekonomi disampaikan secara lengkap. Sehingga Al Qur’an dan Sunnah menjadi rujukan utama dalam sistem ekonomi Islam. Hasilnya? Perekonomian menjadi baik, selama tidak ada oknum yang menyimpang dari sistem ini. Bahkan di zaman Dinasti Khalifah Umar bin Abdul Aziz, tidak ada satupun rakyat yang layak dizakati karena tidak ada lagi orang miskin. Subhanallah…&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Sistem Ekonomi Islam adalah sistem yang pelaksanaannya disandarkan pada petunjuk AlQur’an dan sunnah Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;“Kemudian kami menjadikan bagi kamu suatu syari’ah, maka ikutilah syari’ah itu. Jangan ikuti hawa nafsu orang-orang&amp;nbsp; yang tidak mengetahui.” (Al Jatsiyah: 18).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Dalam sistem Ekonomi Islam saat ini, hukum-hukum itu bisa kita kenal sebagai Fiqh Muamalat. Pada dasarnya, Fiqh Muamalat telah merangkum secara umum apa yang dipelajari dalam ekonomi mikro dan ekonomi makro. Menurut Dr. Mustafa Ahmad&amp;nbsp; Zarqa, pengertian Fiqh Muamalat adalah hukum-hukum tentang perbuatan manusia yang berkaitan dengan hubungan sesama manusia mengenai harta kekayaan, hak-hak dan penyelesaian sengketa. Jadi, itu semua meliputi jual-beli, sewa-menyewa, hutang-piutang, pinjam-meminjam, dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Saya sama sekali tidak memaksa pembaca untuk memahami apa yang saya sampaikan seutuhnya, tapi saya lebih berharap semuanya mau memahami bahwa sistem ini telah Allah sediakan untuk kita. Ketika semua sistem buatan manusia tak lagi ada yang ampuh.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Kunci sistem ekonomi Islam ini sebenarnya sangatlah sederhana dan benar-benar relevan dan dapat diterima logika bahkan bagi manusia yang mengaku tidak punya Tuhan sekalipun, jika mereka mau berpikir. Menurut kaidah ushul fiqh, hukum-hukum yang berlaku dalam muamalat adalah mubah jika tidak ada dalil yang melarangnya. Maka, Fiqh Muamalat mengatur prinsip-prinsip yang menjadi dasar untuk berinteraksi. Prinsip-prinsip inilah yang terbukti memberikan kecukupan bahkan kekayaan bagi tiap eksekutonya. Prinsip-prinsip itu adalah :&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-size: 12px; list-style-type: none; margin: 0px 0px 14px 30px; padding: 0px;"&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Melarang memakan makanan secara bathil (QS An Nisa’:29)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Melaksanakan transaksi bisnis atas dasar ridha (QS An Nisa’:29)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Pencatatan transaksi hutang-piutang (QS Al Baraqah:282)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Akad tansaksi bisnis disaksikan oleh saksi (QS Al Baqarah:282)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Larangan riba (QS Al Baqarah:275-279)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Keterkaitan sektor moneter dengan sektor riil (QS Al Baqarah:275)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Investasi dengan sistem mudharabah, musyarakah, ijarah&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sasaran kebijakan fiskal Islam melalui zakat (QS Al Maidah:60), (QS Al Anfal:41).&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Larangan menyuap/sogok (QS Al Baqarah:188)&lt;/li&gt;&lt;li style="font-size: 12px; list-style-position: outside; list-style-type: square; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Memberikan keringanan bagi “debitur” yang tak mampu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Maka, bisa kita simpulkan bahwa pola pelaku ekonomi yang seharusnya adalah berprinsip pada keadilan, kepercayaan, tidak ada kedzhaliman, serta kejelasan dalam tiap transaksi atau yang biasa disingkat MAGHRIB: MAisir, GHarar, RIba, Bathil. Ditambah lagi instrumen zakat yang membedakan sistem ini dengan sistem lainnya. Inilah hakikat kaya yang sebenarnya. Ketika harta yang ada dipegang oleh orang yang shalih, maka itu adalah sebaik-baiknya harta.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Permasalah ekonomi yang banyak dipahami sekarang dan hingga sekarang masih disampaikan di sekolah-sekolah adalah adanya keterbatasan sumber daya untuk memenuhi keinginan manusia yang tidak terbatas. Padahal, salah besar. Menurut pemikir ekonomi Islam dari mazhab mainstream, masalahnya ada pada distribusi yang tidak merata. Inilah teori yang begitu relevan dalam memahami kondisi perekonomian dunia saat ini. Ketika capital, modal, sumber daya dikuasai oleh satu pihak dan tidak terdistribusi secara merata maka akan mengganggu kestabilan ekonomi. Dimana penguasa tidak memperhatikan kepentingan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;Mengenai sumber daya yang terbatas, apakah benar? Allah telah memberi kecukupan pada semua makhluknya, dengan perhitungan sempurna. Tidak ada yang tak adil. Hanya saja tangan manusia telah merusak keseimbangan ini. Mengacau timbangan keadilan dalam distribusi. Maka dalam Fiqh Muamalat, keganjilan dan penyimpangan ini dipelajari juga secara utuh, dan bagaimana solusinya. Sekarang tinggal pada individu-individu muslim yang siap merubah perilaku ekonominya agar dapat mengembalikan kejayaan perekonomian layaknya kisah peradaban Islam terdahulu dengan semua kejayaannya. Tak ada kata yang tak mungkin jika itu adalah kebaikan. Hanya saja, benarlah jika&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;kebaikan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang tidak&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;terorganisasi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dapat dikalahkan dengan kejahatan yang&amp;nbsp;&lt;i style="font-style: italic;"&gt;terorganisasi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Ali bin Abi Thalib). Umat Islam belum sepenuhnya bersatu untuk mengatur sistem kehidupannya. Menjadikan Islam sebagai prinsip hidup, paradigma keoptimisan pada sistem ekonomi berlandaskan Islam, dengan Fiqh Muamalat yang mengatur pengelolaan harta bagi mereka yang berharta agar ‘tak ada lagi kemiskinan’.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px 0px 17px; word-spacing: 2px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-30721234256785594?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/30721234256785594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/sepotong-fiqh-muamalat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/30721234256785594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/30721234256785594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/sepotong-fiqh-muamalat.html' title='Sekeping Fiqh Muamalat'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Bwm97tFAcMs/Tlchmbs1DRI/AAAAAAAAAGs/gkllc2WKeX0/s72-c/ekonomi+syariah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-8804491843904273383</id><published>2011-08-25T11:55:00.003+07:00</published><updated>2011-09-11T20:32:22.985+07:00</updated><title type='text'>Buku = Ideologisasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: Verdana,sans-serif; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JjR35mkk6Ww/TlXVFvG1P-I/AAAAAAAAAF4/mzXcbvCD0hk/s1600/books.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/-JjR35mkk6Ww/TlXVFvG1P-I/AAAAAAAAAF4/mzXcbvCD0hk/s200/books.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 16px;"&gt;Peran buku dalam proses ideologisasi dapat dipetakan menjadi dua karakter besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;buku dapat berfungsi sebagai gambaran dan ekspresi ideologi yang telah disusun secara kronologis maupun sistematis sehingga memudahkan bagi setiap orang untuk mengingat, melihat, mengevaluasi dan membuktikan kapasitas jati diri setiap individu maupun kelompok tertentu, bertahan lama dan kandungan maknanya dapat bergerak secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman.&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 16px;"&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small; line-height: 16px;"&gt;&amp;nbsp;buku juga dapat berfungsi sebagai media transformasi nilai, inspirasi maupun ide baru bagi seseorang untuk meresponnya hingga pada tataran operasional, baik dalam bentuk penolakan, dukungan maupun pengembangan dalam berbagai karakter, corak dan gerakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Verdana,sans-serif;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: small; line-height: 20px;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5505982184085947574" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Buku sebagai gambaran ideologi tidak berarti bahwa setiap ide pasti dapat dibukukan. Sebuah ide terkadang hanya dapat diungkapkan melalui sikap, kata-kata maupun pernyataan yang terkadang hanya sepotong, belum berupa kalimat sempurna, sehingga belum bisa dicerna dan dimengerti secara utuh. Boleh jadi ide yang masih terpendam memerlukan alat bantu dari pihak lain untuk menerjemahkan maksud hati yang masih sangat abstrak, sehingga mendapatkan kesesuaian dan penyempurnaan dalam bentuk pernyataan yang dimaksudkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Karena itu, bagi setiap insan yang mempunyai banyak ide, namun tidak dapat mewujudkan dalam bentuk sikap maupun kata-kata yang dapat dilihat atau diperdengarkan, maka dapat meminta bantuan pada pihak lain untuk menerjemahkannya sehingga sesuai dengan seperangkat ide yang dimaksudkannya. Demikian pula halnya, bagi setiap insan yang sudah sampai pada tahap kemampuan mengekspresikan ide melalui kata-kata dengan pernyataan yang sangat sempurna sekalipun, tidak semuanya akan bisa bertahan lama, kecuali hal tersebut telah ditorehkan dalam sebuah karya, gambar, tulisan maupun buku melalui keterampilan mencatat, menulis dan merumuskannya secara maksimal, kronologis dan sistematis, baik melalui pihak lain, alat rekam maupun alat bantu lainnya, Demikian pula tahap selanjutnya adalah mewujudkan ideologi dalam bentuk pernyataan, tulisan dan pembukuannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Proses aktualisasi ideologi semacam pemikiran di atas, sesungguhnya sejalan dengan proses historis tentang pembukuan al-Qur’an, al-Hadits, Kitab-kitab Fikih, Tasawuf, Bahasa, Sastra maupun lainnya adalah juga membutuhkan rentang waktu cukup lama, sejak dari bentuk kewahyuan, penghayatan, penghafalan dan pengamalan hingga berupa mushaf dan kitab yang dapat dikaji, dianalisis bahkan dapat dijadikan sebagai pijakan dasar dalam proses pembentukan ideologi, teologi maupun pedoman hidup bagi setiap insan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Secara normatif, tahap-tahap transformasi tersebut dapat didasarkan pada QS al-Syura: 51 yang menegaskan bahwa tranformasi ide maupun kesan dapat ditempuh melalui tiga tahap.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, melaui proses ilham, atau pencampakan ide secara langsung tanpa melalui perantaraan.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;proses transformasi ide malalui informasi di balik tabir, yakni sesuatu yang bisa diperdengarkan, namun tidak dapat dilihat dan disaksikan melalui kasat mata.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ketiga,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;tahap transformasi ide melalui media yang dapat dilihat, diperdengarkan dan dapat dirasakan. Buku yang berfungsi sebagai dokumen, juga tidak semuanya dapat melahirkan ide-ide baru bagi para pembacanya, kecuali jika buku tersebut benar-benar memiliki daya tarik, daya dukung dan kesesuaian dengan harapan dan kepentingan yang lebih luas. Demikian pula sebaliknya, bahwa ide-ide dasar yang tercantum pada buku tersebut, terkadang justru mendapat perlawanan dalam bentuk penolakan melalui seperangkat argumen yang digulirkan dalam berbagai media, baik melalui media cetak maupun lainnya. Dengan demikian, keberadaan buku akan tetap menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mengorbitkan sejumlah ideologi di tengah kehidupan. Tetapi sebaliknya, dengan sebuah karya terkadang juga bisa menjadi batu sandungan dalam mencapai kesuksesan. Contoh: dengan adanya al-Qur’an dan al-Hadits dapat mengantarkan ideologi yang benar, namun dengan kehadiran buku yang sesat justru akan menghadirkan sejumlah kerusakan di berbagai pihsak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Sebaliknya, tranformasi pesan juga dapat dilakukan melaui pembentukan ideologi yang dimulai dari tahap realitas menuju hakikat, yaitu dari sumber informasi sacara visual, audio-visual, dalam bentuk buku, tulisan maupun karya sejenisnya yang dapat disaksikan. Tahap kedua adalah pembentukan ideologi melalui sumber informasi audio maupun sesuatu yang hanya dapat didengar, hanya berupa kata-kata yang belum berwujud tulisan. Dan tahap ketiga adalah berupa sikap dan perasaan sebagai prinsip dasar ideologi yang terdalam, mencakup segala sesuatu sesuai dengan jangkauan pengetahuan maupun pengalaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; line-height: normal; margin: 0cm 0cm 0pt; text-align: justify; text-indent: 14.15pt;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-JjR35mkk6Ww/TlXVFvG1P-I/AAAAAAAAAF4/mzXcbvCD0hk/s1600/books.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;Kerangka pikir di atas tampaknya sejalan dengan pemikiran Fakhruddin al-Razi yang menegaskan bahwa proses transformasi ideologi dapat ditempuh melalui dua start.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, dengan cara berpegang teguh pada hakikat nilai-nilai dasar, kemudian dikembangkan menjadi realitas dengan segala bentuknya. Karena itu, bagi siapaun yang mempunyai ide akan tetap menjadi abstrak dan tidak aplikatif, kecuali hal itu diungkapkan melalui sikap, disuarakan melalui kata-kata dan diwujudkan dalam bentuk karya nyata.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dapat diawali dengan cara berpegang teguh pada realitas untuk dianalisis menuju tahapan yang lebih bermakna, hingga menembus pada jati diri dan hakekat yang dimaksudkannya. Naskah maupun buku misalnya, merupakan sebuah dokumen yang tampak, dapat dibaca dan dijadikan sebagai pijakan dasar dalam menentukan sikap, pendapat dan tindakan. Walhasil, peran buku akan menjadi sangat penting dalam kehidupan, baik perannya sebagai bentuk ekspresi ideologi maupun bentuk media yang dapat melahirkan sejumlah ideologi baru yang lebih besar manfaatnya dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Para cerdik cendikia menggambarkan bahwa pengetahuan bagaikan binatang liar, sedangkan tali adalah pengikatnya. Karena itu, ikatlah pengetahuan tersebut dengan tali yang kuat. Coba bayangkan apa yang terjadi jika tanpa buku, tanpa catatan dan tanpa suara?. Selamat mencoba dan berlatih melalui budaya menulis sebagai proses pengembangan idelogi yang lebih dinamis dan profesional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-size: small;"&gt;-Jihad Al-Akbar- &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-8804491843904273383?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/8804491843904273383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/buku-ideologisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8804491843904273383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8804491843904273383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/buku-ideologisasi.html' title='Buku = Ideologisasi'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-JjR35mkk6Ww/TlXVFvG1P-I/AAAAAAAAAF4/mzXcbvCD0hk/s72-c/books.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-3377431985086319175</id><published>2011-08-17T08:35:00.000+07:00</published><updated>2011-08-17T08:35:38.130+07:00</updated><title type='text'>Catatan Subuh : Renungan Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-y259qwbXyUY/TksaWmLGSQI/AAAAAAAAAFY/DSOooSZzSwM/s1600/indonesia-flagvyex.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://4.bp.blogspot.com/-y259qwbXyUY/TksaWmLGSQI/AAAAAAAAAFY/DSOooSZzSwM/s200/indonesia-flagvyex.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px;"&gt;17 Agustus 1945 M / 9 Ramadhan 1364 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tanggal keramat atau sakral menandakan klimaksnya sebuah kepatriotikan (kepahlawanan) dalam bentuk pengorbanan dan perjuangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Puncak ditumpas habisnya kolonialisme dari negri “Surga Dunia”.. Puncak berakhirnya tetesan darah syahid tentara-tentara Nasionalis..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;“Tak kukenal tanah air selain Islam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 12pt;"&gt;Ada Syam disana dan Lembah Nil semacam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 12pt;"&gt;Setiap Negeri tempat nama Allah diseru&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="PT-BR" style="font-size: 12pt;"&gt;Seluruh penjurunya kuhitung bagian relung negeriku” –Mursyid ‘Am-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kemerdekaan..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bukan seringkas upacara bendera yg berdurasi kurang lebih 2 jam, bukan pula ‘semeriah’ lomba makan krupuk dan lomba-lomba sejenis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagi saya itu tidak ada gunanya, entah itu upacara bendera dengan ritual-ritual semu-nya yang hanya bersifat formalitas dan bentuk kemerdekaan simbolik yang hanya terus-menerus mempercantik halaman atau teras Indonesia, tanpa melihat dalam rumah Indonesia kita, tanpa memperhatikan bentuk kemerdekaan yang substantif (mendalam) seperti melakukan perenungan-perenungan atas apa yang terjadi di masa silam kemudian di refleksikan (cerminkan) di masa skarang dan masa yang akan datang. Itu jauh lebih esensial &amp;amp; substantif.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Itu baru ritual kenasionalisasian, belum ritual-ritual ‘hedonis’ tradisionil sederhana ala ‘kita’, lomba makan krupuk yang familiar, untungnya tidak ada lomba makan botol kecap atau makan beling dan paku beserta bahan-bahan material yg lain.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sama sekali tidak menandakan Independence values atau nilai-nilai kemerdekaan, lebih baik melakukan langkah-langkah taktis dan strategis untuk sekarang ataupun besok dalam menyamakan suhu kemerdekaan antara lebih dari 66 tahun yang lalu dengan detik ini atau Aksi (baca : demo) juga boleh, menuntut hak-hak kemerdekaan yang bagi saya, saya yakin kita semua, umat ini belum merdeka. Bangsa boleh merdeka, tp suprastrukturnya (baca : manusia)? Belum !!! mau bukti? Pergilah sekali-kali rihlah (berjalan-jalan) untuk mengunjungi lampu-lampu merah, emperan-emperan toko di pinggiran jalan, atau pergi ke panti-panti sosial atau tempat-tempat ‘terpojok’ yang lain. Disanalah semua kaum yang kita perjuangkan yang dikatakan sebagai ‘orang-orang tidak merdeka’. Dalam pandangan saya tetap saja Indonesia bangsa terjajah, hanya peralihan penjajahan saja, dari kolonialisme barat ke kolonialisme lokal.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Tetapi terlepas dari itu semua dan kecarut-marutan bangsa ini yang masih terjerembab ke dalam nasionalisme dangkal, kita tetap pada poros perjuangan independensi moral dan integritas, karna sudah terlalu banyak cita-cita bangsa dan umat yang belum tercapai, kemudian menyemai nasionalisme baru sehingga apa yang kita cita-citakan dapat terealisasi tentunya dengan semangat patriotik dan gerakan-gerakan visioner dan dalam paragraph yang terakhir ini saya menegaskan, tantangan dan pekerjaan utama adalah berusaha sekuat tenaga untuk menyamakan suhu perjuangan 66 tahun yang lalu dengan detik ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;“Zamrud Khatulistiwa terbebas, lepas. Bukan dari bambu kosong. Tetapi bambu berisi tekad, kerja keras, dan perjuangan. Dengan teriakan menggema, ke seantero bumi pertiwi. Menggeloranya jihad seisi negeri. Punggung pun tegap berdiri, melangkahkan kaki untuk negri ini.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ijinkan kami anak negri untuk terus mengabdi dengan cinta, Bekerja untuk Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Memahat kata Mengukir Makna&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Jk93wCUZ89k/TksaxKktyrI/AAAAAAAAAFc/VWZKmGXqhHk/s1600/298992_1473222246563_1713886020_698187_340631_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="272" src="http://1.bp.blogspot.com/-Jk93wCUZ89k/TksaxKktyrI/AAAAAAAAAFc/VWZKmGXqhHk/s400/298992_1473222246563_1713886020_698187_340631_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-3377431985086319175?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/3377431985086319175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/catatan-subuh-renungan-kemerdekaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3377431985086319175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3377431985086319175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/catatan-subuh-renungan-kemerdekaan.html' title='Catatan Subuh : Renungan Kemerdekaan'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-y259qwbXyUY/TksaWmLGSQI/AAAAAAAAAFY/DSOooSZzSwM/s72-c/indonesia-flagvyex.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-2759991963411378905</id><published>2011-08-14T14:10:00.004+07:00</published><updated>2011-09-09T23:01:39.019+07:00</updated><title type='text'>Lagi-lagi Cinta</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-pY8tI4TPwA8/TkeY36in2ZI/AAAAAAAAAFU/83LpUf0dFtw/s1600/cinta-sejati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="195" src="http://3.bp.blogspot.com/-pY8tI4TPwA8/TkeY36in2ZI/AAAAAAAAAFU/83LpUf0dFtw/s200/cinta-sejati.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mungkin saya pernah menulis sebuah artikel berceritakan cinta, entah kenapa saya tertarik untuk menulisnya kembali, tetapi kali ini dalam bentuk yg lebih spesifik, bukan karna melankolis ataupun bentuk romantisme belaka, sama sekali bukan ! Mungkin hanya ‘inspirasi angin’ atau bentuk ‘kegerahan’ terhadap &lt;i&gt;society reality&lt;/i&gt; dan bentuk penguatan idealisme saja. (paragraf ini hanya curhat saja mungkin ^^) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Sahabatku..&lt;br /&gt;Kali ini saya akan sedikit memberikan sebuah pencerahan atau &lt;i&gt;brighting think &lt;/i&gt;tentang cinta, tentang sebuah hal abstrak yg seringkali disempit-artikan oleh kita, karna ini bukan sesingkat cerita antara dua insan sahabat, bukan ! Karna ini (cinta) adalah sketsa panjang yg akan jauh lebih indah melebihi cerita antara dua insan itu, bila kita rangkai, kita tulis lalu kita bukukan dan kita rawat itu dengan baik pula atau dengan kata yang lain, kita buat benihnya, kita semai di tanah yang subur, kita sirami lalu tumbuhlah ia, berbuahlah ia dan manis, &amp;nbsp;kawan..&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yg pernah mendengar teman-teman di sekitarnya atau siapa saja yang mengatakan ini kepada lawan jenisnya yang belum ada ikatan pernikahan tentunya, “Aku cinta banget sama kamu sayang, aku gak mau kehilangan kamu, kamu cinta sejatiku” atau dengan redaksi&amp;nbsp; yang berbeda tetapi dengan makna yang sama. Mungkin kalau saya yang mendengar saya bisa tertawa terbahak-bahak melebihi tertawa akibat menonton OVJ, (lebay).. Sungguh,naïf sekali hidupnya kalau ada yang seperti itu ^^ Bagi saya, itu semua adalah &lt;i&gt;bullshit&lt;/i&gt; dan bentuk dari “egoisme” saja, terkecuali itu semua ada di dalam ikatan pernikahan, pasti berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Itulah kawan yang membedakan antara pencinta palsu dan pencinta sejati, pencinta palsu hanya berbuat dengan kata-kata, sedangkan pencinta sejati berbuat dengan amal (kerja). Adakah disaat orang itu mengucapkan kata-kata tersebut sembari memikirkan saudara-saudaranya yang ada di Indonesia yang menderita saat ini, atau mungkin di Palestina? Atau mungkin bencana kemanusiaan yang saat ini sedang ter&lt;i&gt;ekspose&lt;/i&gt;, di Somalia yang jelas-jelas lebih membutuhkan cinta kita? Adakah kawan? Adakah yang menangis, bergerak dan berkorban ketika saudara-saudara yang ada di dekat kita di Indonesia ini yang ditindas oleh birokrat &lt;i&gt;Thagut&lt;/i&gt; yang dzolim, adakah yang menangis, bergerak dan berkorban ketika sahabat-sahabat kecil Palestina kita diterjang peluru-peluru timah panas dan bom-bom fosfor Yahudi Laknatullah, adakah kawan yang menangis, bergerak dan berkorban ketika melihat anak-anak kecil Somalia yang tulangnya dibungkus oleh kulit kawan, kulit ! Bukan daging ! Ada kawan? Kemungkinan ada, tetapi sangat sangat sangat sangat kecil frekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Harga diri (izzah) kita diinjak, harga diri (izzah) kita direnggut, cinta kita mati, cinta kita hitam kawan. Sibuk kita dengan jalan dan cinta kita masing-masing, bodo amat kita dengan mereka. Hidupkan izzah dan kemuliaan kita dengan cinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Maka pencinta sejati adalah air. Maka pencinta sejati adalah matahari, ia tumbuh dan berkembang karena siraman airnya dan ia besar dan berbuah karena sinar cahayanya. Seperti itulah visualisasinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan cinta kita beramal, dengan cinta kita tegakkan kejayaan peradaban &lt;i&gt;Dien&lt;/i&gt; ini di muka bumi, dengan cinta kita tebarkan pesona jiwa kita yang terindah, dengan cinta kita lukis langit dengan indah, kita selami indahnya lautan dalam cinta yang akbar yang melintasi kutub, gurun, pegunungan, lautan, hutan, dan zaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Belajarlah dari kupu-kupu, tidak menunggu diminta untuk menjadi indah, tetapi indahlah dengan sendirinya tanpa diminta dan dipaksa oleh siapapun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;“Allahummaghfir, lil muslimiina wal muslimaat. Wal mu’miniina na wal mu’minaat… Rabbana atina fiddunyaa hasanatawwa fil aakhirati hasanatawwaqina adzabannaar.. ”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ya Allah, ampunilah para mukmin lelaki dan perempuan. Ampunilah mereka yang berserah diri, yang pria maupun wanita. Yang masih hidup ataupun telah wafat mendahului kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat. Duhai Dzat yang memenuhi segala hajat, ampunilah kami... &lt;span class="gen"&gt;Ya Tuhan kami, berilah kami &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; di dunia dan &lt;span style="background: none repeat scroll 0% 0% white;"&gt;kebaikan&lt;/span&gt; di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka…"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-2759991963411378905?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/2759991963411378905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/lagi-lagi-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2759991963411378905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2759991963411378905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/08/lagi-lagi-cinta.html' title='Lagi-lagi Cinta'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-pY8tI4TPwA8/TkeY36in2ZI/AAAAAAAAAFU/83LpUf0dFtw/s72-c/cinta-sejati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-3909584337824125381</id><published>2011-07-30T22:56:00.001+07:00</published><updated>2011-07-30T23:08:12.979+07:00</updated><title type='text'>Kontemplasi dini</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTi4F-DJQY5zrqyMwnMuSkDSU2TIvwcSoUq4cNA3VpzrOCTfO-Bxnmb1zE" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTi4F-DJQY5zrqyMwnMuSkDSU2TIvwcSoUq4cNA3VpzrOCTfO-Bxnmb1zE" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; line-height: 16px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;"Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yang tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman. Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat tapi rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, ada juga pezina yang tampil sebagai figur panutan. Ada orang punya 'ilmu tapi tak paham, ada yang paham 'ilmu tapi tak mengamalkannya. Ada yang pintar tapi membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar. Ada orang beragama tapi tak berakhlak, ada yang berakhlak (moral) tapi tak bertuhan. Lalu diantara semua itu dimana aku berada?" -Ali bin Abi Thalib-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-3909584337824125381?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/3909584337824125381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/kontemplasi-dini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3909584337824125381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3909584337824125381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/kontemplasi-dini.html' title='Kontemplasi dini'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-759169762363399918</id><published>2011-07-30T10:29:00.001+07:00</published><updated>2011-09-09T15:44:46.684+07:00</updated><title type='text'>Menghindari Riba Di Bulan Suci Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Verdana,Geneva,sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sXxTVSufW7s/TjN6mWdiydI/AAAAAAAAAFI/u05Hbo5ecPE/s1600/riba.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://3.bp.blogspot.com/-sXxTVSufW7s/TjN6mWdiydI/AAAAAAAAAFI/u05Hbo5ecPE/s200/riba.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Orang–orang yang beriman yang sedang&amp;nbsp; melakukan puasa, tentu mendambakan puasa&amp;nbsp;&lt;i&gt;khawash&lt;/i&gt;, yakni tingkat kualitas puasa yang istimewa, sehingga amalnya bisa diterima Allah dan puasanya bukan bukan lagi sekedar menahan lapar, dahaga dan hubungan seksual.&amp;nbsp;&lt;span id="more-386"&gt;&lt;/span&gt;Salah satu upaya untuk mencapai puasa yang khawash itu adalah menghindarkan segala yang diharamkan selama puasa, seperti judi, riba, menggunjing, dsb. Salah satu dosa yang harus dihindari adalah memakan riba.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Dalam Islam, riba termasuk dosa besar yang harus dijauhi. Sebuah hadist riwayat Bukhari Muslim meriwayatkan bahwa Nabi Saw bersabda,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“ Tinggalkanlah tujuh perkara yang membinasakan. Para sahabat bertanya, “ Apa itu ya Rasul ? beliau menjawab, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri ketika perperangan berkecambuk, menuduh wanita suci berzina”. ( HR. dari Abu Hurairah )&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Dalam hadist riwayat Muslim bahwa Jabir berkata, “&lt;i&gt;Rasulullah melaknat dan mengutuk orang yang makan riba ( kreditur ) dan orang yang memberi makan orang lain dengan riba ( debitur ). Rasul juga mengutuk penulis yang mencatat transaksi riba dan saksi – saksinya. Nabi Saw bersabda, “ Mereka semuanya sama&lt;/i&gt;”.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, Abdullah bin Mas’ud memberitakan bahwa Nabi Saw bersabda, “&lt;i&gt;Riba itu mempunyai tujuh puluh tiga pintu, sedang yang paling ringan adalah seorang yang menikahi ibunya sendiri “. (HR. Ibnu Majah dan Hakim)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Dalam hadist lain Nabi bersabda, “&amp;nbsp;&lt;i&gt;Empat golongan yang tidak dimasukkan kedalam syurga dan tidak merasakan nikmatnya, yang menjadi hak priogatif Allah, Pertama, peminum khamar, pemakan riba, pemakan harta anak yaitm dan pendurhaka kepada orang tuanya”.&lt;/i&gt;(HR. Hakim). Abdullah bin Hanzalah, meriwayatkan bahwa Rasulullah&amp;nbsp; bersada, “&amp;nbsp;&lt;i&gt;Untuk satu dirham riba di sisi Allah lebih besar dati tiga puluh enam kali berzina yang dilakukannya dalam Islam”.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Darul Quthany).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Anas bahwa Rasulullah SAW telah berkhutbah dan menyebut perkara riba dengan bersabda, “&lt;i&gt;Sesungguhnya satu dirham yang diperoleh seseorang dari riba, lebih besar dosanya disisi Allah dari tiga puluh enam kali berzina. Dan sesungguhnya sebesar–besar riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim”.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Baihaqi dan Ibnu Abu Duanya). Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas , bahwa Nabi bersabda.&amp;nbsp;&lt;i&gt;“ Apabila zina dan riba telah merajalela dalam suatu negeri, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah diturunkan kepadanya”.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Hakim).&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Amru bin Ash mendengar langsung Nabi mengatakan,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Bila riba merajalela pada suatu bangsa, maka mereka akan ditimpa tahun peceklik ( krisis ekonomi ). Dan bila suap – menyuap erajalela, maka mereka suatu saat akan ditimpa rasa ketakutan“.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(HR. Ahmad). Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “&lt;i&gt;Jauhilah dosa – dosa yang terampunkan, yaitu, pertama, curang ( menipu &amp;amp; korupsi ), siapa yang curang, maka pada hari kiamat nanti,akan didatangan kepadanya siksa. Kedua, pemakan riba, barang siapa memakan riba, maka ia dibangkitkan hari kiamat nanti dalam keadaan gila dan membabi buta.&lt;/i&gt;” ( HR. Thabarani )&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Abdullah bin Mas’ud memberitakan bahwa nabi SAW bersabda,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“setiap orang yang banyak makan riba, maka urusannya berakibat pada kekurangan”. (HR. Ibnu Majah dan Hakim).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maksudnya, pemakan riba selalu merasa kurang karena rakus pada uang dan harta. Sedangkan uangnya tidak diberkati Allah. Hal ini telah difirman Allah dalam Al-quran, “&lt;i&gt;Allah mencabut berkah dari riba menyuburkan ( memberkati ) sedeqah”. (QS. 2 : 276)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Dalam beberapa hadist dijelaskan, bahwa berkembangnya riba merupakan tanda- tanda akhir zaman (kiamat). Hal ini menunjukkan bahwa riba termasuk dosa besar yang harus dijauhi umat Islam. Dua hadist dibawah ini menginformasikan kepada kita hal diatas. Abu Hurairah memberitakan bahwa Nabi SAW bersabda,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“Sungguh akan datang suatu zaman atas manusia, dimana tak seorang pun yang hidup saat itu, kecuali makan riba. Barangsiapa yang tidak memakannya, akan terkena debunya”. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa nabi Muhammad SAW bersabda,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“menjelang kiamat akan merajalela zina, riba dan minuman keras”. (HR. Thabrani ).&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Demikianlah diantara dosa – dosa riba menurut Al-Qur’an dan Hadist Nabi Muhhamad SAW.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Menuju Sistem Ekonomi Syari’ah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Dalam kenyataannya, sistem moneter dunia sudah dikuasai oleh sistem bunga sejak berabad- abad lamanya. Sistem&amp;nbsp; ribawi kapitalisme itu, jelas tidak sesuai dengan syariah Islam. Karena itu seluruh ulama dunia saat ini telah sepakat bahwa sistem bunga adalah bentuk riba yang diharamkan (Hasil Konferensi Ulama OKI 1971). Saat ini, semua profesor dan doktor ekonomi Islam yang belajar di barat yang jumlahnya sampai ratusan orang itu, telah ijma’ tentang keharaman bunga dan menunjukkan solusinya, yakni sistem bank syariah tanpa bunga.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Para ulama dahulu yang sebagian kecil membolehkan bunga, kini semuanya mencabut fatwanya, sebab ternyata bank tanpa bunga bisa berkembang dengan baik malah lebih unggul dari bank ribawi. Oleh karena itu, seluruh uang umat Islam, harus memasukkan, menyimpan atau mendepositokan uangnya di bank syariah, agar terjamin kehalalannya dan lembaga bank Islam makin kuat serta ekonomi umat semakin meningkat. Dengan demikian ongkos naik haji, sangat tidak layak disetor ke bank yang menerapkan sistem bunga/riba, apalagi uang mesjid dan majlis ta’lim. Semuanya seharusnya&amp;nbsp; dikelola secara syariah Islam, agar hasilnya halalan thayyiban.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Bila riba masih kita amalkan, maka dosa – dosa besar tersebut semakin melilit kita. Bagaimana mungkin Allah memenuhi permohonan dan doa kita sedangkan kita membuat dosa besar yang setara dengan zina. Bagaimana mungkin Allah memabrurkan haji kita, sedangkan biaya haji diputar secara ribawi.&amp;nbsp; Maka, sudah saatnya kita berhubungan dengan lembaga bank dan keuangan syariah, baik menabung, deposito, giro, setoran haji, dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perbuatan yang lalu dimaafkan Allah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Dalam pemikiran ummat Islam mungkin timbul pertanyaan, bagaimana perbuatan kami selama ini yang menabung, mendepositokan dan menyetor ONH dengan sistem riba ? Al- quran memberikan jawaban. “&lt;i&gt;Illa Ma Qad Salaf“.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Maksudnya, urusan pada masa lalu itu adalah persoalan masa lalu, “Wa Amruhu Ilallah”, yakni, urusannya diserahkan kepada Allah Yang Maha Pengampun.&amp;nbsp; Tegasnya, perbuatan masa lalu jangan menjadi pikiran, insya Allah, Dia akan memanfaatkannya, yang penting sekarang adalah hijrah ke sistem syariah sembari minta ampun kepada Allah. Jangan buang – buang waktu lagi. Tetapi ingat !, Allah berfirman,&amp;nbsp;&lt;i&gt;“ Siapa lagi yang mengulangi praktek riba, maka ia kekal dalam neraka”. ( QS. 2:275 ).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 0px; padding: 0px 0px 15px; text-align: justify;"&gt;Oleh karena sistem bunga tak sesuai dengan syariah, maka seluruh umat Islam harus berusaha keras mengubah sistem moneter dari sistem kapitalisme ke sistem syariah. Perubahan ini tidak saja dalam bentuk konversi dari sistem konvensional menjadi syariah, seperti yang dilakukan Bank Syariah Mandiri, BNI 46, Bank IFI, dll, tetapi juga membangun lembaga bank syariah yang bebas riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-759169762363399918?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/759169762363399918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/menghindari-riba-di-bulan-suci-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/759169762363399918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/759169762363399918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/menghindari-riba-di-bulan-suci-ramadhan.html' title='Menghindari Riba Di Bulan Suci Ramadhan'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sXxTVSufW7s/TjN6mWdiydI/AAAAAAAAAFI/u05Hbo5ecPE/s72-c/riba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-3349802512494434450</id><published>2011-07-15T17:03:00.000+07:00</published><updated>2011-07-15T17:03:49.340+07:00</updated><title type='text'>Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MO_QiOfNCPo/TiAQCt1rwPI/AAAAAAAAAEI/OyOemw4rcT8/s1600/anak-anak-gaza-palestina-250x205.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://1.bp.blogspot.com/-MO_QiOfNCPo/TiAQCt1rwPI/AAAAAAAAAEI/OyOemw4rcT8/s200/anak-anak-gaza-palestina-250x205.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sumber : Islamedia &lt;br /&gt;Oleh : Habiburrahman El-Shirazy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Pagi ini kami ingin sekolah&lt;br /&gt;Kami rindu pada madrasah kami yang indah&lt;br /&gt;Kami rindu pada cerita Lubna dan Antarah&lt;br /&gt;Tentu juga Sirah Rasulillah&lt;br /&gt;Pagi ini kami ingin secuil roti&lt;br /&gt;Kami ingin sepotong keju&lt;br /&gt;Setetes susu&lt;br /&gt;Dan sebutir Tin dan Zaitun&lt;br /&gt;Pagi ini kami ingin belaian cinta&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Ayah kami tercinta&lt;br /&gt;Paman kami tercinta&lt;br /&gt;Kakek kami tercinta&lt;br /&gt;Pagi ini kami ingin matahari&lt;br /&gt;Yang cerah menyinari gaza&lt;br /&gt;Dan mengusir segala kecemasan jiwa&lt;br /&gt;O Tuhan, apakah mereka akan merampas juga&lt;br /&gt;Matahari kami, atau menutup Gaza&lt;br /&gt;Tanpa matahari&lt;br /&gt;Sehingga tak ada lagi pagi bagi kami&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Biarlah mereka mengucilkan kami dari dunia&lt;br /&gt;Asal setiap pagi&lt;br /&gt;Kau masih tersenyum pada kami&lt;br /&gt;Dunia tidak penting lagi bagi kami&lt;br /&gt;Tuhan&lt;br /&gt;Kami tidak pernah mengemis kemerdekaan pada siapapun&lt;br /&gt;Karena kami telah memiliki kemerdekaan itu&lt;br /&gt;Setiap kami menyebut nama-Mu&lt;br /&gt;Dan setiap kami rukuk dan sujud kepada-Mu&lt;br /&gt;Tuhan ini pagi ini kami tetap tersenyum kepada-Mu&lt;br /&gt;Maka tersenyumlah kepada kami&lt;br /&gt;—&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Puisi  ini pernah dibacakan dalam Konferensi Internasional Pengajar Bahasa  Arab Dunia Islam, di Universitas Al Azhar Indonesia, Juli 2010.  Dibacakan kembali pada acara Asia-Pacific Community Conference for  Palestine di Jakarta, 29 Juni 2011)&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-3349802512494434450?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/3349802512494434450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/doa-anak-anak-gaza-di-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3349802512494434450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3349802512494434450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/doa-anak-anak-gaza-di-pagi-hari.html' title='Doa Anak-Anak Gaza di Pagi Hari'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MO_QiOfNCPo/TiAQCt1rwPI/AAAAAAAAAEI/OyOemw4rcT8/s72-c/anak-anak-gaza-palestina-250x205.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4804902383049161067</id><published>2011-07-15T14:53:00.001+07:00</published><updated>2011-07-15T16:04:06.549+07:00</updated><title type='text'>Ini adalah tentang Kita..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-wcrdEG2iqkM/TiACXd86u8I/AAAAAAAAAEA/zc1Pil4kamo/s1600/arti-sebuah-kemenangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-wcrdEG2iqkM/TiACXd86u8I/AAAAAAAAAEA/zc1Pil4kamo/s200/arti-sebuah-kemenangan.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sepertinya saya dan kita semua sudah ‘eneg’ dan bosan ya rasanya melihat kesemrawutan dan kotornya perpolitikan dan pemerintahan negara kita tercinta ini, sampai-sampai tidak sedikit rakyat khususnya pemuda-pemuda yang jijik dan enggan berkenalan dengan yang namanya politik dan pemerintahan, padahal tidak kita ingkari pemuda adalah salah satu elemen investasi terbesar pembangun peradaban, dan rakyat adalah unsur pembentuk negara, kalau sudah tidak ada lagi sinergi atau simbiosis antara pemerintah, negara dan rakyat, mau dibawa kemana arah kemajuan negara kita tercinta ini?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebenarnya krisis nomor wahid yang dari dulu hingga saat ini sedang kita pikul dan susah untuk kita lepaskan adalah persoalan krisis kepemimpinan. Orang-orang munafik yang mengisi posisi-posisi strategis disana mungkin tidak pernah melihat saudara-saudara kita, teman-teman kita yang ada di lampu merah sana kawan, yang ada di pasar dengan hanya bermodal kayu lalu sedikit dipasang tutup-tutup botol minuman lalu berharap uang Rp. 500 atau mungkin lebih sedikit dapat mereka genggam, mereka tidak melihat orang-orang tua tidur di emperan-emperan toko, mungkin mereka hanya melihat hiruk pikuk antrian mobil-mobil mewah di Ibukota ya, atau mungkin mata mereka dibutakan? Atau telinga mereka tuli ya? Gila memang negeri ini. Entahlah, yang pasti saya setuju dengan ungkapan seorang aktivis mahasiswa Orde Lama, Soe Hok Gie, “Lebih baik diasingkan daripada mati pada kemunafikan”, atau ungkapan kepesimisan oleh Ahmad Wahib (aktivis mahasiswa islam Orde Lama) ini kawan,”Semuanya ini membuat aku cemas menghadapi masa depan, gairah, senang, tapi di lain pihak putus asa, takut, cemas, dan lain-lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan kita keliru menanggapi semua kecemasan, kekelaman, kesuraman ini kawan. Kesuraman ini tidak menyebabkan kita jatuh pada keadaan, ataupun berada dalam suatu inaction (mati gerak) atau statis, tetapi justru kesuramanlah yang memacu kita untuk senantiasa bersikap dinamis, membongkar segala-galanya yang dzolim dan menyusun baru kembali segalanya pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di awal-awal dekade kejayaan Indonesia, sebenarnya kita pun telah ditipu dan dipengaruhi oleh permainan-permainan birokrasi, ketika gerakan-gerakan kemahasiswaaan di Indonesia mulai di-intervensi dan ‘disetir’ oleh kepentingan-kepentingan birokrasi, yang pasti saya yakin itu adalah modus, dan ini mengawali krisis kepercayaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Langit akhlak rubuh, di atas negeri berserak-serak. Hukum tak tegak, doyong berderak-derak….. Malu aku jadi orang Indonesia.” (Taufiq Ismail)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah Taufik Ismail lewat sajak yang berjudul Malu (Aku) jadi orang Indonesia memdeskripsikan secara jelas dekonstruksi negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ide menarik tentang reformasi kepemimpinan yang dalam kata lain membersihkan bumi ini dari kepemimpinan yang tidak baik, penuh kedzaliman dan penindasan digantikan dengan kepemimpinan yang baik (sholeh), adil dan menyejahterakan. Kita pun sebenarnya masih bingung jembatan apa yang dibutuhkan diantara cita-cita Indonesia yang menjulang dan realitas, kapasitas dan kapabilitas negara kita yang pas-pasan, tetapi idealnya kita tetap memperjuangkan berdirinya sistem kepemimpinan yang baik. Tentu, semua orang tahu bahwa kesejahteraan atau kemusnahan manusia bergantung kepada siapa yang memimpin,  lihat saja keretapi ; arah perjalanannya ditentukan oleh lokomotif. Para penumpang di dalam gerbong seakan tidak ada pilihan lain kecuali dengan arah yang dibawa oleh lokomotif. Tetapi tentu sebelumnya penumpang berhak menentukan pilihan kemana tujuan akhirnya hingga sampailah kita pada sebuah pilihan, menjadi lokomotif yang baik atau penumpang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, saya yakin bahwa kita semua rindu akan kejayaan 14 abad yang lalu, karunia yang luar biasa mungkin apabila kita dapat hidup di masa itu, bermesra-mesraan dengan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan. Rindu kita akan negarawan-negarawan besar seperti Abu Bakar Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib ; kemudian ada penakluk-penakluk raksasa seperti Khalid bin Walid, Amr bin Ash, Hamzah bin Abdul Muthalib, Al-Fatih, Sholahuddin Al-Ayyubi ; ada ulama-ulama masyhur seperti Zaid bin Tsabit, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Imam-imam madzhab dll ; kemudian ada lagi intelijen handal seperti Salman Al-Farisi ; ada perawi-perawi hadits yang cerdas seperti Abu Hurairah, Aisyah ; ada pengusaha-pengusaha konglomerat dan hebat seperti Abdurrahman bin Auf, Khadijah dan tentu kita ingat pada abad ke-18 ketika Indonesia dipenuhi dengan pejuang-pejuang tangguh seperti Pangeran Diponegoro, Bung Tomo, Buya Hamka, KH. Ahmad Dahlan dll. Pada setiap mereka berdiri satu menara kehidupan yang tinggi yang menerangi alam raya dengan cahaya yang terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kemudian risalah-risalah dan karya-karya itu terwariskan dari masa ke masa secara kontinyu, hingga terhentilah warisan itu pada 3 abad terakhir ini. Dan cukuplah kita muarakan semua ini dalam satu keyakinan seperti Sayyid Quthb ramalkan situasi ini dan berkata dengan penuh keyakinan bahwa “Islam adalah masa depan”, atau “Masa depan di tangan Islam” dan keyakinan bahwa gerhana yang menutupi sinar risalah untuk sampai ke bumi ini segera berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*sebuah koreksi untuk saya, kita, dan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-never ending spirit-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4804902383049161067?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4804902383049161067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/ini-adalah-tentang-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4804902383049161067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4804902383049161067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/ini-adalah-tentang-kita.html' title='Ini adalah tentang Kita..'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wcrdEG2iqkM/TiACXd86u8I/AAAAAAAAAEA/zc1Pil4kamo/s72-c/arti-sebuah-kemenangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4475469819037846464</id><published>2011-07-10T16:04:00.002+07:00</published><updated>2011-09-09T16:10:43.636+07:00</updated><title type='text'>Press Release "Balancing dan Optimalisasi Pajak &amp; Zakat"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Bw4-Wg9aNDA/Th_25blpwCI/AAAAAAAAAD0/2zzvc4XKgXc/s1600/Cara-Menghitung-Zakat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bw4-Wg9aNDA/Th_25blpwCI/AAAAAAAAAD0/2zzvc4XKgXc/s200/Cara-Menghitung-Zakat.jpg" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Pajak adalah sebagai salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh warga negara sebagai &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang&amp;nbsp; (sehingga dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung yang berfungsi dalam meningkatkan pembangunan nasional seperti infrastruktur, kesejahteraan umum dll dan fakta bahwa pajak adalah pendapatan negara terbesar yang tercantum dalam kebijakan fiskal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tetapi dengan segala kelebihan yang ada di dalam sistem perpajakan ini justru tersibak sebuah lubang besar dan mungkin sebuah kenyataan besar yang memang kita lihat ini sebagai sebuah ketragisan, yaitu persoalan distribusi (keadilan) ekonomi yang tidak tercapai hingga saat ini sehingga berimbas pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;permasalahan kemiskinan yang saat ini menjadi agenda global dan nasional yang tak bisa terpecahkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dan permasalahan pajak hingga saat ini pun tidak pernah tuntas, mulai dari sistem penerimaan, pengelolaan, distribusi atau penyaluran pajak untuk elemen-elemen pembangunan nasional, hingga kasus-kasus pajak dan permasalahan penyelewengan pajak dll. &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hal ini tentu dapat menyebabkan kerugian bagi negara, padahal dengan kita membayar pajak, dapat menutupi&amp;nbsp; pengeluaran rutin negara dan biaya pembangunan tanpa balas jasa yang dapat ditunjuk secara langsung berdasarkan undang-undang dan tidak juga menutup kerugian-kerugian lain yang tentu akan menghabiskan tenaga yang harusnya tersalurkan untuk kemaslahatan dan kesejahteraan negara yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Berdasarkan analisis ini, maka akan coba dikomparatifkan dg salah satu sistem yang akan menjadi solusi dalam permasalahan-permasalahan ini,&amp;nbsp; yaitu zakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Zakat sebagai salah satu elemen yang &lt;i&gt;c&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: #333333; font-style: normal;"&gt;oncern&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;kepada pembangunan sosio-ekonomi rakyat (umat) mempunyai perhatian yang tinggi untuk melepaskan kemiski­nan dan keterbelakangan, tanpa harus didahului oleh gerakan ­revolusi kaum miskin dalam menuntut perubahan nasibnya. Perhatian terhadap kemiskinan&lt;span class="apple-converted-space"&gt; ini pun&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;tidak bersifat insi­dentil, tetapi reguler dan sistematis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Keberadaan zakat sebagai sebuah instrumen sosial ekonomi pun memiliki aspek historis tersendiri pada masa kejayaan Islam. Zakat sebagai sebuah elemen dalam dimensi perekonomian telah memainkan peranan penting dalam membentuk aspek fiskal dalam struktur perekonomian sebuah negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Pada kenyataan yang ada negara-negara Islam khususnya Indonesia mengalami ketergantungan yang tinggi terhadap sistem dan pola yang ditawarkan oleh sistem ekonomi dan keuangan konvensional, tidak heran jika jumlah hutang luar negeri Indonesia sangat besar dan inilah kemudian yang menyebabkan terjadinya proses pendiktean oleh negara dan lembaga donor terhadap Indonesia sebagai akibat dari ketidakmampuan untuk keluar dari perangkat hutang tersebut. Padahal, solusi penyelesaiannya sebenarnya tergantung dari kemauan kita untuk bisa lepas dari hutang dan ketergantungan terhadap asing&amp;nbsp; dengan cara membangun fundamental ekonomi yang kuat dengan mengoptimalkan potensi ekonomi masyarakat, sehingga nantinya akan tercipta sistim ekonomi dan keuangan yang lebih mandiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;Keberadaan Zakat di Indonesia pun belum mampu di optimalkan dengan baik oleh negara, padahal potensi keberadaan zakat yang luar biasa mampu memberikan solusi terhadap pengentasan kemiskinan dan memberikan kesejahteraaan berupa pemerataan pendapatan antara kaum kaya dan miskin, kemudian mengurangi kesenjangan sosial, tercapainya keadilan dalam ekonomi, dan pengelolaan zakat pun bisa difungsikan ke dalam distribusi konsumtif berupa santunan untuk fakir miskin dsb maupun distribusi produktif berupa permodalan usaha kecil untuk kaum miskin pula.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;Kemudian slama ini pun pemerintah hanya mempropagandakan pajak sebagai kewajiban yang dikenakan kepada masyarakat, dengan mengesampingkan kewajiban zakat padahal notabene Indonesia adalah penduduk muslim terbesar di dunia dan kami menuntut kepada pemerintah agar secara serius terlibat dan mendukung penuh dalam sistem zakat seperti sosialisasi, pengelolaan, regulasi dsb.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;Selanjutnya pada UU Zakat No.38 tahun 1999 pun sendiri bila diteliti hanya sebatas tataran konsep definitif, teknik aplikatif dan regulatif saja, sebagai contoh pada Pasal 2, “Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat.” dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Pasal 3, “Pemerintahan berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan dan pelayanan kepada muzzaki, mustahiq, dan amil zakat.” Tidak ada aplikasi nyata dari pemerintah dan tidak ada kekuatan penerapan di dalam masyarakat dan dituntut pula agar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;pemerintah membuat kebijakan yang bersifat aplikatif dan represif (paksaan) terkait kewajiban zakat dan &lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;definisi zakat sebagai harta yang tumbuh dan berkembang harus diimplementasikan dalam sebuah kebijakan yang nyata di lapangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebagai implikasi kebijakan, idealnya pemerintah lebih serius dalam mengoptimalkan peran zakat sebagai salah satu sumber penerimaan negara. Untuk mendukung keseriusan ini pemerintah dapat membuat suatu gerakan nasional yang dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk berzakat, sebagaimana halnya dengan gerakan keluarga berencana nasional yang terprogram, terarah dan berkesinambungan. Gerakan ini juga hendaknya didukung oleh gerakan edukasi masyarakat tentang pentingnya berzakat baik bagi individu, maupun bagi kelompok masyarakat, maupun masyarakat luas secara umum. Tanpa demikian mungkin akan sulit mewujudkan realisasi zakat untuk mencapai potensinya. Karena sebagaimana kita lihat gerakan keluarga berencana yang terprogram baru menampakkan hasilnya setelah 20-30 tahun. Keberhasilan gerakan ini akan menjadikan negara ini menjadi negara yang mandiri setidaknya dapat menggunakan dana ini dalam usaha-usaha pengentasan kemiskinan&amp;nbsp; yang selama ini masih menggunakan dana pinjaman dari luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dan sebagai tuntutan yang terakhir adalah diharapkan agar pemerintah dapat memberdayakan pajak dan zakat secara beriringan sesuai dengan fungsinya masing-masing dimana pajak dapat dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan nasional seperti infrastruktur dsb dan zakat dapat dialokasikan untuk mewujudkan cita-cita keadilan sosial ekonomi, dan sekali lagi secara tegas mengecam konsentrasi asset kekayaan pada sekelompok tertentu dan menawarkan konsep zakat, infaq, sedeqah, waqaf dan institusi lainnya, seperti pajak, jizyah, dharibah, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;-Jihad Al-Akbar- &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4475469819037846464?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4475469819037846464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/press-release-balancing-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4475469819037846464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4475469819037846464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/press-release-balancing-dan.html' title='Press Release &quot;Balancing dan Optimalisasi Pajak &amp; Zakat&quot;'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Bw4-Wg9aNDA/Th_25blpwCI/AAAAAAAAAD0/2zzvc4XKgXc/s72-c/Cara-Menghitung-Zakat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4994911212667005110</id><published>2011-07-10T15:36:00.007+07:00</published><updated>2011-09-09T17:10:38.800+07:00</updated><title type='text'>Problema para aktivis harakah islamiyah..</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-ionbXZBpyks/TiADrH5RyTI/AAAAAAAAAEE/kbE1sOH13JY/s1600/Aktivis.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="117" src="http://4.bp.blogspot.com/-ionbXZBpyks/TiADrH5RyTI/AAAAAAAAAEE/kbE1sOH13JY/s200/Aktivis.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada suatu hal yang menjadi persoalan serius dalam umat Islam! Banyak para harakah, organisasi, aliran dalam Islam. Yang menyerukan tentang persatuan. Hanya saja, persatuan yang mereka inginkan lebih bersifat penyatuan. Bukan persatuan yang menginginkan kesatuan. Di Indonesia pun, sering terjadi. Mereka lebih menonjolkan harakah atau organisasi mereka. Persatuan, sering digembargemborkan dalam setiap harakah atau organisasi. Tetapi sayangnya. Persatuan yang mereka inginkan, lebih bersifat menyatukan harakah atau organisasi lain kedalam harakah atau organisasinya sendiri. Ini yang membuat menjadikan persatuan tidak terjaga dengan baik. Beberapa cemoohan, hujatan dan celaan harakah atau organisasi satu dengan yang lainnya ! Sepertinya, kita terhambat dengan pola perjuangan harakah dan organisasi yang mementingkan diri mereka sendiri.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang aktivis dakwah yang dengan mudah mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati. Akhlak mereka menjadi bias, dengan &lt;i&gt;ashabiyah &lt;/i&gt;yang mereka punyai ! Bahkan, ada sebuah harakah yang menghina seorang ulama besar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasan Al Banna, seorang ulama yang begitu masyhur dalam dakwahnya, harus dihina dan fitnah. Kasihan, bahkan, isu yang digemborkan adalah Hasan Al Banna merupakan seorang yang membela orang-orang Israel. Membela kaum-kaum Yahudi!&amp;nbsp; Padahal, semua tahu. Bahwa banyak kader-kader Hasan Al Banna yang diterjunkan untuk turut berperang saat Israel menyerang Palestina. Dan bahkan, hampir-hampir saja. Kader-kader Hasan Al Banna dapat mengalahkan pasukan Israel. Kalau pada saat itu, Anwar Saddat seorang presiden Mesir yang zhalim itu tidak menangkapi kader-kader Hasan Al Banna !&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ironis, seorang kader yang menunjukkan eksistensinya dalam dunia Islam harus  dipenjarakan dan dibunuh oleh orang-orang munafik. Tetapi hebatnya,  kader-kader Hasan Al Banna tidak pernah mengeluh dalam setiap  perjuangannya. Dan bahkan, mereka tidak melakukan sebuah kemakaran terhadap negaranya. Meskipun saat itu mereka sudah sangat di zhalimi! Sangat hebat. Bahkan, saat kader-kader Hasan Al Banna di penjara. Mereka berfikir, penjara itu adalah bagian dari &lt;i&gt;rihlah&lt;/i&gt; mereka! Saat mereka berada diruang penjara bawah tanah, hingga mereka tidak bisa melihat tangannya sendiri karena gelap. Tapi, sungguh sangat mengesankan. Mereka dengan bergantian meramaikan penjara bawah tanah itu, dengan muraja’ah Al-Qur’an. Subhanallah! Dan Hasan Al Banna adalah seorang pembesar, yang mengakui bahwa Indonesia, adalah negara yang berdaulat! Yang pada saat itu, tidak ada negara yang berani mengakui kemerdekaan Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salut dengan perjuangan yang dilakukan oleh Hasan Al Banna, meskipun kita tidak menafikkan ada ulama-ulama lain selain Hasan Al Banna. Tetapi, sepatutnya kita lebih menyukai dan mengagumi para ulama-ulama besar. Dengan penghormatan dan bukan penghinaan. Ulama manapun! Selama ulama itu dalam koridor syariat yang benar, maka kita akan mengagumi mereka. Karena, kita tidak ingin bertaklid dengan salah satu ulama. Karena ulama adalah manusia, mempunyai kesalahan dan dosa. Tetapi, kebenaran itulah yang seharusnya kita ambil dari setiap para ulama-ulama. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh para ulama. Seharusnya kita pun memahami, bahwa ulama juga manusia. Bukan lantas menyalahkan seluruh&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ajarannya, hingga menafikkan ajaran keberanan-Nya. Adapun saat kita dihina. Maka jangan sekali-kali, kita membalas hinaan mereka dengan balik menghina, karena sesungguhnya, kehinaan itu akan kembali kepada seorang penghina. Dan sekarang, sudah bukan zamannya lagi untuk berdebat dengan sesama muslim. Selama muslim itu benar dalam pandangan syariat, melakukan perbuatan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah, melakukan perbuatan yang tidak dilarang oleh Rasulullah. Maka kita, tidak usah saling membenarkan atau&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menyalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingat, musuh bersama kita sekarang bersatu padu memerangi kita. Mereka sedang menyiapkan senjata-senjata mereka. Senjata materiil, pun senjata propaganda perpecahan umat. Maka kita jangan sampai tertipu daya dengan propaganda itu. Adakalanya, saat kita berdebat. Janganlah mencari pembenaran, tetapi carilah kebenaran untuk kemaslahatan. Bukan kebanaran abstrak yang kolot harus dilakukan. Karena, kita harus ingat. Bahwa jaman terus berubah, banyak aturan-aturan Rasulullah yang tidak mengatur dalam aturan zaman yang akan datang. Dalam konteksnya, ijtihad-ijtihad yang dilakukan ulama satu dengan ulama yang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidaklah boleh saling membuat perpecahan diantara umat Islam. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita ingat bahwa sesungguhnya, sebuah persatuan dalam Islam akan terjadi manakala semua umat Islam mengerti apa yang dilakukannya masing-masing. Usaha usaha untuk saling mengingatkan antara sesama Islam harus dilakukan, tetapi dengan cara bahasa yang santun, tidak menyakitkan hati seorang yang akan kita beri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;pengingatan kembali. Banyak cara agar persatuan Islam dapat kembali, salah satunya seperti yang telah disebutkan tadi. Karena jika kita terlena dengan perang kita sendiri,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sedangkan ada musuh bersama yang sedang mengintai kita. Yang sekarang sedang melakukan persiapan untuk menghancurkan umat Islam. Sekarang, sudah saatnya kita harus bangun dari tidur kita dengan mimpi-mimpi buruk perpecahan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akan menjadi sebuah kehancuran, saat-saat kita masih terbuai dengan mimpi-mimpi berdebat dengan sesama Islam. Jangan-jangan, saat kita terbangun dari tidur. Para musuh  Islam, sudah menodongkan senjata dihadapan kita. Apalagi, saat kita  terbangun. Ternyata kita sudah berada dipenjara-penjara musuh Islam.  Atau, jangan-jangan.. malah saat kita terbangun, kita sudah berada  diakhirat. Dibangunkan oleh malaikat dengan pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang kita lakukan untuk &lt;i&gt;Dien &lt;/i&gt;kita ini. Dibangunkan oleh malaikat, saat kita diakhirat. Karena pada saat kita sedang&lt;i&gt; tertidur&lt;/i&gt;, musuh-musuh Islam telah menjatuhkan bom-bom mereka. Sehingga, kita tidak sadar bahwa kita telah meninggal. Kita telah berad diakhirat, karena kebodohan kita memerangi umat Islam sendiri !&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah kita rela memerangi saudara kita sendiri? Apakah kita memang menginginkan kehancuran umat Islam? Ataukah, karena kita ingin menunjukkan kebenaran yang pada dasarnya hanya ingin memenangkan sebuah perdebatan? Masya Allah. Kita sekarang sedang dilanda dengan berbagai hinaan, cercaan dari umat yang lain. Apakah kita harus saling menghina umat Islam sendiri! Inilah yang memang seharusnya koreksi bagi kita. Meskipun, saudara-saudara kita menghina dengan perkataan yang menyakitkan hati. Cukuplah Allah, mengetahui apa yang kita inginkan. Hanyalah Allah, yang biar membuktikan niat dan cara kita tidak seperti yang mereka duga. Dan biarkanlah hujatan-hujatan itu, Allah yang menjawabnya. Maka seharusnya kita, berlapang dada dalam menerima pengingatan yang menyakitkan. Berusaha berlapang dada dengan hinaan yang mereka ucapkan. Berusaha untuk istiqomah dalam kekuatan yang kita bangun dan kita satukan. Kita tidak usaha memaksa mereka untuk mengikuti cara-cara kita. Kita tidak memaksa mereka mengikuti pola perjuangan yang sedang kita jalankan. Tidaklah sakit hati, jika saat kita dihina oleh mereka. Sehingga kita menjadi terhina. Semua itu harus kita pupuk dalam diri kita. Sehingga kita tidak merasa rendah dibanding mereka! Kita harus ingat bahwa saat dizaman Rasulullah. Perjuangan-perjuangan yang dilakukan bersifat mengikuti apa yang diperintahkan oleh Beliau (Rasulullah). Tetapi disaat zaman setelah Rasululllah kita menjadi ingat, bahwa banyak perbedaan pendapat yang terjadi pada beberapa sahabat Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, perbedaan itu tidak menjadikan sebuah perpecahan umat. Malah menambah semangat untuk memperjuangkan &lt;i&gt;Dien &lt;/i&gt;kita ini. Sehingga kita bisa melihat, bagamaina Abu Bakar dengan Umar saat berbeda pendapat. Kita ingat tentang Utsman dan Ali yang berbeda pendapat. Mereka tetap menyatukan diri dalam satu naungan. Meskipun mereka mempunyai perbedaan yang mencolok. Bahkan kita lihat Khalid bin Walid saat berbeda pendapat dengan Umar bin Khattab. Tidaklah menjadikan perbedaan itu meretakkan hubungan ukhuwah mereka. Mereka tetap dalam koridor-koridor perjuangan yang pasti. Dan tidak saling menyalahkan atas perbuatan yang dilakukan setiap sahabat. Dan tidaklah terdapat hujatan, hinaan, atau bahkan cemoohan dan celaan kepada mereka. Bahkan mereka dengan sangat berlapang dada, saling memuliakan saudaranya saat terjadi perbedaan pendapat. Ini merupakan sebuah contoh yang bagus. Ini merupakan sebuah kekuatan ukhuwah yang harus kita jalankan. Bukan malah menjadikan sebuah perbedaan sebagai hal yang menakutkan. Bahkan menjadikan &lt;i&gt;rival &lt;/i&gt;saudara kita sendiri, saat mereka berbeda pendapat dengan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini merupakan perkara yang besar yang harus kita hadapi. Yang harus kita pahami. Yang harus kita mengerti. Bukan hanya sekedar memaksakan diri untuk mengatakan kepada saudara kita. Bahwa kitalah yang paling besar dan berjasa dalam memperjuangkan agama kita ini. Bahkan mengatakan, kitalah yang paling benar dalam setiap cara perjuangan yang kita lakukan. Jangan ! Cara-cara yang kita gunakan harus tetap sesuai dengan koridor-koridor yang sudah ditetapkan dan diajarkan oleh Rasulullah. Dan bila terjadi sebuah cara yang lain, selama cara itu tidak merugikan atau bahkan menyimpang dari ajaran. Maka seharusnya kita tidak ada sebuah celaan terhadap sesuatu cara baru tersebut. Atau dengan kata lain, kita mudah mengatakan sebuah kebid’ahan kepada saudara kita.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemahaman dan pengertian sesama saudara Islam sangat wajib dilakukan. Bukan celaan dan pembenaran yang menjadikan umat Islam berjaya. Tetapi lebih didasari dengan kerendahan hati, kelembutan bertutur kata, kemulian akhlak kepada setiap saudara umat Islam yang seharusrnya ditunjukkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita semua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wallahua'lam bis shawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4994911212667005110?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4994911212667005110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/untukmu-para-aktivis-harakah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4994911212667005110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4994911212667005110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/07/untukmu-para-aktivis-harakah-islamiyah.html' title='Problema para aktivis harakah islamiyah..'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ionbXZBpyks/TiADrH5RyTI/AAAAAAAAAEE/kbE1sOH13JY/s72-c/Aktivis.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-1631938552688222723</id><published>2011-05-19T13:06:00.005+07:00</published><updated>2011-09-09T17:29:12.914+07:00</updated><title type='text'>Teruntukmu akhi fillah..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Sx_vaN0CdJ4/Th__Uj2tbvI/AAAAAAAAAD8/X7yjBrJFaQU/s1600/sahabat_01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-Sx_vaN0CdJ4/Th__Uj2tbvI/AAAAAAAAAD8/X7yjBrJFaQU/s200/sahabat_01.jpg" width="166" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Janganlah kau takut ketika air mata suci itu terjatuh ke bumi..&lt;br /&gt;Janganlah takut ketika hati menjadi melunak dan sangat2 lembut..&lt;br /&gt;Karna  disitulah letak titik keniscayaan manusia ; lemah dan tak mampu berbuat  apapun ketika dihadapkan pd sbuah takdir yg tdk bisa ditolaknya  sdkipun, hati ini memang sungguh lemah saudaraku..&lt;br /&gt;Takutlah kau  ketika hatimu membatu, keras dan tak dpt disentuh, karna ketika itu  Allah akan men-disfungsikankan smua panca inderamu.&lt;br /&gt;"Allah telah  mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka  ditutup. Dan bagi mereka siksa yg amat berat." (Al-Baqarah : 7)&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Berbahagialah  kau karna hati, jiwa dan cintamu tlah terpatri kuat di dalam mahabbah  dan naunganNya, karna ketika itulah Allah akan mengganjar smua keinginan  yg kau impikan.&lt;br /&gt;Karna ketabahanmu, karna kesabaranmu, yakinlah  dibalik ini smua ada rencana terindah yg tlah di skenariokan olehNya dan  yakinlah bahwa aroma wangi dan manisnya syurga tdk jauh dari ujung  hidung dan pelupuk mata ini. Amin&lt;br /&gt;"dan Dia memberi balasan kepada mereka karna kesabaran mereka dgn syurga dan pakaian sutera." (Al-Insan : 7)&lt;br /&gt;Setiap yg bernyawa pasti akan kembali pada penggenggam jiwa ini, karna sejatinya kita tdk berhak atas apapun di dunia ini.&lt;br /&gt;Teruntukmu saudaraku setetes semangat ini, akhi fillah Fadli Rahman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-1631938552688222723?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/1631938552688222723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/teruntukmu-akhi-fillah-fadli-rahman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/1631938552688222723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/1631938552688222723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/teruntukmu-akhi-fillah-fadli-rahman.html' title='Teruntukmu akhi fillah..'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Sx_vaN0CdJ4/Th__Uj2tbvI/AAAAAAAAAD8/X7yjBrJFaQU/s72-c/sahabat_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-929576741537111048</id><published>2011-05-19T12:57:00.002+07:00</published><updated>2011-07-15T15:46:26.333+07:00</updated><title type='text'>Kenapa harus menangis?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-w9_ezBVkprQ/Th_-EFLzCcI/AAAAAAAAAD4/G3UvybyJrpU/s1600/tangis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="137" src="http://4.bp.blogspot.com/-w9_ezBVkprQ/Th_-EFLzCcI/AAAAAAAAAD4/G3UvybyJrpU/s200/tangis.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;(Diambil dari Islamedia) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudaraku…Kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukankah jalan ini yang telah kau pilih, yang kau katakan akan kau lalui walaupun akan ada ujian, rintangan dan cobaan di dalamnya....jangan ada air mata...kalau kau hanya ingin menangisi kekalahanmu! seberapa besar semangat yang telah kau siapkan untuk terus menuju baris terdepan di jalan da'wah ini..padahal perjalanan ini masih begitu jauh dan tidak membutuhkan jiwa-jiwa lemah yang mudah menyerah...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;saudaraku…kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kau bukanlah mujahid yang lemah...yang sering mengeluh dan mudah kecewa dengan apa yg terjadi...bukankah inilah tabiat jalan dakwah?? Yang akan selalu dilanda ghibah dan fitnah?? Kau masih ingat ketika Muhammad bin Abdullah Rasul kita yang mulia ketika difitnah sebagai tukang sihir?? Apakah kau juga masih ingat dengan Aisyah ra yang difitnah telah berzina?? Apakah juga kau masih ingat penderitaan para sahabat dijalan dakwah ini?? Lalu kenapa masih menangis??? Saat fitnah menderu wajah dakwah hari ini, bukankah fitnah-fitnah yang menerjang dakwah kita dahulu jauh lebih tragis dan menyakitkan?? Tidakkah kita malu untuk mengeluh, menangis, bahkan hengkang dari barisan ini, hanya karena fitnah dan tuduhan keji??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudaraku…kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukankah kita ingin membangun bangunan dakwah yang tinggi dan kokoh? Dan bukankah jika semakin tinggi akan semakin banyak pula yang melihat dan memperhatikan bahkan berniat untuk menghancurkan? Lalu kenapa harus menangis? Jika banyak pihak luar yang berusaha merobohkannya, tidakkah sebaiknya kita berada di garda terdepan untuk menghalau semua makar yang ingin merobohkan bangunan dakwah kita?? Apakah kau menyesal telah membangun bangunan dakwah yang semakin tinggi dan megah?? Apakah kau menyesal jika hari ini bangunan dakwah kita telah terbuka dan nampak jelas karena ia semakin besar dan tinggi dan semua orang bisa melihat bahkan bisa masuk kedalamnya?? Apakah kau hanya ingin membangun pondasi saja untuk dakwah ini? Dimana pondasi takan ada yang melihat?? Lalu dimana manfaat dakwah? Dimana konsep rahmatan lil ‘alamin, jika hanya membangun pondasi tanpa membangun rumah dakwahnya. Bagaimana obyek dakwah bisa masuk kedalam rumah dakwah ini, jika hanya pondasi tanpa bangunannya? Bukankah yang kita inginkan adalah sebanyak mungkin orang bisa masuk kedalam rumah dakwah kita?? Apakah kau ingin sholeh sendiri Saudaraku…?? jika kau ingin sholeh sendiri, kau ibarat bunga yang mekar namun tak menebar keharumannya…percuma!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudaraku…kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika ada penghuni rumah dakwah ini harus keluar? Bukankah sebaiknya kau bersyukur, karena kau masih Allah tetapkan untuk tetap bersama dalam rumah dakwah ini?? Bukankah sebaiknya kau bersyukur, pergi satu datang seribu?? Bukankah engkau juga tahu, sejak panji dakwah ini dikibarkan pada zaman Rasulullah tercinta, banyak yang hengkang dan membangkang serta banyak para pembawa berita dusta? Adalah Ubaidillah bin Jahsy. Kader generasi awal yang menyempal. Bukan kader biasa, ia hidup di bawah dakwah Rasulullah. Bertemu langsung dengan penutup para Nabi. Mendapatkan ajaran dari beliau. Bahkan merasakan pahit getirnya mempertahankan Islam di Makkah, bahkan berpisah dari tanah air menuju negeri seberang. Murtad!!Adalah Abdullah bin Ubay yang gemar membawa berita dusta pada kaum Muslimin, yang sering mempengaruhi keyakinan jama’ah muslimin. Adalah Ustadz Ahmad As-Sukari sang masaikh dakwah di zaman ini yang juga hengkang pada zaman imam syahid Hasan Al-Banna. Bukankah mereka orang-orang hebat saudaraku??? Mereka berguguran seperti ranting yang jatuh dari pohonnya yang besar. Musuh-musuh dakwah ini mengira, dengan mengambil salah satu ranting yang jatuh, akan merobohkan pohonny yang besar. Namun yang terjadi adalah, ranting itu semakin kering tanpa ruh kehidupan, sedangkan pohon dakwah ini terus tumbuh semakin tinggi dan besar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudaraku…kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika jalan ini terlalu sukar, jika beban ini terlalu berat. Memang begitulah dakwah! Kau berharap semua berjalan dengan tenang, senang, tanpa gangguan, tanpa cercaan, tanpa makar, tanpa fitnah…?? saudaraku..kau ibarat mengharapkan kehadiran rembulan di tengah siang..mustahil!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenapa harus menangis??&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jika kini wajah dahwah kita seolah tertampar dengan berbagai isu yang terus berkembang dan memojokkan dakwah kita.. jika kini, keluarga dan masyarakat dilingkungan kita ikut terbawa arus media yang tak henti mengabarkan berita dusta. Tak perlu kau menangis dan kecewa, Karena mereka tak faham sama sekali saudaraku, mereka hanya mendengar dan wajar mereka percaya, karena mereka tak memiliki kematangan fikroh, kekuatan ruhiyah, kelapangan ukhuwah, sedangkan kau?? Bagaimana mungkin engkau menangis karena berita dusta yang melanda dakwah yang tersebar lewat media? Dimana nilai-nilai tarbiyah selama ini kau letakkan, jika kabar media begitu kau percaya dari pada saudaramu sendiri? Lalu apa bedanya kau dengan masyarakat yang tak tertarbiyah. Wajar mereka terbawa media tapi kau??? Bukankah seharusnya ini akan menambah keyakinanmu akan kebenaran jalan ini, yang takan pernah sepi dari gangguan dan cobaan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kenapa harus menangis saudaraku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kalau ternyata masih tersisa banyak harapan untuk meraih kemenangan abadi kelak…masih banyak ladang amal kebaikan yang terhampar dibuminya yang indah.. masih banyak jiwa-jiwa perkasa yang tak henti meneriakan kalimatullah..masih banyak jiwa-jiwa perindu ar-Royan yang tetap ikhlas beramal di kafilah dakwah, masih banyak saudara-saudara kita disini yang terus berbuat dengan keikhlasannya untuk ummat.. masih banyak saudara-saudara kita yang berlomba meringankan beban ummat di area bencana, bahkan mereka ikhlas membantu meringankan beban ummat sampai fukushima..tetaplah menjadi bagian dari dakwah ini saudaraku…jika mereka ada salah, itulah membuktikan mereka manusia bukan malaikat tanpa salah dan dosa..apakah kau seperti malaikat tanpa khilaf???&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jangan menangis saudaraku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mari kembali kita satukan langkah, kita kuatkan tekad, kita kepalkan tangan dan kita teriakkan takbir sekencang-kencangnya, agar bergetar sealam raya, agar bergetar jiwa-jiwa mukmin karena asma-Nya, agar bergetar musuh-musuh dakwah ini karena ketakutannya…mari kita kumpulkan energI, kita genggam tangan kanan kita, kita bakar semangat kita dalam dada, kita gentarkan musuh-musuh kita dan kita takbir bersama sekeras-kerasnya..ALLAHU AKBAR…………!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“tangan bergenggam tangan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saksikanlah janji kami…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk teguh dalam barisan…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk maju atau hancur bersama…”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-929576741537111048?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/929576741537111048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/kenapa-harus-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/929576741537111048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/929576741537111048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/kenapa-harus-menangis.html' title='Kenapa harus menangis?'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-w9_ezBVkprQ/Th_-EFLzCcI/AAAAAAAAAD4/G3UvybyJrpU/s72-c/tangis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-3706592680769128917</id><published>2011-05-19T12:33:00.005+07:00</published><updated>2011-09-09T16:39:03.081+07:00</updated><title type='text'>Kita akan kembali pada-Nya</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-JRRtcsph408/TbDPDQaK3XI/AAAAAAAAAA8/4XUFsFd5lss/s1600/kematian.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-JRRtcsph408/TbDPDQaK3XI/AAAAAAAAAA8/4XUFsFd5lss/s200/kematian.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-yKgVYzAlqus/TdS0nYkvrSI/AAAAAAAAADI/nnOdv4zaBaQ/s1600/allah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam  surat Al-Baqarah, Allah dua kali menggandengkan kata ”sabar” dengan  keyakinan akan kembalinya kita kepada Allah SWT. Yang pertama ada pada  ayat ke 45 &amp;amp; 46.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Jadikanlah  sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu  sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu)  orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa  mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS 2: 45-46).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan yang berikutnya ada pada ayat 155-156.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;“Dan  sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,  kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita  gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila  ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi  raaji’uun”. (QS 2 : 155-156). Arti Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un  itu seperti yang sudah kita ketahui bersama: ”Sesungguhnya kami adalah  milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.” Kalimat itu dinamakan  kalimat istirja’ yang disunatkan dibaca ketika mendapat musibah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalimat  tersebut tentu saja bukanlah sebuah mantra yang dibaca tanpa makna.  Tapi kalimat itu sendiri adalah kalimat mendalam yang memberikan  kesejukan, hiburan, kekuatan, dan sugesti ketika musibah datang. Sugesti  itu tidak akan datang sendirinya tanpa kita memahami dan menghayati  maknanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kesadaran  bahwa kita akan kembali pada-Nya memang merupakan sebuah penyejuk.  Dalam surat Az-Zumar ayat 10 Allah berfirman, ”… Sesungguhnya hanya  orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”  Janji Allah tentang pahala tanpa batas ini tidak akan terealisasi  kecuali setelah kita kembali pada-Nya. Selama kita masih di dunia,  kematian menjadi batas bagi pahala yang kita dapat. Tapi setelah kita  kembali pada-Nya, dalam kehidupan surga yang abadi (QS 98 ayat 8) ,  itulah saat yang mungkin pahala tanpa batas terealisasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan  ingat juga tentang apa yang telah Allah janjikan bagi orang yang  sabar,”Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah  adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada  orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah  mereka kerjakan.” (An-Nahl : 96)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita  akan kembali pada Allah yang kekal, meninggalkan segala sesuatu yang  akan lenyap. Karena itu, kenapa kita bersedih atas apa yang akan binasa?  Kenapa kita tidak mengharapkan pahala yang kekal dan yang lebih baik  dari yang kita kerjakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka sabarlah, kita akan kembali pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perhatikan surat Al-Baqarah ayat 153-157.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;153  : ” Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai  penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;154  : ” Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di  jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu  hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;155  : ”Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit  ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan  berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada  surat 154, cerita tentang orang yang gugur di jalan Allah menyelingi  dua ayat yang berbicara tentang kesabaran. Ayat yang menyelingi itu  bertutur tentang hidupnya orang yang telah gugur di jalan Allah, telah  kembali pada-Nya, meskipun kita tidak menyadarinya. Mereka tetap hidup  dengan berbagai kenikmatan yang Allah berikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tentu  saja ayat ini tidak sekedar menyelingi dari dua ayat yang berbicara  tentang kesabaran, tapi ayat ini sangat relevan dan memiliki hubungan,  juga dengan ayat 156 (telah dikutip di atas). Ayat ini bercerita  bagaimana tentang keadaan orang-orang yang sabar yang telah kembali pada  Allah. Karena tidak mungkin kita bisa hidup di jalan Allah hingga  kemudian gugur di jalan-Nya tanpa ada kesabaran dalam mengarungi jalan  Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka sabarlah, kita akan kembali pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;*****&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena kita akan kembali pada Allah, maka tidak ada alasan untuk tidak bersabar kalau memang surga pilihan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;”Apakah  kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi  Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang  yang sabar.” (QS 3 : 142).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan agar kita kembali pada Allah dengan bersih tanpa dosa, maka bersabarlah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari  Abu Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah bersabda, ”Orang mukmin baik  laki-laki maupun perempuan senantiasa mendapatkan cobaan, baik dirinya,  anaknya maupun hartanya sehingga ia menghadap Allah Ta’ala tanpa membawa  dosa.” (HR At-Tirmidzi, lihat Riyadush Sholihin bab Sabar).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka sabarlah, kita akan kembali pada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-3706592680769128917?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/3706592680769128917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/kita-akan-kembali-pada-nya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3706592680769128917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3706592680769128917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/05/kita-akan-kembali-pada-nya.html' title='Kita akan kembali pada-Nya'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-JRRtcsph408/TbDPDQaK3XI/AAAAAAAAAA8/4XUFsFd5lss/s72-c/kematian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-2837040547102094926</id><published>2011-04-24T16:34:00.006+07:00</published><updated>2011-09-09T14:53:08.398+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Indahnya Cinta Para Pencinta Sejati</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xfxEafifaOI/TbPwv2q-PrI/AAAAAAAAADA/5OIdjHMQgfE/s1600/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="189" src="http://3.bp.blogspot.com/-xfxEafifaOI/TbPwv2q-PrI/AAAAAAAAADA/5OIdjHMQgfE/s200/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebab cinta merindukan para pelakunya yang setia, sebab cinta memaknai apa yang dimaknai, dan sebab cinta selalu ada bagi para pencinta-pencinta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta memang indah, terlebih ketika cinta mulai merasuki jiwa-jiwa yang sedang jatuh karenanya. Tapi cinta bukanlah sekedar cinta jiwa kepada sesama manusia, melainkan ada lagi cinta-cinta lain yang karenanya kita bekerja (amal) memanifestasikan amal-amal yang kita perbuat hanya karena-Nya dan karenanya lah para pencinta sejati rela merelakan hidupnya dan meregangkan nyawanya hanya untuk sebuah totalitas cinta kepadaNya, ini dinamakan dengan cinta misi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah cinta bekerja, memaknai apa yang dimaknai. Ketika cinta bekerja, ruangnya tak berbatas, ia memiliki ruang kehidupannya sendiri yang luas dan inti dari pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yang diperlukan oleh orang-orang yang kita cintai untuk terus tumbuh dan berbahagia karenanya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidupnya ; memberi. Tak perlulah repot-repot kita melihat zaman yang sangat jauh dibelakang, kita lihat saja ketika Imam Syahid Hasan Al-Banna dan Sayyid Quthb ketika itu rela meregangkan nyawanya hanya untuk sebuah pengabdian dan penghambaan cintanya kepada Pemilik Cintanya, itu semua semata-mata demi misi besar mereka, memberikan sepenuh cintanya kepada Sang Pemilik Cinta, terus dan terus menerus memberi. Dan seekor kupu-kupu yang ketika itu masih berbentuk kepompong dan kemudian bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, dengan menahan rasa sakitnya ia terus menerus mendorong dirinya keluar dari kepompongnya untuk menunjukkan dan memberikan keindahannya kepada dunia dengan penuh cinta, tanpa pernah dimintapun kupu-kupu selalu memberikan yang terindah, bahkan ia rela sekalipun ia tidak pernah menikmati keindahan dirinya sendiri, itu semua ia lakukan demi cintanya kepada Sang Pemilik Cinta, terus dan terus menerus memberi tanpa pernah meminta ataupun menerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikutip dari note Fadli Rahman (teman saya),”Karna cinta berarti harus siap memberi, memberikan yang terbaik, memberikan yang terindah, bahkan sampai harus meregang nyawa.”&lt;br /&gt;Bagaimana dengan menerima? Mungkin atau bisa jadi hal itu pasti, tapi itu hanyalah sebuah efek, efek dari apa yang para pencinta sejati berikan, seperti cermin kebajikan yang memantulkan kebijakan yang sama pula.&lt;br /&gt;Begitulah cinta bekerja, memaknai apa yang dimaknai.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;#Air dan Matahari&lt;br /&gt;Itu juga yang membedakan para pencinta sejati dengan para pencinta palsu , kalau para pencinta sejati mencintai seseorang dengan tulus, dan ukuran ketulusan dan kesejatian cinta para pencinta sejati adalah apa yang ia berikan padanya untuk membuat kehidupannya menjadi lebih baik dan terus menerus bertumbuh.&lt;br /&gt;Maka pencinta sejati adalah air. Maka pencinta sejati adalah matahari, ia tumbuh dan berkembang karena siraman airnya dan ia besar dan berbuah karena sinar cahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan diawal bahwa cinta tidaklah berbatas pada cinta jiwa, melainkan cinta-cinta yang lain pula. Dan berbahagialah para pencinta sejati yang telah mengapresiasikan dirinya ke dalam produktivitas amal yang ia lakukan karena itu pula yang membedakannya dengan para pencinta palsu yang hanya bekerja dengan kata-kata, bukan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tidak hanya berbicara tentang sifat jiwa yang hanya sekedar perasaan, melainkan cinta haruslah diekstrasikan ke alam nyata dan dimanifestasikan ke dalam amal-amal produktivitas yang bermanfaat karena cinta haruslah berbuah amal dan amal haruslah berbuah cinta dan hal kedua hal ini harus didasari oleh konsep ketulusan dan keikhlasan karena tanpa kedua konsep tersebut maka amal dan cinta tak akan terealisasi dan berkesinambungan, lalu pupuslah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa pernah dimintapun kupu-kupu selalu memberikan yang terindah&lt;br /&gt;Begitulah cinta bekerja, memaknai apa yang dimaknai.&lt;br /&gt;Cinta telah kehilangan, karna itu….. Muliakanlah cinta, sebab…..&lt;br /&gt;Cinta merindukan para pelakunya yang setia, sebab cinta memaknai apa yang dimaknai, dan sebab cinta selalu ada bagi para pencinta-pencinta sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-2837040547102094926?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/2837040547102094926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/04/indahnya-cinta-para-pencinta-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2837040547102094926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2837040547102094926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/04/indahnya-cinta-para-pencinta-sejati.html' title='Indahnya Cinta Para Pencinta Sejati'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xfxEafifaOI/TbPwv2q-PrI/AAAAAAAAADA/5OIdjHMQgfE/s72-c/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-3063876747408369164</id><published>2011-02-13T23:54:00.000+07:00</published><updated>2011-02-14T00:11:59.876+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Hijrah, Upaya Rasululullah menyelamatkan Akidah Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5VBonHLp22M/TVgMUjcBUzI/AAAAAAAAAC8/DCqX25eKI4g/s1600/ilustrasi_101207100843.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://4.bp.blogspot.com/-5VBonHLp22M/TVgMUjcBUzI/AAAAAAAAAC8/DCqX25eKI4g/s200/ilustrasi_101207100843.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Hijrah adalah meninggalkan segala bentuk perbuatan yang dilarang Allah SWT dengan menjalankan segala yang diperintahkan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia, memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 1432 H. Peringatan ini untuk mengenang kembali masa-masa awal saat Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Seperti diketahui, sebelum berhijrah, Nabi Muhammad SAW dan umat Islam yang berada di Kota Makkah mendapatkan berbagai ujian dan cobaan yang tak henti-hentinya. Ujian itu datang dari Allah (setelah wafatnya paman Nabi SAW, Abu Thalib, dan istri Rasulullah, Khadijah binti Khuwailid) diiringi gangguan kaum kafir Quraisy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Nabi Muhammad SAW sedang bersedih. Orang-orang kafir Quraisy pun mengolok-oloknya, “Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya.” Begitulah ungkapan orang-orang kafir menyinggung diri Rasulullah sepeninggal Abu Thalib (paman) dan Siti Khadijah RA (istri). Ia kesepian. Hatinya terasa kering karena beberapa lama wahyu baru yang ditunggu tidak kunjung datang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;“Padahal, bagi Nabi Muhammad, wahyu adalah satu-satunya bekal untuk menghadapi beratnya medan perjuangan. Wahyu laksana minuman pelepas dahaga sekaligus hiburan dari Kekasih Tercinta,” kata Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, mengomentari kegelisahan hati Rasul SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dalam keguncangan jiwa itu, turunlah surah Ad-Dhuha. Di ayat ke-5 dalam surah itu, Allah berfirman, “Kelak, Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.” Yang dimaksud karunia tersebut, kata Sayyid Quthb, adalah pertolongan dalam dakwah. Allah akan menghilangkan rintangan dakwah Nabi-Nya, meninggikan manhaj-nya, serta memenangkan hak-haknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Apa yang dijanjikan Allah dalam surah Ad-Dhuha tercapai beberapa tahun setelah hijrah. Tepatnya, tahun ke-10 Hijriah. Rasulullah berhasil merebut Makkah, kota yang sangat beliau cintai karena kesuciannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Kemenangan tersebut juga dijanjikan oleh Allah dalam surah Al-Qashash [28] ayat 85, “Sesungguhnya, Dia (Allah) yang telah menjadikan ajaran Alquran sebagai panggilan kewajiban atas engkau (Muhammad) tentulah akan mengembalikan engkau ke tempat asalmu (Makkah).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Dikatakan oleh seorang sarjana Barat, L Stoddart, peristiwa hijrah seolah mengubah padang pasir Timur Tengah menjadi mesiu yang disulut dari Madinah dan meledakkan Jazirah Arab seluruhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sebab, lanjut Stoddart, seperti dikutip oleh Nurcholish Madjid dalam artikelnya yang berjudul Hijrah Menuju Kemenangan, setelah 10 tahun hijrah ke Madinah, beliau menjadi tokoh sejarah yang paling sukses dalam sejarah umat manusia. Kesuksesan itu pula yang menjadi alasan Michael Hart meletakkan Nabi SAW di antara 100 tokoh dunia yang pengaruhnya paling besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Adapun tujuan berhijrah dalam konteks hijrah Rasulullah SAW adalah untuk menyelamatkan akidah umat Islam dari gangguan dan ancaman kafir Quraisy yang semakin besar terhadap umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Namun, sebagaimana dijelaskan Ahzami Samiun Jazuli dalam Hijrah dalam Pandangan Al-Quran, secara global, tujuan hijrah adalah senantiasa meninggalkan segala yang dilarang Allah dengan berpindah untuk melaksanakan segala yang diperintahkan-Nya menuju jalan kebajikan dan kemaslahatan. “Seorang muhajir (yang berhijrah) adalah siapa saja yang meninggalkan segala yang dilarang Allah.” (Shahih Bukhari 1: 53).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Adapun hijrah secara maknawi, seperti dikatakan Ahzami, adalah sebagaimana firman Allah dalam surah Adz-Dzaariyat [51]: 50-51. “Segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya, aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. Janganlah kamu mengadakan tuhan selain Allah. Sesungguhnya, aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;Sementara itu, makna hijrah secara hakiki adalah hijrah atau pindah dengan sepenuh hati semata-mata untuk Allah dan Rasul-Nya. Yakni, meninggalkan segala kemaksiatan menuju jalan kemaslahatan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-3063876747408369164?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/3063876747408369164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/hijrah-upaya-rasululullah-menyelamatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3063876747408369164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/3063876747408369164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/hijrah-upaya-rasululullah-menyelamatkan.html' title='Hijrah, Upaya Rasululullah menyelamatkan Akidah Islam'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5VBonHLp22M/TVgMUjcBUzI/AAAAAAAAAC8/DCqX25eKI4g/s72-c/ilustrasi_101207100843.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-2595896155780738184</id><published>2011-02-08T23:20:00.002+07:00</published><updated>2011-09-09T16:09:54.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Waktu, Kesempatan, dan Kepastian</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVI8yxPsKVI/AAAAAAAAAC4/8Hv0_Ms5k2c/s1600/ilustrasi_110103070545.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVI8yxPsKVI/AAAAAAAAAC4/8Hv0_Ms5k2c/s200/ilustrasi_110103070545.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Ada sebuah istilah yang mengatakan, "Kegagalan itu penting karena jika tidak ada kegagalan, tidak ada penghargaan untuk keberhasilan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti pernah merasakan kegagalan, tapi bukan berati kegagalan menjadi sebuah nilai yang tak berarti bagi sebuah kesuksesan. Untuk merubah sebuah kegagalan mejadi sebuah keberhasilan, maka dibutuhkan proses, waktu, usaha dan kesungguhan. Seperti yang kita ketahui bahwa waktu memiliki tiga bagian: Masa lulu, Masa sekarang dan Masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Pertama: masa lalu. Dari masa lalu ini lah kita bisa mengambil hikmahnya dan menjadikan sebuah pelajaran agar nantinya tidak jatuh kembali ke lubang yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, masa sekarang. Masa sekarang adalah hal yang paling penting dan merupakan sebuah proses dan proses ini pula yang akan menentukan sukses dan gagalnya seseorang dimasa yang akan datang, karena masa depan dimulai dari sekaarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, masa yang akan datang, masa yang dinanti-nanti oleh setiap manusia, masa ini yang akan menetukan, siapa yang akan menjadi juara, serta mampu meraih mimpi dan cita-cita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ada sebuah pepatah mengatakan, "Kita hanya memiliki dua pilihan, kita yang akan melewati waktu ataukah waktu yang akan melewati kita?" Jika waktu dilihat dari segi grametikal kebahasaan, waktu memiliki beberapa istilah tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyaknya bahasa yang di gunakan di setiap negara, pada sejatinya waktu hanyalah satu. Begitupun dengan jumlah bilangannya. Waktu sehari semalam di Indonesia adalah 24 jam, demikin pula di inggris, Australia, eropa dan di nagara-negar lalainya. Semuanya mendapatkan porsi yang sama yaitu 24 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang begitu berharganya, sampai setiap orang memiliki persepsi masing-masing terhadap waktu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bagi orang barat waktu adalah uang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bagi seorang pelukis waktu adalah karya.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bagi seorang pelajar waktu adalah ilmu&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bagi seorang pekerja kuli bangunan waktu adalah upah dan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Bagi seorang pejabat nakal waktu adalah kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pula bagaikan sebuah pedang, jika kita tidak bisa mengunakanya, maka ia akan menebas leher kita. Waktu pun bagaikan sebuah kendaraan, jika kita tidak bisa mengunakanya, maka kita akan terlindas olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua istilah dan persepsi yang digunakan, pada hakekatnya waktu akan kembali pada satu kepastian dan satu kenyataan. Atau mungkin waktu hanya sebuah angin lalu yang memindahkan seseorang dari masa lalu ke masa yang akan datang, tidak ada hasil, tidak ada karya, waktu tercecer begitu saja di berbagai tempat, di warung, di terminal, di jalan ataupun di tempat-tempat lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu tertentu ada orang yang mampu memebuat jembatan layang, pesawat terbang, bangunan megah, segudang karya keilmuan, dan sebagainya. Dan ada pula yang sama sekali yang tidak menghasilkan apa-apa. Ia hanya terdiam bermalas-malasan tanpa ada usaha, tapi ketika kenyataan itu datang, ia selalu menyalahkan kaadaan. Oleh sebab itu allah SWT berfirman dalam sutat Al-'Ashr, yang artinya, "Demi waktu, sesungguhnya mausia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjalan amal sholeh…"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang-orang non Muslim bekerja di dunia hanya untuk mengejar kesenangan dan keduniaan, yang mana sifanya hanya sementara, maka bagi orang islam bukan hanya dunia yang dicari, tapi juga akhirat yang menjadi tujaun. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi seperti yang telah Allah SWT firmankan. Mari kita gunakan waktu dengan sebaik mungkin, besusaha dengan sungsuh-sunguh dan tidak pula meningalkan sebuah kewajiban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;-Jihad Al-Akbar- &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-2595896155780738184?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/2595896155780738184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/waktu-kesempatan-dan-kepastian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2595896155780738184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2595896155780738184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/waktu-kesempatan-dan-kepastian.html' title='Waktu, Kesempatan, dan Kepastian'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVI8yxPsKVI/AAAAAAAAAC4/8Hv0_Ms5k2c/s72-c/ilustrasi_110103070545.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-4133185204667782408</id><published>2011-02-08T22:44:00.003+07:00</published><updated>2011-09-09T16:06:03.350+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Perjuangan'/><title type='text'>Inilah Tanda-tanda Kehancuran Zionis</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFky5ISIgI/AAAAAAAAACk/q1tWxaNVWDg/s1600/theodor_herzl_salah_satu_simbol_gerakan_zionis_100604131856.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://1.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFky5ISIgI/AAAAAAAAACk/q1tWxaNVWDg/s200/theodor_herzl_salah_satu_simbol_gerakan_zionis_100604131856.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Situs Debkafile yang berafiliasi terhadap rezim Zionis mengemukakan prediksi akan terjadinya sejumlah peristiwa penting di kawasan. Pasalnya, di Amman, ibu kota Yordania baru-baru ini berlangsung pertemuan keamanan segi lima yang dihadiri para pejabat tinggi Amerika Serikat, Yordania, Otorita Ramallah, Mesir dan Israel. Pertemuan keamanan itu membahas agenda utama mencari strategi mewujudkan proses perundingan damai antara Israel dan Palestina yang menemui jalan buntu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebarnya berita diterimanya prakarsa penghentian pembangunan permukiman Zionis selama 90 hari oleh Perdana Menteri rezim Zionis, Benyamin Netanyahu yang ditebus dengan sejumlah dana besar tampaknya biasa saja. Namun, berita ini menjadi sorotan ketika bersanding dengan kabar sakitnya Raja Arab Saudi yang semakin parah. Pasalnya penguasa Arab berusia 83 tahun ini adalah salah seorang inisiator program perdamaian Arab Beirut tahun 2002 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, sekutu strategis Israel lainnya, Presiden Mesir Hosni Mubarak dan suksesi di Mesir serta gunungan masalah internal Israel lainnya menjadi agenda utama pertemuan Amman. Kini, kawasan Timur Tengah menghadapi peristiwa penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menengok sejarah, Raja Abdullah ketika masih menjadi putra Mahkota pernah mengusulkan perdamaian Arab dalam pertemuan Liga Arab di Beirut pada tahun 2002. AS berharap Arab Saudi di tangan Abdullah bisa mendukung pemulihan hubungan Arab-Israel di satu sisi dan hubungan Palestina-Israel di sisi lain.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah Abdullah diangkat menjadi orang nomor satu di Arab Saudi, ia mengusulkan partisipasi Fatah dalam pemerintahan Palestina di Jalur Gaza dalam pertemuan Mekah pada tahun 2007. Padahal, berdasarkan undang-undang Palestina sendiri, Fatah tidak berhak mendapat jatah kue kekuasaan dalam pemerintahan yang dimenangkan Hamas secara demokratis pada pemilu tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, Saudi dengan menguasai Fatah dalam pemerintahan baru Palestina, bermaksud menguasai hirarki kekuasaan di Palestina. Tidak mengherankan, ketika Hamas, berdasarkan undang-undang, tidak menyepakati keberadaan Fatah di kementerian yang sensitif, tidak ada negara Arab, terutama Riyadh dan Kairo yang mendukung pemerintahan Hamas di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, Arab Saudi, Mesir dan Yordania memainkan peran penting di Palestina. Mesir yang tidak menyetujui peran Arab Saudi dalam kasus Palestina, setelah kegagalan kesepakatan Mekah menggulirkan rekonsiliasi nasional Palestina. Eksekusi prakarsa Kairo ini relatif bisa menangguhkan pembentukan pemerintahan baru Palestina, namun akhirnya Hamas membentuk pemerintahan Palestina di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamas akhirnya menyerahkan sejumlah kementerian kepada gerakan Fatah. Pemerintah pilihan rakyat Palestina yang mengusung reformasi sosial dan politik di Palestina, memulai program pembersihan orang-orang yang tidak layak di pemerintahan Palestina di Jalur Gaza, yang berbuntut tersingkirnya orang-orang Fatah dari jabatan kementerian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak, Fatah mereaksinya dengan berang, dan menyebut pemerintahan pilihan rakyat Hamas di Jalur Gaza tidak demokratis. Kemudian pemerintah Riyadh dan Kairo sebagai sekutu Otorita Ramallah memboikot pemerintahan baru Hamas di Jalur Gaza. Inilah pemicu boikot total Barat dan rezim Zionis atas Gaza. Sementara itu, Saudi dan Mesir terus memimpin arus anti-muqawama di kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca empat tahun dari kemenangan pemilu demokratis di Jalur Gaza yang dimenangkan Hamas, pemerintah Riyadh dan Kairo sebagai negara poros anti muqawama di kawasan mengkhawatirkan eskalasi dukungan terhadap Hamas di kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, Presiden Mesir Hosni Mubarak dan sejawatnya Raja Abdullah tidak lama lagi akan mengakhiri karir politiknya sebagai orang nomor satu di negaranya masing-masing. Dalam kondisi sensitif saat ini, tidak diragukan lagi perundingan segi lima di Amman yang membahas perundingan Palestina-Israel tidak lagi menjadi isu penting bagi Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat situasi politik di Mesir dan Arab Saudi, serta kondisi sensitif di kawasan terutama wajah suram AS di Timur Tengah, tampaknya transisi kekuasaan di Arab Saudi dan Mesir tidak akan berjalan mulus. Untuk itu, pemimpin kedua negara saat ini tengah mencari solusi yang tepat untuk mengatasi masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan segi lima Amman merupakan tempat yang tepat untuk membahas solusi mengenai masalah tersebut serta mengantisipasi kemungkinan kudeta di dua negara poros utama pendukung perdamaian Arab-Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, koalisi baru muncul di kawasan dan membentuk bola salju yang terus menggelinding kencang. Melebihi sebelumnya, kondisi ini semakin mempersulit AS dan sekutunya di kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-4133185204667782408?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/4133185204667782408/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/inilah-tanda-tanda-kehancuran-zionis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4133185204667782408'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/4133185204667782408'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/inilah-tanda-tanda-kehancuran-zionis.html' title='Inilah Tanda-tanda Kehancuran Zionis'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFky5ISIgI/AAAAAAAAACk/q1tWxaNVWDg/s72-c/theodor_herzl_salah_satu_simbol_gerakan_zionis_100604131856.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-1485095625288545763</id><published>2011-02-08T22:23:00.002+07:00</published><updated>2011-02-08T22:53:09.048+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khazanah Ekonomi'/><title type='text'>Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFmxsjWBEI/AAAAAAAAACs/U-vloiR9Sps/s1600/muhammad_saw.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFmxsjWBEI/AAAAAAAAACs/U-vloiR9Sps/s200/muhammad_saw.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Apakah modal utama memulai usaha? Jika Anda menjawab uang, mungkin benar, tapi tidak dalam bisnis ala Rasulullah SAW.  "Yang menjadi number one capital dalam bisnis ala Rasulullah adalah kepercayaan (trust) dan kompetensi," kata pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dalam trust itu ada integritas dan kemampuan melaksanakan usaha. "Beliau membangun usaha dari kecil, dari sekadar menjadi pekerja, kemudian dipercaya menjadi supervisor, manajer, dan kemudian menjadi investor," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan dari kuadran ke kuadran itu, katanya, menunjukkan bahwa Rasulullah adalah seorang entrepreneur yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya dan karakteristik untuk mencapai sukses.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pengusaha dan pemimpin, Rasulullah mempunyai sumber income yang sangat banyak. Namun Rasul  sangat ringan tangan memberi bantuan. "Beliau sangat tidak sabar melihat ada umat yang menderita dan tidak ridha melihat kemiskinan di sekitarnya atau kelaparan di depan matanya," kata Syafii.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, kata Syafii, Rasulullah selalu berinfak dengan kecepatan yang luar biasa, yang digambarkan para sahabatnya sebagai "seperti hembusan angin". "Ia menyedekahkan begitu banyak hartanya dan mengambil sedikit saja untuk diri dan keluarganya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepemimpinan dan manajemen ala Rasulullah ini akan dibedahnya dalam Eksiklopedia Leadership &amp;amp; Manajemen Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager yang akan diluncurkan besok. Dalam buku itu, Syafii  merangkai dan menuangkan ketauladanan nabi Muhammad SAW dalam satu set ensiklopedia yang terdiri dari delapan buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Doktor Banking Micro Finance dari University of Melbourne itu, dalam diri Rasulullah banyak hikmah yang bisa dipetik mengangkut soal manajemen dan kepemimpinan. Sayangnya, sangat terbatas literatur yang menggali dimensi leadership dan manajemen dengan kaca mata analisa tematis dan modern. “Dalam arti dipandang dari sudut ilmu manajemen modern dan suasana modern,” kata pimpinan Tazkia Group itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-1485095625288545763?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/1485095625288545763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/1485095625288545763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/1485095625288545763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/bisnis-ala-rasulullah-saw-uang-bukan.html' title='Bisnis Ala Rasulullah SAW: Uang Bukan Modal Utama'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFmxsjWBEI/AAAAAAAAACs/U-vloiR9Sps/s72-c/muhammad_saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-5808061086547206827</id><published>2011-02-08T22:16:00.002+07:00</published><updated>2011-02-08T22:57:14.437+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khazanah Ekonomi'/><title type='text'>Ide-ide Pengentasan Kemiskinan dalam Peradaban Islam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFnia8KdyI/AAAAAAAAAC0/kVZXmcsgBvI/s1600/kemiskinan_ilustrasi_100927110911.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="144" src="http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFnia8KdyI/AAAAAAAAAC0/kVZXmcsgBvI/s200/kemiskinan_ilustrasi_100927110911.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kemiskinan menjadi permasalahan sosial. Pada masa pemerintahan Islam, persoalan kemiskinan juga mengemuka. Tak hanya pemerintahan yang bertanggung jawab menyele saikan masalah ini, baik melalui berbagai program maupun lembaga sosial, kaum cendekia juga meresponsnya dengan ide-ide pemecahan masalah kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, misalnya, kedudukan lembaga sosial diperkuat. Dengan itu, kemiskinan berhasil ditekan sekaligus menghadirkan kesejahteraan di tengah masyarakat Muslim. Asas keadilan di bidang ekonomi benar-benar ditegakkan. Masalah ini tidak luput dari perhatian para sarjana ekonomi Muslim abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontribusi pemikiran mereka sangat berpengaruh. Diskusi dan kajian ilmiah mengenai kemiskinan dan bagaimana mengatasinya berlangsung intens. Para sarjana, ilmuwan, cendekiawan, dan juga ulama mengaitkan persoalan ini dengan aspek sosial, politik, budaya, hingga keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, langkah itu membangkitkan motivasi serta kesadaran umat Islam terhadap tanggung jawab sosialnya. Abu Hamid al Ghazali (1058-1111), misalnya, memaparkan persoalan kemiskinan itu dalam bukunya yang berjudul al-Tabr al-Masbuk fi Nashihat al-Mulk. Ia memetakan pula wilayah-wilayah miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menawarkan solusi kemiskinan dalam bukunya itu. Filsuf dan ilmuwan legendaris ini mengajukan teori distribusi pendapatan. Selain itu, al-Ghazali menekankan perlunya optimalisasi kesejahteraan sosial. Menurutnya, segala kebijakan ataupun program pembangunan harus diarahkan bagi tercapainya kemakmuran bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendekiawan lainnya yang menghasilkan karya bertema sama adalah Ibnu Taghribirdi. Ia muncul dengan risalahnya al-Nujum al-Zahira fi Muluk Mishr wa ala Qahira dan al-Maqrizi dalam buku al-Mawa'iz wa al I'tibar fi Dzikr al-Khitat wa al-Athar. Menurut dia, kemiskinan merupakan fenomena sosial yang harus ditangani bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pandangan ilmuwan Barat, yaitu Mine Ener dan Michael Bonner, tradisi berbagi telah dipraktikkan sejak awal Islam. "Namun, semakin menemukan pijakan dan lebih terlembaga pada era kejayaan," papar keduanya dalam buku Poverty and Charity in Middle Eastern Context.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ener dan Bonner menambahkan, umat Islam melakukan berbagai terobosan dan membuat pengembangan program pengentasan kemiskinan makin variatif. Badan zakat, amal, atau takaful bermunculan bak jamur pada musim hujan di wilayah-wilayah Islam. Dana yang terkumpul dari masyarakat kemudian digunakan untuk kepentingan sosial keagamaan. Salah satunya adalah membangun berbagai sarana, seperti rumah sakit, pendidikan, panti asuhan, masjid, rumah penampungan, dan lainnya. Semua fasilitas itu ditujukan untuk memberikan pelayanan sebaikbaiknya kepada masyarakat tidak berpunya. Lembaga filantropis dan wakaf juga berkembang pesat. Ini telah diawali sejak Dinasti Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamim Ansyari menceritakan melalui bukunya, Dari Puncak Baghdad, Sejarah Dunia Versi Islam, lembaga wakaf yang difasilitasi negara secara aktif menyalurkan bantuan kepada orang-orang miskin. "Badan wakaf bisa dikatakan sebagai perusahaan nirlaba versi Muslim yang didirikan untuk tujuan amal," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dinasti Abbasiyah berkuasa, umat Islam mencapai peradaban gemi lang. Perdagangan, pertanian, hingga ilmu pengetahuan tumbuh pesat. Kondisi itu mendorong terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran. Namun, ada kenyataan pula bahwa masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi serbasulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Abbasiyah keempat, Harun alRasyid, dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Sifat kedermawanan nya telah melegenda. Dengan menyamarkan diri sebagai pengemis atau rakyat jelata, Harun al Rasyid berjalan di pasar-pasar atau perkampung an untuk men dengar lang sung masalah rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia mengambil kebi jakan untuk membantu mereka. Di sisi lain, peran pemerintah sangat dibu tuhkan agar pengentasan kemis kinan efektif. Ini pun berlangsung selama periode pemerintahan Dinasti Mamluk (1250-1517).&lt;br /&gt;Adam Sabra mengisahkannya dalam buku Poverty and Charity in Medieval Islam: Mamluk Egypt. Sabra menuturkan, karena dilengkapi dengan perangkat-perangkat kekuasaan, program tersebut berjalan di seluruh negeri. Saat itu, pegawai pemerintah tak hanya bertugas mengumpulkan pajak, tetapi juga zakat, wakaf, dan amal serta mendistribusikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggandeng lembaga amil ataupun para tokoh agama dan masyarakat lokal. Dengan jalinan kerja sama seperti itu, penyalur an bantuan bagi rakyat miskin menjadi lebih tepat sasaran. Sabra menggam barkan pemerintahan Mamluk terli bat langsung untuk membantu kaum miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pengemis dan tunawisma dilindungi di panti-panti sosial yang biasa disebut mawdi al hukm. Mereka tak lagi terlunta-lunta di jalanan Kairo. Sedangkan, mereka yang mengalami kesulitan membayar utang-utangnya diberi bantuan melunasinya. Peran negara dalam pengentasan kemiskinan juga diungkapkan oleh Mine Ener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku berjudul Religious Prerogatives and Policy of the Poor, Mine Ener mengatakan, pemerintahan Islam meneruskan inisiatif pengembangan proyek-proyek pengentasan kemiskinan serta pembinaan dan pemberdayaan rakyat. Sebagian hasil pajak diarahkan untuk bidang sosial, termasuk membuka dapur-dapur umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan sarana ini amat dibutuhkan kaum miskin saat mereka mengalami gagal panen atau stok bahan makanan menipis. Adam Sabra mencatat, kondisi tersebut pernah terjadi antara abad ke-13 dan ke-16. Negara secara aktif turun tangan mengatur distribusi bahan makanan dan juga mengendalikan harga. Langkah tersebut efektif untuk melindungi warga miskin dari bahaya kelaparan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-5808061086547206827?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/5808061086547206827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/ide-ide-pengentasan-kemiskinan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5808061086547206827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5808061086547206827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/ide-ide-pengentasan-kemiskinan-dalam.html' title='Ide-ide Pengentasan Kemiskinan dalam Peradaban Islam'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TVFnia8KdyI/AAAAAAAAAC0/kVZXmcsgBvI/s72-c/kemiskinan_ilustrasi_100927110911.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-7437876881528024353</id><published>2011-02-07T17:50:00.004+07:00</published><updated>2011-09-09T15:53:24.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Beginilah seharusnya Jalan ini..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_zoNiuLtQ_Q4/S4NJwZvSU4I/AAAAAAAAAGs/mgSrarTWFNI/s320/bridge.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://1.bp.blogspot.com/_zoNiuLtQ_Q4/S4NJwZvSU4I/AAAAAAAAAGs/mgSrarTWFNI/s200/bridge.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagaimana kabar iman hari ini…?&lt;br /&gt;Dan… bagaimana dg hati…?&lt;br /&gt;Semoga Allah berikan ketetapan pada hati ini untuk terus menyusuri jalan dakwah ini.&lt;br /&gt;Walau terkadang… fitnahan… hujatan… cacian dan makian seringkali mewarnai perjalanan panjang ini…&lt;br /&gt;Dan… raga, jiwa, harta dan air mata telah kita persembahkan di jalan ini, hingga terkadang lelah… dan jenuh menghampiri setiap jejak perjuangan, mengarungi jalan ini….. “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka… mereka berperang pada jalan Allah, lalu membunuh atau terbunuh… dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah : 111)&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku… mari tanyakan pada hati kita, pantaskah kita mengeluh dalam mengarungi jalan ini, karena hakikatnya komitmen adalah sebuah totalitas perjuangan…..&lt;br /&gt;Dakwah ini, ada atau tidaknya kita disana dakwah akan tetap diperjuangkan… namun apakah syurgaNya tidak begitu menggiurkan untukmu?......&lt;br /&gt;Saudaraku… mari kita tengok sejenak potret sebuah negeri dimana perjuangan.. pengorbanan tak kenal kata LELAH.. Palestina !&lt;br /&gt;Perjuangan… pengorbanan… dan Takbir membaharu menggentarkan musuh-musuh Allah !&lt;br /&gt;Jiwa, nyawa, dan air mata yang mulai terevaporasi telah mereka persembahkan lebih dari yang kita persembahkan, semuanya demi tegaknya islam di muka bumi.. dan menyelamatkan bumi para anbiya. Semua berlomba-lomba menjemput seni kematian yang paling indah… dan sesungguhnya mereka tidak mati, mereka hidup di sisiNya…&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Karya apa yang sudah kita persembahkan untuk dakwah ini?&lt;br /&gt;Kami tak pernah tahu harus sampai kapan jiwa raga ini harus dipersembahkan, harus berapa deras darah ini dialirkan, harus sejauh mana kaki ini terus dilangkahkan.. untuk membangun peradaban sebuah negeri yang Allah titipkan… namun jiwa raga ini, darah ini, kaki ini, tanpa jemu ragu harus terus diserahkan, hingga Allah kelak menggantinya dengan ridho dan syurgaNya nan indah dan penuh kedamaian..&lt;br /&gt;“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.Al-Ankabut : 2-3)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-7437876881528024353?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/7437876881528024353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/beginilah-seharusnya-jalan-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7437876881528024353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/7437876881528024353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/beginilah-seharusnya-jalan-ini.html' title='Beginilah seharusnya Jalan ini..'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zoNiuLtQ_Q4/S4NJwZvSU4I/AAAAAAAAAGs/mgSrarTWFNI/s72-c/bridge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-2292305823479458695</id><published>2011-02-04T14:08:00.009+07:00</published><updated>2011-09-09T15:48:14.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Mencintai sejantan Ali bin Abi Thalib</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUuxmPYbSrI/AAAAAAAAACg/OKrDbLGOsmg/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUuxmPYbSrI/AAAAAAAAACg/OKrDbLGOsmg/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;cukup cintai ia dalam diam..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;kau ingin memuliakan dia,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;orang yang telah ALLAH swt&amp;nbsp; pilihkan untukmu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ingatkah kalian tentang kisah Fathimah dan ‘Ali?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Karena dalam diammu tersimpan kekuatan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;kekuatan harapan..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata&amp;nbsp;&lt;/span&gt;hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padanya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;untuk berbicara di dunia nyata,&amp;nbsp;biarkan ia tetap diam..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Jika dia memang bukan milikmu&amp;nbsp;toh Allah, melalui waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu&amp;nbsp;dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri&amp;nbsp;dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kisah ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Fathimah, karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Muhammad ibn ’Abdullah Sang Terpercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Maka gadis cilik itu bangkit!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Gagah ia berjalan menuju Ka’bah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Mengagumkan!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;"Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.."&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kedudukan di sisi Nabi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Abu Bakr lebih utama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Cinta tak pernah meminta untuk menanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lamaran Abu Bakr ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ah, ujian itu rupanya belum berakhir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Setelah Abu Bakr mundur,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Umar ibn Al Khaththab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ya, Al Faruq,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan lebih dari itu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Menanti dan bersembunyi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Umar telah berangkat sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Wahai Quraisy”, katanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Umar adalah lelaki pemberani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali, sekali lagi sadar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Umar jauh lebih layak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan ’Ali ridha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Cinta tak pernah meminta untuk menanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia mengambil kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Itulah keberanian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Atau mempersilakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Yang ini pengorbanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Maka ’Ali bingung ketika kabar itu menyeruak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lamaran ’Umar juga ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Aku?”, tanyanya tak yakin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Ya. Engkau wahai saudaraku!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali pun menghadap Sang Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ya, menikahi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan ia pun bingung.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Apa maksudnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Mungkin tidak sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tapi ia siap ditolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Itu resiko.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ah, itu menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Entahlah..”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Apa maksudmu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Dasar Alii!!”, kata mereka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan ’Ali pun menikahi Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan menggadaikan baju besinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Itu hutang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dengan keberanian untuk menikah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Bukan janji-janji dan nanti-nanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;’Ali adalah gentleman sejati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Inilah jalan cinta para pejuang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Seperti ’Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Ia mempersilakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Atau mengambil kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Yang pertama adalah pengorbanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Yang kedua adalah keberanian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: #333333; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Perasaan yang insya Allah akan indah ketika waktunya tiba..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Source : Dalam Dekapan Ukhuwah 'Salim A. Fillah' &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-2292305823479458695?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/2292305823479458695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/mencintai-sejantan-ali-bin-abi-thalib.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2292305823479458695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2292305823479458695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/02/mencintai-sejantan-ali-bin-abi-thalib.html' title='Mencintai sejantan Ali bin Abi Thalib'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUuxmPYbSrI/AAAAAAAAACg/OKrDbLGOsmg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-2620405983219028021</id><published>2011-01-31T08:54:00.003+07:00</published><updated>2011-09-09T14:57:15.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Renungan Ukhuwah..</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUYWANTKu9I/AAAAAAAAAB0/8NwkFbmhslw/s1600/canvas.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="141" src="http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUYWANTKu9I/AAAAAAAAAB0/8NwkFbmhslw/s320/canvas.png" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat : 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai sebuah pelangi yang tak akan indah bila tidak bersatu padu, bagai sebuah bintang yang tak akan indah bila hanya menampakkan dirinya sendiri. Pelangi, meskipun berbeda warna tetapi tetap saja elok dan menawan apabila disatukan. Bintang, meskipun dibatasi jarak-jarak yang tidak dekat tetapi tetap saja indah dan menakjubkan, akan selalu terang dan menerangi kabut dan gelapnya malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa setiap nafas kehidupan yang kita hela adalah sebuah anugerah yang tiada tandingannya, begitu pula dengan sebuah ukhuwah islamiyah, sebuah barisan kokoh yang tak akan rapuh seperti sebuah tembok baja yang lebih kuat dari tembok RRC sekalipun, Kenapa bisa? karna kekuatan ini adalah kekuatan Allah, tasbih semesta alam dipersembahkan hanya untuk-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“dan yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfal : 63)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seperti itulah gambaran sebuah ukhuwah yang telah terjalin dan terikat, akan saling menguatkan bukan melemahkan, akan saling membangun bukan menjatuhkan, akan saling menyayangi bukan menyakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengingatkan kita pada sebuah perjuangan pergerakan yang didasari oleh ukhuwah islamiyah yang kuat, Al-Ikhwanul Muslimin yang memang secara kuantitas yang didasari oleh akal logika yang rasional rasanya tidak akan mampu ‘menyentuh’ dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, adalah kekuatan ukhuwah yang didasari rasa iman kepada Allah-lah yang membuat itu. Karna iman itu mengikatkan kita dalam persaudaraan yang menembus batas ruang dan waktu. Iman menyatukan kita dalam doa-doa yang selalu kita bagi pada sesama mukmin. Sebagaimana tanpa kita sadari, tiap detik berjuta lisan melafalkan doa untuk kita. Bahkan tanpa kita sadari, para nenek-nenek moyang berdoa untuk cicit-cicitnya, dan para anak cucu berdoa untuk leluhurnya. Mereka mungkin tak pernah berjumpa, terpisah oleh ruang dan waktu. Tapi, mereka bersatu dalam doa. Dalam iman. Dalam persaudaraan akbar yang melintasi kutub, gurun, pegunungan, lautan, hutan, dan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allahummaghfir, lil muslimiina wal muslimaat. Wal mu’miniina na wal mu’minaat…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, ampunilah para mukmin lelaki dan perempuan. Ampunilah mereka yang berserah diri, yang pria maupun wanita. Yang masih hidup ataupun telah wafat mendahului kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Dekat. Duhai Dzat yang memenuhi segala hajat, ampunilah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah untaian do'a rabithah dari Imam Hasan Al-Banna yang kemudian dijadikan sebuah untaian lagu nasyid dari Izzatul Islam berikut ini sungguh akan sangat menyentuh dan mengingatkan kita kembali pada sebuah tali agama Allah, ukhuwah islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya engkau tahu bahwa hati ini tlah berpadu berhimpun dalam naungan cintaMu. Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya. Terangilah dengan cahaya-Mu yang tiada pernah padam, ya Rabbi bimbinglah kami. Lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakkal padaMu, hidupkan dengan ma’rifat-Mu, matikan kami syahid di jalan-Mu, Engkaulah Pelindung dan Pembela.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salim A.Fillah dalam bukunya Dalam Dekapan Ukhuwah mengatakan. “Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa melembutkan hati kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-2620405983219028021?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/2620405983219028021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/renungan-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2620405983219028021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/2620405983219028021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/renungan-ukhuwah.html' title='Renungan Ukhuwah..'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUYWANTKu9I/AAAAAAAAAB0/8NwkFbmhslw/s72-c/canvas.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-5424748607053292697</id><published>2011-01-27T11:44:00.004+07:00</published><updated>2011-09-09T15:39:29.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Alangkah...</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZIcdC9FGI/AAAAAAAAACM/Oz8MeMcFvrQ/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="140" src="http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZIcdC9FGI/AAAAAAAAACM/Oz8MeMcFvrQ/s200/images.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alangkah mulusnya jalan terjal itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alangkah manisnya empedu itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alangkah indahnya telaga hitam itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Alangkah seru dan menariknya alur cerita dan skenario itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah Allah, Sang Rabbul Izzati yang ada di depan layar semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sang Insinyur yang mengajari ‘insinyur kecil’ yang lain, Designer Ulung yang membuat telaga yang keruh dan hitam itu menjadi indah, Master Koki terdahsyat sejagat yang dapat membuat empedu menjadi lezat dan nikmat, Sutradara Terbaik yang mengatur sgala macam scene dan alur cerita manusia manapun, Founder atas segalanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Smua tertata rapi, smua scene, lika liku teka-teki hidup ada didalam catatan-Nya dan tak ada yang terlewat setitik pun oleh hitungan-Nya. Bila menyadari hal itu, tentulah manusia akan tahu fitrahnya sebagai makhluk yang dielu-elukan untuk mengurusi dunia yang ‘katanya’ kejam ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudaraku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adakah rasa besar di hati ini sebagai makhluk mega mikro yang ‘menyelip’ di alam jagad raya ini? Adakah lagi rasa letih, padahal apa yang kita investasikan dan manifestasikan di tempat tinggal kita yang ‘katanya’ seperti syurga ini belum ada setetes?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bayangkan saja, matahari yang ‘katanya’ gugusan bintang terbesar di Galaksi Bima Sakti saja hanya sebagian kecil dari milyaran juta gugusan bintang yang ada di alam semesta, jagad raya ini. Bumi yang ‘katanya’ seperti syurga (bagiku bumi itu bukan syurga dunia, tidak ada syurga dunia, syurga hanya berisikan kenikmatan dan kebahagiaan yang hakiki dan kekal abadi, sedangkan di bumi ini tidak ada yang namanya kenikmatan dan kebahagiaan hakiki dan abadi, tetap ada rasa ‘sakit’. Bumi ini ladang, tempat bercocok tanam yang baru akan terasa manis atau pahit hasilnya tergantung pada petani yang mengolah lahannya). Bumi pun hanya se-noktah saja dari milyaran juta gugusan bintang di jagad raya ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kita? Bayangkan saja saudaraku...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sungguh bijak dan terhormatnya diri ini apabila mampu dan sanggup mereposisi kembali di hadapan-Nya, apapun bentuk reposisi itu, percayalah niscaya kita telah merendahkan diri kita di hadapan Sang Pemilik Raga dan Jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemudian letih…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Proses menuju keletihan dan letih itu sendiri umumnya merupakan hal yang fitrah dan wajar dari seorang manusia. Tapi pernahkah kita tahu diluar sana, diluar kemampuan kita untuk menjangkau dan mengetahuinya ada saja yang tetap mengabaikan letih dan terus menerus menebar dan menyemai benih-benih kebaikan dan kebermanfaatan layaknya seorang petani yang tangguh disegala macam kondisi dan situasi buruk yang sewaktu-waktu dapat mengancam ladang bahkan dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pernahkah kita tahu? Bayangkan saja saudaraku…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Letih sejatinya adalah karna kita sudah terlalu akrab dengan rasa sedih, senang, susah, sempit, lapang, bahagia, dll. Karna sebenarnya kita telah jenuh dengan semua itu. Knapa jenuh? Karna tak ada yang memberikan ‘suplemen’ pada jiwa yang menjadi sumber kekuatan jiwa yang sejati, Iman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Skali lagi, cobalah untuk terlalu akrab dengan Sang Maha Pemberi Letih, niscaya yang memberikan letih pulalah yang akan mengangkat letih dan jenuh itu dan kita akan senantiasa untuk terus mereposisi diri kita dihadapan-Nya, kemudian dapat terus menebar dan menyemai benih-benih kebaikan dan kebermanfaatan dan rasakan saja manisnya kelak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Manisnya dakwah tak akan dikecap apabila belum merasakan pahitnya dakwah, karna disitulah letak seni kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: inherit; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-Jihad Al-Akbar-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-5424748607053292697?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/5424748607053292697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/alangkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5424748607053292697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/5424748607053292697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/alangkah.html' title='Alangkah...'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZIcdC9FGI/AAAAAAAAACM/Oz8MeMcFvrQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-8879811484895726395</id><published>2011-01-09T00:38:00.000+07:00</published><updated>2011-02-08T22:30:56.978+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>BUMI</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TTFDDbYSv_I/AAAAAAAAABA/QlMLcHEPAcY/s1600/bumi.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TTFDDbYSv_I/AAAAAAAAABA/QlMLcHEPAcY/s200/bumi.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebuah objek alam semesta yang nyatanya kecil tetapi mempunyai filosofi dan tujuan yang Allah Swt tulis di Lauh Mahfudz dan kemudian diciptakan sedemikian sempurnanya sebagai salah satu tanda kekuasaan dan kebesaran Sang Illahi. Adalah BUMI yang diciptakan sebagai hamparan ‘ladang’ bagi manusia untuk menyebarkan dan menanamkan benih-benih kebaikan dan manfaat bagi seluruh manusia yang diharapkan dapat memanusiakan insan yang lain.&lt;br /&gt;Dengan asas kebermanfaatan dan bergerak menjadi sebuah keharusan yang dicapai sebagai tujuan awal bahwa suatu kewajiban bagi manusia untuk memenuhi hak-hak bagi manusia yg lain dan dari hak-hak dan kewajiban itulah yang kelak menjadikan manusia sebagai khalifah yg bertanggung jawab penuh terhadap BUMI&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;yang mereka tempati.&lt;br /&gt;Sekali lagi,bahwa BUMI nyatanya adalah objek alam semesta yang kecil dari salah satu bagian jutaan orbit yang ada di jagad raya. Begitu juga kita, kita juga berada diantara milyaran saudara kita yang sama sekali tidak kita kenali, tetapi kita saling terkoneksi karena Allah. Kita memang kecil jika disatukan atau dibandingkan dengan seluruh manusia, tetapi kita besar karena kita bersatu dan tidak bergerak secara berpencar dan individu. Hingga akhirnya, setiap pemikiran dan gagasan mampu kita realisasikan dan implementasikan agar mampu memberikan manfaat dan kebaikan pada sekitar, dan agar terus menginspirasi dunia.&amp;nbsp; Pada akhirnya kita bersama berharap cahaya di surgaNya kelak.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-8879811484895726395?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/8879811484895726395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/bumi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8879811484895726395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/8879811484895726395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/bumi.html' title='BUMI'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TTFDDbYSv_I/AAAAAAAAABA/QlMLcHEPAcY/s72-c/bumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5505982184085947574.post-934313259688699327</id><published>2011-01-09T00:16:00.005+07:00</published><updated>2011-02-08T22:47:36.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Perjuangan'/><title type='text'>Pemuda, Sang Revolusioner !</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZGKtR_EnI/AAAAAAAAAB8/9XE4CZnGiE0/s1600/pemuda.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZGKtR_EnI/AAAAAAAAAB8/9XE4CZnGiE0/s200/pemuda.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemuda. Satu kata 'hidup' yang memiliki jutaan potensi yang ada di dalam dirinya, jutaan kehebatan tersendiri, jutaan mimpi dan jutaan harapan. Dr. Yusuf Al-Qardhawi mengibaratkan pemuda itu seperti matahari yang bersinar pada jam 12 siang, bersinar sangat terang dan sangat panas. Secara fisik pemuda tentu memiliki kekuatan yang lebih ketimbang anak kecil, orang tua apalagi jompo. Pemuda ibarat dinamit atau bom atom atau TNT yang bila diledakkan akan sangat dahsyat efeknya. Tidak berlebihan jika dikatakan demikian karena memang telah terbukti adanya.&lt;br /&gt;Sejarah juga membuktikan bahwa pemuda adalah pemegang peranan penting.&amp;nbsp; Karena pemudalah yang paling ambisius dan bersemangat dalam memperjuangkan perubahan ke arah yang lebih baik. Imam Hasan Al-Banna mengatakan,”Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya”. Begitu juga di dalam perjuangan Islam di&amp;nbsp; masa Rasulullah, banyak pemuda yang mendampingi perjuangan beliau seperti Ali Bin Abi Thalib, Aisyah, Zubair bin Awwam, Ja’far bin Abi Thalib, Usman bin Affan dll.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, kemerdekaan diawali oleh pemuda-pemuda yang terus mendesak untuk melakukan proklamasi kemerdekaan. Bung Tomo, seorang pemuda dengan retorika yang sangat dahsyat mampu menggerakkan dan membakar pemuda-pemuda yang ada di Surabaya untuk melakukan pergerakan yang luar biasa. Di Mesir dengan Iman Hasan Al-Banna dengan pemuda-pemudanya yang dikenal dengan Ikhwanul Muslimin mampu menjadi inspirator pergerakan dunia khususnya di dalam dunia Islam. Di Amerika, dengan pemuda fenomenalnya pendiri Facebook, Mark Zuckerberg 25 Tahun mampu menjadikan dirinya diantara 400 orang sebagai salah satu orang terkaya di Amerika dan masih banyak lagi bukti-bukti sejarah yang dapat membuktikan bahwa pemuda adalah kreator, dinamisator dan inovator. Maka dari itu apabila Indonesia ingin lebih baik, maka ubahlah pemuda karena perbaikan itu ada di tangan pemuda, tegaknya keemasan bangsa ada di tangan pemuda&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memang tidak ada habis-habisnya bila membicarakan tentang pemuda dengan segala kelebihan dan kekurangannya, tidak ada habisnya sejarah yang membuktikan bahwa pemuda adalah sebuah armada pilar kebangkitan umat. Pemuda memiliki porsi yang sangat besar dalam memajukan peradaban umat manusia. Rasulullah pernah bersabda,”Perjuanganku didukung oleh pemuda, oleh sebab itu wasiat yang baik untuk mereka”. Pada akhirnya di tangan perjuangan pemudalah penentu bahwa bangsa tersebut akan maju atau mundur. Salah satu sabda Rasul yang menjelaskan tentang memanfaatkan 5 hal sebelum datangnya 5 hal yaitu “Gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa&amp;nbsp; kayamu sebelum masa miskinmu, masa luangmu sebelum masa sempitmu, dan masa hidupmu sebelum masa matimu.”&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bila menilik kondisi dan situasi pemuda zaman modern sekarang dengan periode pemuda sebelumnya memang terdapat perbedaan yang mencolok antara keduanya. Tidak jarang dijumpai pemuda di zaman modern hanya terbuai dengan impian-impian kosong tak bermakna dengan segala keegoisan yang ada di dalam dirinya. Tetapi ini bukanlah sebuah keputus asaan untuk berubah, harapan untuk perubahan itu masih ada selama ada impian dan tekad yang kuat bak pohon yang akarnya menghujam ke dalam tanah.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berani lah untuk bermimpi karena dari mimpi itu akan menimbulkan niat, dari niat yang kuat yang didasari akan keyakinan kepada Allah itu akan timbul sikap dan dari sikap itu akan ada usaha untuk mewujudkan perubahan yang diimpikan dan lakukanlah aksi-aksi pergerakan yang mengundang decak kagum orang-orang yang haus akan kejayaan. Jangan menjadi seorang stagnan yang hanya diam mendengarkan dan memikirkan untuk kebaikan diri sendiri. Jadilah seorang revolusioner yang kelak akan membawa kejayaan keemasan yang sudah lama diimpi impikan.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; "Umat harus bangkit. Namun aset umat ini untuk kembali bangkit telah terkuras habis, kecuali satu.. itulah &lt;b&gt;pemuda&lt;/b&gt;." (Imam Hasan Al-Banna)&lt;br /&gt;“Kalau diibaratkan tumbuhan, pemuda adalah benih dan benih apabila tidak ditanamkan pada tanah maka tidak akan pernah ada pohon dan buah. Dan apabila diibaratkan dengan pohon maka pemuda ibarat akar yang apabila akar tersebut mati atau tidak sanggup untuk mencari sumber makanan maka tidak akan pernah ada buah, tidak akan pernah ada hasil yang dipetik. Sekarang atau tidak sama sekali.” (Jihad Al-Akbar)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5505982184085947574-934313259688699327?l=www.arsitek-peradaban.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/feeds/934313259688699327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/pemuda-sang-revolusioner-oleh-jihad.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/934313259688699327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5505982184085947574/posts/default/934313259688699327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.arsitek-peradaban.co.cc/2011/01/pemuda-sang-revolusioner-oleh-jihad.html' title='Pemuda, Sang Revolusioner !'/><author><name>Jihad Al-Akbar</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14263276755464017548</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-TGrTpNzlai4/TlXo6PiiEsI/AAAAAAAAAGI/CwDzEHzsUrU/s220/c.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_AjnVvupnhO0/TUZGKtR_EnI/AAAAAAAAAB8/9XE4CZnGiE0/s72-c/pemuda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
